Thursday, November 26, 2015

Menara Kudus


21 November 2015. 
Alhamdulillah.. ahirnya sampai juga saya di Masjid menara Kudus, Suatu tempat yang penuh sejarah ini. Saya tak pernah mengira kalau sampai di Masjid menara kudus yang banyak di idamkan untuk di kunjungi dan merupakan Ikonya Kota kudus.


berjalan di pagi buta dari Hotel Mulia asri di bilangan Alun-alun Kudus menuju Menara kuduspun saya lakukan, jalan kaki menuju menara saya pilih selain untuk menikmati embun pagi dan sejuknya kota kudus di pagi hari, untuk lebih mengenal kota Kudus ini, menuju ke menara kudus tak sulit banyak penunjuk jalan yang dapat menuntun kita sampai ke Menara. 15 menis berselang sampai ahirnya saya di menara kudus. Di pagi ini pengunjung masih lumayan sepi. hanya beberapa orang saja. 

Masjid Unik dengan perpadiuan  arsitektur yang bernuansa Hindu di bangun pada tahun 956 H atau pada tahun 1549 M, mesjid menara Kudus sudah beberapa kali mengalami renofasi, di sebelah kanan masjid terdapat Menara yang berbentuk Unik, menara dengan tinggi 18 meter ini berdidri kokoh menyerupai bangunan candi.


Sayapun mulai memasuki area Menara Kudus, lebih kedalam lagi. suasana hening mulai saya rasakan, melewati pintu belkang menuju pemakanan ada beberapa penjaga, senyum ramahnya menyambut kedatanganku. langkahpun saya lanjutkan.



Sayapun mulai memasuki area pemakama, ada bebera pengunjung yang sedang melakukan doa di area pemakaman. Pada bagian belakan terdapat pemakaman Sunan Kudus, di pemakaman inilah pengunjung melakukan doa, pada area yang sama juga terdapat makan murid - murid sunan kudus, dan Para Pangeran serta kerabat Beliau lainya.






Setelah berkeliling mengiotari pemakaman dan memandang menara Kudus, saya diberi kesempatan menatap Menara dari lantai 2 masjid. tak lama kemudian sayapun beranjak dari menara Kudus karena pengunjung mulai ramai. 

Friday, November 20, 2015

Kunikmati 7 Curug Nan Cantik dalam sehari di Taman Nasional Gunung Halimun Salak


15 November 2015
Selesai menikmati situs Cibalay (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/jejak-tardisi-di-situs-megalitikum.html ) kamipun Segera mengarahkan motor kekawasan Nasional Gunung Halimun Salak Endah, Cuaca yang cerah menambah energi kami untuk segera menikmati keindahan curug -curug di kawasan tersebut. setelah menyusu jalan kurang lebih 15 menit kamipun sampai di pintu gerbang utama TNGHS, untuk memasuki arean ini kami harus membayar Rp 25.000 ( untuk satu motor dan 2 orang ). 

Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Endah ini ada beberapa tempat wisata yang bisa di kunjungi, , beberapa tempat wisata terpampang jelas di pintu gerbang utama, curug menjadi daya tarik kawasan ini. curug yang dapat kita jumpai di kawasan ini adalah ; 
1. Curug Cihurang
2. Curug Ngumpet 1
3. Curug Pangeran
4. Curug Ngumpet 2 atau Curug 
5. Curug Geblug
6. Curug Sawer
7. Curug Seribu
8. Curug Muara Herang
9. Curug Cigamea
Selain wisata curug di kawasan ini juga terdapat beberapa wisata seperti bumi perkemahan Gunung Bunder, Pendakian  Kawah Ratu dan pemandian air panas.Saya bersama Al lebih tertarik untuk menjelajahi beberapa curug dalam sehari. kami segera menyusuri jalan yang teduh ini, jalan yang di apit pepohonan pinus yang menjulang tinggi menjadikan kawasan ini lebih menarik. teduh sejuk dan indah tentunya. 

1. Curug Cihurang
Untuk memasuki curug ini kami membeli tiket seharga Rp.5000/orang dan parkir motor Rp 5000. curug ini terletak sekitar 150 meter dari  pintu masuk Curug, kita hanya beberapa menit saja jalan sudah terlihat curugnya. di curug ini juga di jadikan tempat untuk ngecamp bagi yang akan menginap. masih bisa di jumpai beberapa monyet di curug cihurang. Curug Cihurang tidak terlalu tinggi, keunikan ya adalah ada dua aliran curug yang dapat kita nikmati. disini juga terdapat perosotan untuk anak-anak yang sudah di sediakan bila mau menikmati kesegaran air curug. kami tak Lama di curug ini, kamipun segera melanjutkan perjalanan ke curug lainya. https://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/curug-cihurang-gunung-halimun.html


 2. Curug Ngumpet 1.
kulanjutkan perjalanan menjelajahi curug, tak lama kemudin plang bertuliskan Curug ngum[etpun terlihat, Curug Ngumpet 1 tak jauh dari curug Cihurang, Untuk memasuki Curug ini kami harus membayar tiket 15.000 untuk 2 orang. kamipun segera menyusuri jalan setapak menuju Curug ngumpet, hanya butuh beberapa menit kamipun disuguhi Indahnya Curug Ngumpet 1, Curug dengan ketinggian sekitar 45 meter ini nampak berbeda dengan curug lainya, ada keunikan tersendiri yaitu adanya dua air terjun yang jatuh ke satu muara, pesona curug ngumpet membuat kami bertahan lama disini. kami belum berminat untuk basah-basahan menikmati sejuknya air curug ngumpet 1, karena banyaknya pengunjung yang mulai berdatangan kamipun segera melanjutkan perjalanan ke curg berikutnya. https://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/curug-ngumpet-1-bogor.html

 


3. Curug Pangeran
Cuaca yang cerah membuat semangat menjelajahi curug tetap terjaga, Curug selanjutnya yang kami tuju adalah curug pangeran, menuju curug pangeran kami harus masuk lebih dalam dari jalan utama Taman Nasional Gunung Halimun Salak Endah, jalan yang menanjak membuat kami harus berhati-hati. tak lebih dari 10 menit kamipun tiba di parkiran Curug Pangeran. tiket untuk memasuki Curug ini seharga Rp. 7.500/orang, dengan parkir motor Rp. 5000. menuju curug ini harus melakukan treking, kamipun segera menyusuri jalan setapak. tak lama kemudian kamipun sampai di Curug Pangeran. Curug Ini tak setinggi Curug Ngumpet 1 tetapi warna muara Curug Ijo toska yang menjadi daya tarik tersendiri. Curug pangeran ramai di kunjungi wisatawan yang sedang menikmati segarnya air curug. https://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/curug-pangeran-gunung-bunder.html


Kamipun Memilih untuk berjalan menikmati aliran air curug Pangeran. bebatuan besar dan air yang jernih mengundang saya untuk merasakan segarnya air sungai ini. saya bersama mas Al ahirnya menceburkan diri kedalam aliran sungai. 



Setelah cukup sepi di muara Curug pangeran sayapun ahirnya merasakan hijaunya muara curug, cukup lama juga kami di sini hampir satu jam kami menikmati pesona Curug Pangeran, belum puas rasanya dan kamipun ingin berlama - lama, tetapi penjelajahan harus di lanjutkan dan  kamipun segera beranjak dari Curug Pangeran, menuju curug selanjutnya. 


4. Curug Ngumpet 2 atau Curug Kondang
Curug ngumpet 2 atau di sebut juga curug Kondang, untuk mencapai Curug Ngumpet II kita harus membayar tiket seharga Rp. 5000 dengan biaya parkir Rp. 5000. kamipun segera melakukan treking sejauh sekitar 200 meter saja kita sudah dapat menikmati keindahan Curug Ngumpet. Banyak wisatawan yang berkunjung di curug ini, aliran sungai dari muara curug sudah di penuhi wisatawa, Muara yang berwarna hijau toska merupakan daya tarik tersendiri di curug ini, ingin rasanya saya berenang di sana tetapi suasana terlalu ramai, niat pun saya urungkan. tak lebih 20 menit saya di sini, kamipun melanjutkan menjelajahi curug selanjutnya.
https://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-kondang-atau-curug-ngumpet-2-di.html

 

5. Curug Cigamea
Tujuan selanjutnya adalah Curug seribu tetapi kami tidak melihat plang yang menujukan arah curug tersebut, ahirnya kami memutuskan ke curug Cigema terlebih dahulu. tiket menuju curug Cigema lebih mahal di banding curug yang lainya, kami harus membayar Rp. 10.000 untuk dapat menikmati keindahan curug tersebut. setelah mengantongi tiket kamipun segera melakukan treking, ada yang unik selama melakukan perjalanan menuju curug banyak di jumpai gerombolan kera yang menghadang langkah kami, sayapun harus berhati-hati, tetapi jangan khawatir kera-kera di sini sudah jinak asal tidak di ganggu. https://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-cigamea-pesona-dua-curug-jadi-satu.html


Keindahan Curug ini sudah terlihat dari kejauhan, Curug yang menawan dan memikat ungkapku, curug dengan aliran yang berundak membuat kami ingin segera mencapai muaranya. 10 menit kami melangkah sampai juga ahirnya di Curug Cigamea Dua buah Curug yang berbeda sungguh mempesona, ingin rasanya mendekat ke jatuhnya air tetapi tali pembatas membuat niat pun kami urungkan. banyak wisatawan yang datang di hari minggu ini, mereka menikmati pesona dua curug yang disuguhkan. 

 6. Curug Sawer dan Curug Seribu.
Setelah menikmati keindahan curug Cigamea yang memukau, kamipun beristirahat dan melakukan kewajiban kami sebagai muslim.untuk melakukan sholat terlebih dahulu sebelum menjelajahi curug berikutnya. tujuan selanjutnya adalah menikmati pesona Curug Seribu. Pintu masuk ke curug seribu sekitar 2 km dari jalan utama. tiket untuk menuju curug seribu sehartga Rp. 7500 . dan kamipun melakukan treking ke curug seribu. 

Curug Sawer
Curug sawer menjadi pemandangan pembuka sebelum menggapai Curug Seribu. aliran air yang indah menjadikan rasa lelah berkurang setelah menjalani treking yang luar biasa. debit air yang kecil dan air yang jernih dan tak bermuara menjadikan penghibur dan pereda lelah. setelah beberapa menit berhenti dan menikmati pesona curg sawer perjalanan ke curug seribupun di lanjutkan . 

 


Curug Seribu
setelah melewati jalan yang luarbiasa dan cukup melelahkan kamipun mencapai curug seribu, rasa lelah dan letih seketika hilang saat menapaki dan memandang lepas ke aliran Curug. pesona luar biasa, curug ini merupakan curug terindah di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Endah. kamipun menghabiskan waktu yang tersisa di hari ini untuk berlama- lama di Curu seribu. dan saat hari mulai mendung dan gelap kami mengahiri penjelajahan menikmati kecantikan dan pesona Curug Di Taman Nasional Gunung halimun Salak Endah
https://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/seribu-langkah-untuk-menikmati-pesona.html

 


Terima kasih buat Al yang sudah menemani penjelajahan kali ini, semoga perjalanan selanjurnya bisa bersama lagi. 

Wednesday, November 18, 2015

Jejak Tradisi Di Situs Megalitikum Cibalay Bogor






Minggu 15 November 2015
Pagi yang cerah membawa anganku untuk menikmati indahnya alam ini, rencana yang tadinya tertuju ke daerah Sentul berbalik arah ke Pegunungan salak endah tujuanya satu menikmati indahnya air terjun di wilayah tersebut. tetapi dalam perjalanan kami tertarik plang yang bertuliskan Curug Luhur Indah, sebelum sampai di curug luhur indah kami kembali menjumpai Plang bertuliskan Beberapa situs. Kamipun merasa tertatik mengunjungi situs tersebut. Situs ini lebih di kenal dengan Situs Arca Domas Cibalay, situs yang terdiri dari beberapa situs seperti Situs Arca Domas, Pasir Manggis, Situs Batu Bergores, Punden Endong Kasang Dan Punden Jami Picing. Situs ini terletak di Kampung Cibalay Desa Tapos Kecamatan Tenjolaya kabupaten Bogor.  Untuk sampai ke Situs ini kita dapat menggunakan dua rute yang berbeda pertama dari arah Bogor – Ciapus – Curug luhur – Terminal Faten. Dan yang ke dua dari arah Bogor – dermaga – Ciampea – Cinangneng – terminal faten. 

Dalam hati saya bertanya situs semacam apakah ini, karna jujur baru kali ini saya mendengar nama situs tersebut, setelah bertanya – Tanya ke warga bahwa kendaraan motor bisa langsung ke lokasi situs tersebut kamipun segera menuju kesana. Jarak yang harus kami tempuh berkisar 2 Km dari jalan Raya. Jika menggunakan Mobil, kendaraan harus di titipkan di rumah warga karna jalan hanya bisa di lalui oleh kendaraan roda dua. Kami harus berhati-hati menyusuri jalan setapak yang lumayan licin karena tersiram air hujan semalam. Salah-salah kami akan tergelincir dan masuk ke jurang,  terkadang saya harus turun dari motor untuk menghindari jatuh. Setelah 15 menit kamipun sampai di situs tersebut.
 

Sebelum memarkirkan motor kami di menjumpai Tumpukan batu, kami fikir ini suatu bangunan makam tetapi setelah kami konfirmasi ini bukanlah makam. Tumpukan batu ini di sebut Situs Balekambang.Situs ini merupakan peninggalan jaman Megalitikum/Zaman Prasejarah. Di situs ini dapat di lihat Menhir dan Batu Gores. Ada beberapa menhir yang tertata dengan panjang dan lebar yang berbeda.


Setelah Balekambang kami harus melewati aliran Sungai kecil yang di sebut sungai Cibalay, dan kamipun memarkirkan motor di tempat yang sudah di sediakan. Kamipun segera menuju Situs Arca Domas. Melewati pintu gerbang utama kami segera menyusuru tangga yang di apit pepohonan Pinus. Segarnya Udara pagi di bawah pohon pinus dapat kami rasakan, semilir angin menambahsemangat kami untuk segera mencapai Situa Arca Domas.


Hanya beberapa menit berjalan kami di suguhi hamparan bebatuan, saya teringat saat mengeksplore situs gunung padang, sangat mirip,perbedaanya hanyalah bentuk batunya. Sebenarnya nama situs Arca Domas sedikit tidak tepat karena disini tidak pernah di temukan Adanya Arca, yang ada hanyalah Punden Berundak ujar kang deni yang menemani kami. Situs Megalitikum ini  berada di ketinggian 700 mdpl, menempati area yang cukup luas sekitar 4 hektar dan merupakan punden berundak dengan komponen yang lengkap. Teras utama situs ini berada di udakan yang paling tinggi dengan beberapa batu menhir di atasnya.



Langkah kami terhenti di teras utama, lembaran-lembaran bebatuan unik ini membentuk suatu ruangan, menurut kang deni ruangan ini di jadikan pemujaan pada zaman tersebut. ada 7 undakan di situs ini, masing-masing undakan dengan bentuk yang berbeda namun menurutnya fungsinya masih sama sebagai tempat pemujaan. kamipun segera menelusuri Situs Arca Domas. Kebersihan di situs ini sangat terjaga dan terawat. Lembaran bebatuan terhampar di beberapa undakan, baik membentuk suatu ruangan atau seperti layaknya jalan. Di Area ini Batu dan Menhir berpencar ada yang berdekatan namun ada juga yang berjauhan. Di area utama puncak bukit di sebut “Pusar” di tengah-tengah hamparan batui terdapat batu berdiri tegak yang berbentuk segitiga dengan dioameter 3-4 meter.


Situs ini di kenal Masyarakat dengan Situs Cibalay dan paling banyak di kunjungi pada hari libur dan hari-hari tertentu. Tentunya dengan kepentingan yang berbeda-beda, selain berwisata terkadang mereka juga melakukan sesembahan menurutnya. Di dekat situs Arca domas terdapat saung seperti bale-bale yang terbuat dari bambu kita bisa beristirahat di saung tersebut.



Ada beberapa situs yang tersebar di area ini. Situs kebon kopi dan Jami Picing. Kamipun merasa tertarik untuk menelusuri beberapa situs lagi. Situs kebon kopi berada tak jauh dari situs Arca dormas, dengan beberapa menit menyusuri jalan setapak kamipun sampai di situs tersebut. di sebut situs kebon kopi mungkin karena bebatuan dan menhir yang berada di kebon kopi, di situs ini hanya di temui sedikit batu menhir saja.



Kamipun melanjutkan menyusur jalan setapak kearah Situs Jami Picing.tak lebih 10  menit menyusuri jalan kamipun  sampai di  komplek situs Jami Picing dan Batu bergores. Ada aliran air kecil yang cukup jernih sayapun merasakan kesegaran air tersebut. ada beberapa batu dan menhir yang kami jumpai di situs ini. Berbeda dengan situs di Arca Domas di sini hanya beberapa undakan saja. Ada semacam batu besar yang terdapat di situs ini dan di kenal dengan situs Batu Bergores.



Situs-situs yang unik ini merupakan warisan dari leluhur kita yang harus kita jaga agar anak cucu kita dapat menikmati keindahan dan keunikan ini, harapan kami setiap pengunjung tetap menjaga kebersihan dan jangan merusak situs yang ada apalagi mengambil atau memindahkan beberapa batu atau menhir di area situs ini.


Menurut kang deni di sekitar situs ini terdapat satu air terjun yang di kenal dengan air terjun Cibalay tetapi setelah kami menyusuri jalan dan menembus hutan bamboo kami tak menjumpai air terjun tersebut, ahirnya kamipun memutuskan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.