Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

Saturday, November 12, 2016

Hutan pinus Gunung Pancar Wisata Pilihan Bersama Keluarga


Takada hal yang paling indah kecuali berkumpul bersama orang - orang yang kita sayangi, melihat senyum dan bersenda gurau bersama mereka merupakan anugerah tersendiri dalam hidup ini. Bosan dengan hingar bingar kota yang terkadang membuat sesak di dada serta rindunya merengkuh keindahan alam sayapun  mengajak keluarga ke suatu tempat yang tak jauh dari ibu kota di ahir pekan bulan agustus lalu. Gunung pancar menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati kesejukan dan kesegaran alam Indonesia, selain jarak yang takterlalu jauh kami bisa mampir ke tempat famili di cibinong. 


Gunung Pancar merupakan sebuah Gunung yang mempunyai ketinggian sekitar 800 mdpl, Mungkin tepatnya adalah sebuah Bukit karena hanya mempunya ketinggian di bawah 1000 mdpl, gunung Pancar termasuk ke dalam Taman Wisata Alam (TWA) di bawah Balai Besar Konservasi sumber Daya Alam Jawa Barat. Gunung Pancar terletak di Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang  kabupaten Bogor Jawa Barat.

Tak sulit untuk sampai di lokasi gunung Pancar kamipun mengambil rute melalui jalur jalan Tol. setelah keluar tol sentul kami arahkan ke Junggel land, sebelum pintu gerbang Junggel lan memasuki jalan desa babadakan Madang - Karang tengah petunjuk yang jelas mengantarkan kami ke tempat yang cukup Indah. 


Sejuknya udara pegunungan mulai menyapa saat kami memasuki wilayah gunung pancar, pepohonan yang menjulang tinggi, udara yang sejuk nan romantis membuat kami menemukan ketenganan yang tak kami temuin di tempat lain. kamipun segera menepi dan menikmati ketenangan gunung pancar.

Sambil berlari-lari kecil Syafira, Yaqhdan dan Fakih menuju ketempat lapang di bawah teduhnya pepohonan pinus. mereka seakan-akan menemukan tempat baru untuk bermain, sungguh senang rasanya bisa mengenalkan keindahan alam Indonesia sedini mungkin kepada mereka.   


Selain duduk santai sambil menikmati semilirnya udara pegunungan di gunung pancar ada beberapa hal yang dapat di lakukan di tempat ini di antaranya Camping, Hiking, Bersepada Gunung, berendam di pemandian air panas dan menikmati alam hutan yang sangat menenangkan.

Kami lebih memilih duduk-duduk santai sambil mengamati anak-anak bermain di sekitar pepohonan hutan pinus. 

Hampir 2 jam kami berada di bawah rimbunan pepohonan pinus, banyak hal yang kami dapatkan di tempat ini. Yang pasti pengalaman anak-anak ke gunung Pancar tak mungkin mereka lupakan.  

Wednesday, July 13, 2016

Gua Lawa”Tumpukan Batu Besar di atar perbukitan nan indah”




Tegal merupakan salah satu wilayah yang berada di bawah kaki Gunung slamet, tak heran wilayah ini di kelilingi perbukitan nan indah, ada suatu bukit yang ahir-ahir ini menjadi trending bagi para traveler di kota ini. Tempat ini di sebut Gua Lawa. Gua Lawa merupakan Bukit bebatuan Besar yang di keliling pepohonan pinus yang terletak di atara 3 dea. Desa Batu Agung, harjawinangun dan desa Bukateja. Untuk mencapai desa ini para traveler bisa melewat jalur  dari arah Tegal – Slawi – Balapulang – Banjaranyar – Batu Agung/Harjawinangun/Bukateja atau Jalur Purwokerto/ Bumiayu- Margasari -  Banjaranyar (SMU Banjaranyar) - Batu Agung / Harjawinangun / Bukateja. Jika traveler nenginginkan jalur trekking yang mudah di jajaki lewatlah jalur Harjawinangun. Carilah MA harjawinangun dan traveller bisa menitipkan kendaraan di bengkel motor  dan membeli tiket seharga Rp.5000 dan memulai trekking  


Treking sekitar 3 Km harus traveler lakukan untuk menggapai Puncak Gua Lawa. Tentunya dengan jalur yang relative aman, dan pesona persawahan serta perbukitan yang dapat menghibur perjalanan traveler. tetapi  untuk mencapai puncak bebatuan traveler harus ekstra hati-hati bebatuan besar akan menghadang dan menantang langkah selanjutnya. Jika pertama kali kesini sangat di sarankan traveler di damping seseorang yang sudah pernah ke tempat ini karena tidak ada petunjuk yang jelas untuk menggapai puncak.


Bukit batu atau Gua Lawa yang terletak di ketinggian sekitar 434 mdpl menawarkan pesona perbukitan nan indah, pesona keindahan gunung slamet akan terlihat jelas dari puncak bukit. Jika traveler menginginkan View yang lebih indah datang lah di pagi hari untuk merasakan sensasi Sunrise di Gua Lawa. Keindahan Matahari terbit yang menawan di antara perbukitan indah dan Gunung Slamet jelas terlihat akan memanjakan Mata para traveler.



Susunan bebatuan besar ini sangat unik di lihat, ada Batu Besar yang terbelah terletak di atas bebatuan. Tentunya sangat menantang bagi pecinta clumbing, tetapi jika anda tak yakin menggapainya dan dengan peralatan yang minim sangat disarankan tidak menggapai puncak tersebut. traveler cukup menikmati dari Puncak bebatuan lainya.


Jangan harap para traveler akan menemukan Sebuah Gua jika mencapai Puncak, Gua yang sangat sempit di antara semak-semak terletak di dasar bebatuan besar. Gua yang di huni oleh Ribuan Lawa atau Kelelawar tersebut sangat sulit di jangkau. Hati-hati hewan lain mengintai di sekitar gua ini.



Sangat di sayangkan keindahan Gua Lawa sudah tercoreng oleh traveler yang tidak bertangguang jawab. Perilaku Vandal sudah terjadi di tempat ini, jejak-jekak traveler di tinggalkan dengan mencoret-coret bebatuan yang seharusnya keindahanya tetap di jaga. Soo buat traveler yang akan ke sini tolong tetap jaga keindahan Gua Lawa jangan tambahin corat coretan yang tidak penting dan tetap Berhati hati. 

Friday, December 25, 2015

Gunung Gajah Pemalang "pesona di balik rimbunya Hutan Jati"


SEtelah Menikmati Indahnya curug Sibedil (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-sibedil-pemalang.html) dan Curug Bengkawah (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-bengkawah-pemalang.html)  Tujuan Eksplor selanjutnya adalah k Gunung Gajah. nama yang unik inilah menjadi daya tarikku untuk menyambangi Gunung tersebut.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan Gunung Gajah terletak di Desa Gongseng kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jawa Tengah. Sebenarnya ada dua jalur untuk menikmati keindahan akan Gunung Gajah ini yang pertama melewati desa Gonseng yang konon akses menuju kesana sudah bagus berupa jalan beraspal dan melewati desa Kajene yang konon sangat menantang bagi pengguna kendaraan roda dua.


Hanya ada beberapa petunujuk yang mengarahkan kami ke Gunung Gajah, tetapi petunjuk tersebut tidaklah lengkap hingga kami harus tersesat sejauh kurang lebih 3 Km kamipun harus bertanya. Googel maap yang biasa saya andalkan sinyal di sini tidak terlalu bagus jadii bermodalkan bertanya ke pada penduduk setempat, beruntung penduduk di sekitar sini ramah dan kami mendapatkan informasi yang akurat. 

Setelah melewati beberapa kampung kamipun masuk ke desa Kajene. dari desa inilah perjalanan kami llanjutkan dengan menyusuri jalan beraspal yang rusak. kami harus sangat hati-hati maklum bukan motor Cross yang kami bawa.kamipun menyusuri hutan nan sepi. kami hanya menjumpai beberapa warga yang sedang mencari rumput dan penduduk setempat yang akan ke desa lain. saya sempat ragu apakah perjalanan akan kami lanjutkan, tetapi karena penasaran dengan Gunung yang berbentuk seperti gajah ini perjalananpun kami lanjutkan. 


Keindahan Trek yang kami lalui menjadi penghibur ketakutanku, deretan pepohonan jati yang mengapit jalan yang sangat sepi menambah rasa takut bertambah. kendaraan kami terus melaju dengan sangat hati-hati, jalanan yang licin terkadang berlubang dan tergenang air membuat perjalanan kali ini lebih menantang


Setelah hampir 30 menit perjalanan keluar masuk hutan jati, kondisi jalan yang tak cocok dengan kendaraan yang kami bawa, becek, berlumpur dan terkadang jalan yang terjal harus kami lalui. terkadang kami harus berhenti istirahat untuk mereda pegal yang kamirasakan. kami melewati hutan mati dan disinilah Gunung Gajah terlihat jelas. 


Semangat kamipun muncul setelah menikmati keindahan Gunung Gajah dari kejauhan. perjalanan kami lanjutkan, jalan menuju ke sana semakin terjal. saat memasuki hutan dengan pepohonan jati yang menjulang tinggi kami di kejutkan satwa langka yang terbang melewati kami. dua ekor Ayam hutan sempat menghentikan laju kendaraan kami. 


Ada beberapa satwa yang terdapat di hutan ini dan di lindungi oleh pemerintah satwa tersebut di antaranya Burung merak, ayam hutan dan Kera atau Monyet serta ada beberapa fauna. larangan untuk berburu satwa tersebut terpampang jelas.


seelah menempuh perjalanan yang luar biasa sampai juga ahirnya kami di dasar Gunung Gajah, kami tak berniat mencapai puncak Gunung tersebut. selain persiapan yang minim kamipun tak membawa bekal yang memadai. sehingga kami urungkan niat untuk melakukan pendakian. hanya ada beberapa pengunjung yang kami jumpai tak lebih dari 10 orang. setelah beristirahat kami memutuskan untuk menikmati keindahan Gunung gajah dari arah desa Gonseng. 



berbeda dengan jalur sebelumnya, bukan hutan yang kami telusuru melalui jalur ini hamparan persawahan luas yang menghijau menjadi pemanis Gunung Gajah. Gunung dengan ketinggian 1100 mdpl ini sangat mirip gajah bila di lihat dari arah sini. sangat jelas sekali bentuk Gunung ini, sambil duduk di sebuah jembatan kami menikmati keindahan Gunung Gajah.


sungguh sangat menyesal saya tak dapat menikmati keindahan dari puncak Gunung gajah. suatu saat nanti saya akan kembali lagi dengan persiapan dan perbekalan yang memadai dan kan kucapai puncakmu Gunung Gajah. 


Saturday, August 29, 2015

Pemburu Babi di balik Keindahan Gunung Galunggung


Kamis 20 agustus 2015
Puncak Gunung selalu menawarkan kedamaian dan ketenangan di sanalah aku dapatkan semua itu, angin semilir dan hawa dingin yang menyegarkan serta panorama yang menakjubkan selalu di suguhkan dari puncak sana. Karena hal tersebut pula setiap perjalanan yang ku lakuakan, saya selalu berusaha menyempatkan untuk mengenal alam lebih dekat. Dalam Perjalananku kali ini Gunung Galunggung menjadi incaranku, Sebuah Gunung merapi yang terletak di tasikmalaya Jawa barat dan menjadi ikon wisata daerah tersebut.Galunggung berketinggian 2.167 mdpl  dan berjarak 17 Km dari pusat kota tasikmalaya menjadikan Gunung Galunggung menjadi pilihan untuk melepas penat. 

Selesai penutupan kegiatan hari ini kami berlima memutuskan untuk menikmati keindahan Galunggung, selain Tujuan utama kami berendam di kolam air panas untuk melepas lelah, menikmati sunset dari  puncak Gunung Galunggungpun menjadi incaran kami. Tepat pukul 15.30 WIB perjalananpun kami mulai, menyusuri jalanan dari pusat kota tasik dengan berbekal pengalaman sang supir kami tidak menjumpai kemacetan yang berarti. Jalanan yang menyempit dan menanjak mulai kami jumpai saat mendekati area pegunungan galunggung.  kamipun memasuki  pintu utama Gunung Galunggung, kami harus membayar retribusi sebesar Rp. 12.000 untuk dapat melanjutkan perjalanan kekawah maupun dan pamandian air panas, setelah mendapatkan tiket kamipun melanjutkan 
perjalanan. tak lama kami menemu  pertigaan jika memilih ke kanan ke arah puncak / kawah gunung sedangkan yang ke kiri ke pemandian air panas. kamipun memilih ke arah puncak. tepat pukul 17.000 Wib kamipun memarkirkan kendaraan di tempat yang ada.


Untuk mencapai Puncak Galunggung dan menikmati keindahan kawah gunung kami harus meniti tangga yang berketinggian sekitar 315 Meter atau sekitar 620 anak tangga. Sebelum Meniti tangga menuju puncak kamipun mengambil air mineral sebagai bekal saat di puncak nanti, Satu demi satu anak tangga mulai kami daki. meniti anak tangga  kearah puncak merupakan hal yang  mudah bagi yang sering mendaki, tetapi tidak buat rekan saya yang baru kali ini menginjakan kakinya di pegungungan dengan ketinggian lebih dari 2000 mdpl, mereka harus bersusah payah mengatur nafas dan tenaga untuk mencapai puncak sana. setelah 10 menit kami berjalan menuju atas di belakang kami datang segerombolan babi hutan menyebrani tangga dan berlalu kesemak-semak, kalo saya lihat ada sekitar 6 babi,


Selama meniti anak tangga keindahan yang di suguhkan cukup menawan, dapat sedikit mengobati rasa lelah dan letih, gugusan perbukitan yang menghijau serta siluet langit yang menawan di suguhkan saat berjalan menuju puncak. 


Ahirnya sampai juga saya di puncak Galunggung, warung-warung tak berpenghunipun berjejer di sini, Keindahan semesta alam yang di ciptakan Allah SWT dapat saya nikmati. Sayapun berjalan lebih dekat ke arah kawah, ada anak tangga yang menghubungkan ke bibir kawah ingin rasanya saya meniti tangga tersebut, tetapi waktu tak mengijinkan karena surya  mulai tenggelam. kawah yang sepertinya tidak aktif dengan warna yang hijau menjadikan kawah ini tampak tenang. mata ku memandang luas ke arah hamparan perbukitan yang menawan. Di puncak sinilah ketenangan jiwa dapat ku rasakan. 

setelah menikmati keindahan Galunggung dari puncak ini kamipun beranjak dan meninggalkan puncak. selama menurunin tangga saya  menjumpai beberapa pasangan muda mudi yang akan menuju puncak, ada hal yang menggelitik dalam pikiran saya, salah satu pemuda menanyakan kepada saya apakah benar kalo di malam jumat tempat ini di jadikan tempat ritual, sayapun menjawab dengan senyum dan berkata " wah saya ga tau tuh,, mengenai Ritual " sambil berlalu sayapun tersenyum dan bertanya dalam hati... Benarkah itu???


Setelam kami menuruni tangga sampai ahirnya kami di parkiran, tak lama kemudian terdengar suara berisik, ramai dan seperti teriakan hewan. saya pun mendekat ke suara tersebut. sekelompok pemuda datang dengan membopong seekor hewan, Rupanya hewan tersebut adalah seekor anak babi yang terkena jebakan para pemburu. anak babi inipun berteriak-teriak kencang seolah-olah meminta tolong kepada induknya. tak lama dari bawah terdengar segerombolan babi yang mendekat kearah kami tetapi pembuu tersebut melempari mereka dengan batu dan kawanan babi tersebutpun menjauh, 


Babi ini di tangkap oleh pemburu dan menurut salah satu dari mereka mengatakan hampir setiap hari mereka melakukan perburuan tersebut, hampir di setiap gunung yang terdapat di wilayah tasik garut dan sekitarnya. mereka menangkap babi dengan memasang jala yang terbuat dari tali panjang yang di ikatkan ke sebuah bambu panjang dan ketika kaki babi tersangkut di tali mereka menangkap babi tersebut. 

Berdasarkan  informasi yang saya dapatkan babi ini akan di jadikan aduan dengan beberapa ekor Anjing, dan jika babi ini menang harga jualnya akan tinggi tetapi jika kalah babi ini juga akan tetap di jual sebagai bahan makanan,
Tak terbayang jika pemburu ini melakukanperburuan setiap hari kepunahan habitat pun terancam. tidakah ada tindakan dari pemerintah.. dalam hati pun bertanya??  tetapi yang saya lihat di Gunung Galunggung petugas di sini tampak membiarkan perbuatan perburuan tersebut.

Mudah-mudahan tindakan perburuan ini dapat di hentikan secepat mungkin supaya tak terjadi kepunahan habitan fauna di daerah pegunungan... semoga saja... Ini harapan saya, dan mungkin menjadi harapan bagi setiap pencinta alam Indonesia.   




Friday, August 14, 2015

Menikmati Sunrise di Gunung Lawa "Harjawinangun Tegal"


Minggu 19 Juli 2015
Selesai Azan subuh berkumandang dan sholat subuh yang ku lakukan akupun bergegas membangunkan kedua keponakanku rafi dan rehan. Di hari ketiga lebaran ini kami akan  melakukan sebuah perjalanan menikmati indahnya alam yang ada di dekat perkampungan kami. kami tinggal di desa Kalibakung Kec balapulang Kab Tegal Jawa Tengah. Sebuah gunung menjadi sasaran perjalanan kali ini, Gunung lawa namanya, entah kenapa di sebut gunung lawa, mungkin karena di Gunung ini banyak sekali terdapat kelelawar ( bahasa jawanya : Lawa ). Gunung ini terletak di desa harjawinangun masih satu kecamatan dengan desaku. berjarak tak kurang 10 Km dari desa kami. berbekalanpun kami siapkan, saya hanya membawa minuman,senter dan makanan ringan. tepat jam 05.00 perjalanan dimulai, dengan mengendarai sepeda motor kami menuju desa Harjawinangun. dingin yang menusuk tulang dan menggetarkan bibir ini tak menjadi soal buatku kamipun menembus gelap dan sunyi. 15 menit berselang sampai ahirnya kami di desa Harjawinangun, saya kesulitan mencari tempat parkir karna tak ada seorangpun yang aku temui di kampung ini, mungkin karna hari terlalu pagi. dengan pelan saya menjumpai penduduk yang berada di depan rumah dan menanyakan penitipan motor, penduduk tersebutpun menyarankan untuk menitipkan di rumah bapa dasril, saya segera menuju rumah yang di tunjukan tapi sayang keadaan rumah masih gelap. ahirnya saya menjumpai seseorang yang sedang jalan pagi,  melihat saya kebingungan bapa tersebut menyarankan untuk menitipkanya di rumahnya. 


Perjalananpun kami lanjutkan kami menuju jalan perkampungan, MA harjawinangun menjadi patokan ketika akan menuju ke Gunung lawa. jarak dari desa ini kepuncak Gunung tak lebih dari 3 Km, kamipun menyusuri jalan yang terdapat di samping Madrasah Aliyah  tersebut. gelap mulai pudar dan terang membantu perjalanan kali ini. hamparan persawahan  yang menguning menjadi penghiburku, kami melewati sungai yang mengering, hampir tak ada air mungkin karena musim kemarau. Setelah melewati sungai kamipun menembus jalan setapak dan bersemak. pepohonan yang menjulang menjadikan perjalanan ini lebih menantang. 



Setelah hampir 20 menit berjalan kami pun menemukan batu-batu besar yang ada di kaki Gunung lawa. Gunung Lawa merupakan Sebuah Bukit yang tersusun dari batu-batu besar dengan di kelilingi pepohonan pinus. tingginya tak lebih dari 1000 mdpl , tak ada petunjuk untuk mencapai puncak Gunung ini, kami harus mencari jalan sendiri, dan jalanan buntupun kami temui, dan saya harus kembali dan mencari jalan lain. 


Untuk mencapai puncak kami harus melewati batu-batu besar, sayapun harus berhati-hati menapaki bebatuan ini, salah menginjak saya dapat terpeleset kebawah, dengan bantuan pepohonan dan akar kami melewati bebatuan besar tersebut. 

 




Sebelum mencapai puncak pemandangan yang sangat luar biasa kami nikmati, Surya yang mulai muncul dari perbukitan dan kilauan sinarnya menjadi pengobat rasa lelahku.  Pepohonan yang rindang mempercantik panorama ini. Sungguh sangat beruntung kami bisa menikmati keindahan alam ini.


setelah menikmati sunrise yang mempesona, kamipun segera menuju puncak, bebatuan besar masih harus kami lewati, hanya  lewat bebatuan inilah kami bisa mencapai puncak gunung lawa.  Susunan batu-batu besar layaknya sebuah taman batu, tersusun alami munkinkan ini hasil dari letusan gunung? entahlah, belum ada yang melakukan penelitian di daerah ini. daerah inipun belum di jadikan tempat wisata dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah Tegal. .




 



 
Inilah sususnan bebatuan yang sungguh luar biasa, tetapi sangat di sayangkan walaupun tempat ini belum di kelola perilaku vandal sudah menodai Gunung lawa, banyak corat coret dan tulisan di bebatuan besar ini, perilaku yang tidak terpuji menjadi kebiasaan bagi para pengunjung yang tidak memahami akan indahnya alam, mereka dengan bangga menuliskan nama dan dari mana ia berasal sungguh ironis. tempat yang seharusnya di jaga tetapi di rusak. 


Disini saya dapat menikmati pesona gunung Lawa, menghirup segarnya udara yang menyapa, memandang tanpa batas hamparan luas yang menghijau, perbukitan yang mempesona dan keindahan serta pesona gunung slamet yang menawan. di puncak ini ketenangan dan kedamaian  kudapatkan. saya berfikir jika tempat ini di jaga dan di kelola dengan baik akan banyak orang yang dapat menikmati keindahan alam ini.setelah beritirahat sambil menikamti indahnya pesona gunung lawa tepat jam 08.00 kamipun meninggalkan puncak gunung lawa dengan kepausan dan kekecewaan karena ulah vandal. 

 












Saat pulangpun saya menjumpai perilaku vandal yang di lakukan oleh aparat setempat. berikanlah contoh yang baik tuk tidak mencorat-coret apapun, untuk tetap menjaga keindahan alam yang ada. pesan buat para pendaki atau pengunjung yang akan melakukan perjalanan ke gunung lawa, lakukan kunjungan jangan di musim hujan karena beresiko lonsor, jangan lakukan perilaku vandal, tetap menjaga kebersihan di puncak gunung bawa kembali sampahmu, lakukan perjalanan pagi atau sore hari agar mendapat panorama yang luar biasa, tempat ini masih gratis jadi harus menjaga alamnya.