Showing posts with label Danau. Show all posts
Showing posts with label Danau. Show all posts

Monday, October 3, 2016

Danau Kassi Kebo Taman Nasional Bantimurung Keindahan yang menghanyutkan


Keindahan Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung tak ada habisnya, Setelah menikmati keindahan kupu-kupu di musium kupu-kupu (https://jalantraveller.blogspot.co.id/2016/10/kerajaan-kupu-kupu-di-taman-nasional.html) dan pesona air terjun (https://jalantraveller.blogspot.co.id/2016/10/unik-dan-indahnya-air-terjun.html) kamipun Bantimurung kamipun beranjak menuju Danau Kassi Kebo. Danau Kassi Kebo berjarak sekitar 800 meter dari Air terjun Bantimurung, Kami harus meniti 119 anak tangga dengan tingkat kemiringan lebih dari 45 derajat, tak perlu khawatir setelah melewati anak tersebut jalan setapak yang landaipun akan di umpai. 



Setelah melewati anak tangga dengan pesona Air terjun Bantimurung di samping sebelah kananya kamipun menyusri jalan setapak yang landai, menembus hutan dengan sesekali terdengar kicauan burung bersautan membuat perjalanan makin mengasikan. kami melewati sebuah makam  yang ada di sebelah kiri jalan setapak, menurut pemandu kami makam tersebut adalah makam Raja Toakala,Selain di kenal dengan sebutan Danau Kassi Kebo danau ini di sebut juga Danau Toakala. 


Kamipun berjalan menyusuri jalanan setapak, di sebelah kanan kami terdapat deretan karst menyerupai tebing yang tinggi, dengan pepeohonan hijau menjadi pelengkap keindahan. terdapat aliran sungai cantik yang berwarna hijau sungai ini teramat tenang seolah tak ada aliran, kamipun sempat menikmati ketenangan dan keelokan sungai tersebut dengan duduk-duduk di sebuah bangku bambu di tepi sungai. menurut sang pemandu ada larangan untuk mandi atau berenang di sungai tersebut. menerutnya ada arus yang sangat deras di dasar sungai yang berbentuk pusaran yang akan menyeret setiap orang yang berenang di sungai tersebut. sungguh mengerikan membayangkanya.. 


Setelah kami di hibur oleh indahnya sungai yang bermuara menjadi air terjun Bantimurung yang aliranya sangat deras perjalananpun kami lanjutkan. takbutuh waktu lama untuk dapat menikmati keindahan Danau Kassi kebo atau Danau Toakala kamipun sampai di tepian danau yang sangat mempesona. Danau yang sangat tenang dengan warna air biru langit serta pasir putih yang mengelilinginya di tambah terdapatnya air terjun yang tak terlalu tinggi tetapi menambah kecantikan Danau Kassi Kebo.


Danau yang tenang ini ternyata sangat menghanyutkan, menurut pemandu yang mengikuti kami danau ini sudah menelan banyak korban, tak heran jalan menuju air terjun di tutup sudah lebih dari lima tahun silam. Walau air terjun yang berada di Danau Kassi kebo terbilang kecil namun di dasar air terjun terdapat pusaran yang teramat deras yang akan membawa korban ke sungai bawah tanah sehinga setiap korban yang hilang tak akan pernah di temukan mayatnya. sungguh teramat mengerikan, 



Dibalik cerita miengerikan karena danau Kassi kebo menelan banyak korban ada sesuatu yang sangat menarik di tepian danau ini. gerombolan kupu-kupu yang inidah hinggap di tepian danau mungkin ratusan jumlahnya. mereka sangat tenang menikmati tepi danau yang berpasir putih terkadang terbang dan hinggap lagi menghisap sari danau, beruntung kami dapat menyaksikan ritual kupu kupu di pagi hari ini. menurut sang pemandu tepian Danau Kassi Kebo di jadikan tempat pavorit kupu-kupu untuk berkumpul sungguh sangat menakjubkan.inilah yang menjadi daya tarik Taman Nasional Bantimurung-burusaraung gerombolan kupu-kupu cantik akan menyapa wisatawan di pagi hari. 


Ketenangan Danau Passi Kebo atau danau Toalak membuat kita terasa damai terbebas dari hiruk pikuk kota yang terkadang membuat kita terasa tertekan, keidahan Danau Kassi kebo haruslah tetap kita jaga dengan tidak mengotori dan membuang sampah sembarang akan menjaga kelestarian alam ini dan tentunya ingat jangan sekali-kali melanggar larangan yang  ada atau mungkin anda menjadi korban selanjutnya. Salam Traveller dari sang Jejak tak berujung. 

Thursday, July 28, 2016

Danau Mandalare Tempat Kece di Banjar Patoman



Sampai  juga ahirnya kami di tempat indah ini, 26 juli 2016 pukul 05.30kami  bersama kang ending sebagai guidenya kami menikmati pesona danau mandalare nan indah tersebut. Mandalare merupakan sebuah desa di Kecamatan Pataruman Kabupaten Banjar Patroman Jawa Barat. Desa yang di dominasi oleh perbukitan, perkebunan serta kawasan bebatuan. Kegiatan penambangan batu menjadi kegiatan penduduk setempat. Dahulu daerah ini menjadi tempat yang rawan lonsor tetapi saat ini kawasan ini akan di jadikan tempat wisata andalan kota banjar.





Keindahan Mandalare tak di ragukan lagi, perbukitan dan hutan nan indah serta persawahan yang membentang menambah pesona mandalare. Ada satu tempat yang sedang ngehits di kalangan anak muda dan menjadi buruan kaum  pecinta alam. Sebuah danau di sekitar bebatuan besar tempat penambang batu. Danau yang tak begitu luas tapi mampu menawarkan pesona nan luar biasa. 


Menuju  ke danau tersebut dapat menggunakan kendaraan umum atau motor, jika menggunakan kendaraan umum anda bisa menggunakan angkutan kuning trayek banjar – menganti dari Terminal banjar. Turun di mandalare dan di lanjutkan dengan trekking sekitar 1 Km  kearah penambangan Batu Mandalare. Jika menggunakan motor bisa langsung ke KTP.



 Pesona danau di antara tebing batu yang menjulang akan memanjakan setiap mata traveler. Traveler dapat menikmati sensasi diatas rakit dan mengelilingi danau tersebut, tetapi harus berhati-hati rakit tersebut hanya bisa di naiki 3 orang saja, danau dengan kedalaman lebih dari 2 meter ini akan menenggelamkan traveler jika anda menaiki lebih dari 3 orang. Sepertihalnya kami yang tenggelam karena rakit di naiki 4 orang, ini pengalaman yang mungkin tak akan di laupakan, berbasah kuyup di pagi hari di tempat nan mempesona. Luar biasa… hahahahah



Inilah tempat baru dan sedang ngehit di kota banjar, Jawa barat. Anda Penasaran Ayooo cepat ke TKP. Tetapi inget jangan kotori tempat indah ini dengan perilaku yang tidak menyenangkan seperti Vandalisme atau nyampah. Inget ya jadilah traveler yang baik bukan traveler yang alayers.


Saturday, July 16, 2016

Menepi di Telaga Biru Cigaru Nan membiru


Setiap sudut Indonesia menawarkan pesona akan keindahannya, Banyak tempat wisata baru yang tumbuh seirama dengan trenya kehidupan traveller. Tak terkecuali di daerah Tanggerang Banten, tempat yang baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan bagi penikmat keindahan. Telaga Biru Cigaru namanya. sebuah telaga yang di hasilkan dari bekas galian pasir lebih dari 5 tahun yang lalu yang berada di kawasan Cisoka Tanggerang Banten. Pada tanggal 12 juli 2016 aku membawa keluargaku beserta kedua keponakanku ke telaga nan membiru ini.



Untuk mencapai Telaga Biru Cigaru dapat di akses dari arah serang atau dari arah Cikupa.  Serang – Cisoka – SMPN Cisoka – telaga Biru Cigaru, Dari Cikupa -Tigaraksa - Cisoka - SMPN Cisoka - Telaga Biru Cigaru. Tiket masuk ke Area ini seharga Rp. 5000 dan parkir kendaraan Roda dua Rp.3000.  Perjalanan di lanjutkan melalui jalan perkampungan , akses menuju Telaga Biru Cigaru relatif baik, 


Ada Tiga Telaga yang bisa kita nikmati keindahanya, telaga pertama dengan kedalaman berkisar 4 meter ini mampu membuat pengunjung terpesona, telaga berwarna hijau toska dengan tumbuhan bambu nan menghijau mempercantik telaga ini.

 

Telaga ke dua tak kalah cantiknya, telaga dengan kedalaman 7 meter ini berwarna Biru, berdindingkan layaknya tebing – tebing membatasi telaga tersebut. tak ada tumbuhan di sekitar telaga kedua.




Telaga ke tiga kedalamanya sekitar 10 meter, telaga biru nan indah, ada sisa galian yang di tinggalkan di telaga ketiga yang melengkapi keindahan telaga biru Cigaru. Pepohonan di sekitar telaga ketiga ini menambah pesona telaga tersebut.






Di tepian telaga terdapat pembatas untuk menghindari para traveler berenang atau masuk ke area telaga Biru Cigaru, larangan membuang sampah sembarangan di area ini tentunya harus di taati oleh Traveler yang datang ke Telaga Biru Cidaru.



Terik matahari sangat menyengat di telaga ini sehingga di sarankan datanglah dipagi atau sore hari untuk menikmati keindahan 3 Telaga yang menawan ini. 

Saturday, January 16, 2016

Telaga Biru Cidaru - Cisoka



Setiap sudut Indonesia menawarkan keindahannya, tak puas rasanya mata ini memandang akan keindahan negeri tercinta ini. Banyak tempat wisata baru yang tumbuh seirama dengan trenya kehidupan traveller. kali ini saya akan menguraikan tempat wisata yang saya kunjungi beberapa hari yang lalu di daerah Cisoka Tanggerang. tempat ini baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan bagi penikmat keindahan. Telaga Biru Cidaru namanya. sebuah telaga yang di hasilkan dari bekas galian pasir di kawasan Tanggerang Banten. 


Untuk mencapai Telaga Biru Cidaru dapat di akses dari arah serang atau dari arah Cikupa, saya sendiri memilih dari arah Cikupa. Dari Cikupa kita bisa menyusuri jalan raya serang setelah menjumpai lampu merah Tigaraksa motor kuarahkan ke kiri, jalanan yang lebar dan cukup baik serta teduhpun kami nikmati di sini, menjumpai bundaran Tigaraksa motor di arahkan ke kanan, dan lurus sampai menjumpai pertigaan ke dua, di pertigaan kedua kendaraan tetap melaju lurus ke arah Cisoka sampai menjumpai plang SMPN Cisoka dan kendaraan  ke arah kiri masuk ke area SMPN Cisoka. tak jauh dari sini Banner sudah terpampang Jelas arah Telaga Biru Cidaru. 


Perjalanan ku lanjutkan melalui jalan perkampungan , akses menuju Telaga Biru Cidaru relatif baik,walau termasuk wisata baru namun jalan menuju ke sana  kami temukanan dengan mudahnya. hampir 30 menit kami berjalan dari arah Cikupa kamipun sampai di kawasan ini. 


Sebelum kami sampai di Telaga Biru Cidaru mata kami di manjakan dengan panorama hamparan persawahan yang cukup menawan. pesona ini  tentunya mengurangi rasa lelah kami saat di perjalanan. kami sempat berhenti sejenak di sini memandang luas sawah di temani langit yang membiru.



Sampai Juga ahirnya kami di daerah ini, sebuah telaga yang luas dengan warna hijau Toska ini membuka mata kami. kami tak menyangka ada tempat yang cukup menawan di daerah Industri Tanggerang ini. menurut cerita warga setempat telaga ini dalam sehari akan berubah menjadi tiga warna, terkadang akan menjumpai warna hijau, berubah menjadi Biru dan berubah kembali menjadi bening. entah fenomena apa ini. 


Telaga ini merupakan hasil dari Galian Pasir yang di lakukan beberapa tahun yang silam, telaga dengan kedalaman sekitar 50 meter tersebut tergenang air hujan dari tahun ke tahun, dan pada musim kemarau di jumpai telaga nan indah ini. perubahan warna yang menawan menjadikan daya tarik tersendiri untuk mengunjungi telaga Biru Cidaru. 


Pukul 08.00 Wib saya sampai di sini, Walau terik Surya mulai menyengat sayapun mencoba menikmati telaga lebih dekat Telaga Ini di bentengi pepohonan yang menghijau dan memantulkan banyanganya di dasar telaga, menambah indahnya telaga bila di lihat dari dekat. hamparan pasir di tepi telaga Biru membuat telaga semakin menawan. 


Di tepian telaga terdapat pembatas untuk menghindari pengunjung berenang atau masuk ke area telaga Biru Cidaru, larangan membuang sampah sembarangan di area ini tentunya harus di taati oleh setiap pengunjung yang datang ke Telaga Biru Cidaru. sayapun mulai berjalan menikmati telaga bitu ini, ku pandang setiap sudut telaga yang membuat saya mensyukuri dan mengagungkan Allah SWT atas keindahan yang di ciptakaNya. 


Ada beberapa Telaga di tempat ini yang tentunya dari hasil galian pasir,jika kita berjalan mengelilingi telaga, kita bisa menjumpai beberapa telaga kecil tersebut, telaga dengan warna hijau dan batu-batu karas yang terdapat di sekitarnya, serta pagar pembatas yang melarang kita menikmati telaga lebih dekat akan kita jumpai di sini. satu telaga kecil sambungan dari telaga utama dan telaga yang airnya cukup dalam dari dasar tentunya membuat saya semakin betah di sini. 



Sayang hari semakin siang dan terik matahari semakin menyengat. walau baru pukul 09.00 WIB namun matahari terasa menyengat kulit ini, keringat mengucur dari wajah ini, kamipun memutuskan untuk menepi dan meninggalkan Telaga Cidaru. 
saran yang saya sampaikan untuk mengunjungi Telaga ini
1. berkunjung ke telaga Biru Cidaru sebaiknya pagi hari jam 07.00 Wib atau sore hari agar tidak terlalu panas.
2. hanya di kenakan biaya parkir sebesar Rp. 3000 belum ada retribusi untuk ke wisata ini
3. tetap jaga keindahan telaga ini dengan tidak membuang sampah sembarangan
4. jangan sekali-kali melewati pembatas telaga karena sangat berbahaya
5. tak usah cemas mengenai makanan, di sini berderet warung warung yang siap memenuhi rasa lapar dan haus pengunjung