Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Saturday, May 23, 2015

Sunrise dan tiga gunung kurangi kesedihanmu "Di Bongkotan TegalAmpel"

9 mei 2015
4 hari yang lalu  kami di sini, duduk bersama bercerita dan kau banyak memberikan petuah tentang paitnya kehidupan, kau mendoakan kesehatanku dan kebahagiaan keluarga dan anak-anaku. kau bercengkerama dengan putra putriku, yaqhdan dan syafira mencium tangan kokohmu yang tak lagi kuat, kau tampak senang dengan kedua cicitmu itu. aku duduk berdekatan dengan mu dan banyak hal yang aku dapatkan darimu mengenai perjuangan dalam menggapai kebahagiaan yang hakiki, kesederhanaan dan kegigihan kau tularkan kepadaku, perlindungan terhadap istri dan anak-anak kau ucapkan dari getaran bibirmu, kau nampak sehat walau usiamu tak lagi muda, kau tampak kuat walau kau berjalan dengan kaki ketigamu. di usiamu yang ke 90 tahun kau tak kenal lelah, kau tetap gigih menjalankan kehidupanmu, sholat dan mengajipun tak pernah kau tinggalkan, walau dengan jalan membungkuk dan tak dapat bersujud dengan sempurna. sungguh luar biasa dirimu.



Kedatanganku beserta istri dan anakku tak sebahagia kemarin saat menatap mata sayumu, kau yang kemaren sehat tanpa tanda apapun,kini terbaring terbungkus kain putih di dalam peti, kubuka kain yang menutup wajahmu, dan ku tuntun istriku untuk melihat mu untuk terahir kalinya, aku tau dia sangat berduka. tetes matanya tampak tertahan di matanya yang jernih itu, bibir manisnya bergetar hendak mengucapkan kata-kata tetapi tak sampai, dia menunduk dan berdoa. Mbah kau yang kemaren kokoh kini terbaring kaku, tak ada isyarat kau akan meninggalkan kami secepat ini, di hari yang baik ini ( jumat 8 mei 2015 ) kami mengantarkanmu ke pembaringan terahir. ratusan orang mengiringi kepulanganmu  ke sang pencipta, Allah yang maha kuasa kini memanggilmu mbah.. kami iklas mengantarkanmu kesini, kami yakin tempat yang indah sudah menunggumu di sana.  


Hari kedua di Duku Bongkotan desa TegalAmpel Klaten, ku ajak istriku mengenal lebih dekat tanah kelahiranya, jam 05.30 Wib, saat anak-anak masih terlelap kami langkahkan kaki ke arah timur desa bongkotan ini, Sebuah desa yang masih sangat asri di kelilingi hamparan sawah yang menghijau, akupun terpaku saat berjalan ke arah timur di sudut desa ini, pemandangan yang sangat indah menghiasi hamparan sawah, Gunung Lawu yang bersanding dengan sang mentari menjadi penghibur di pagi ini, pijaran emas bersinar di balik susunan awan yang berpusat dari puncak Lawu, pantulan indah dari persawahan menjadikan tempat asri ini sangat istimewa bagi kami. kamipun memandang bebas tanpa batas ke puncak lawu, sungguh anugrah indah Kau suguhkan untuk kami, mentari yang mulai menampakan diri menambah indah cakrawala alam ini.  

Kamipun dapat menikmati aktivitas warga bongkotan di pagi hari, mereka bertani dan kami melihat peternak bebek mengiring bebeknya mencari makanan ke tepian persawahan, semangat mereka tampak dari ayuhan sepeda yang mereka bawa, semangat pagi yang luar biasa. 



Setelah puas menikmati keindahan sunrise dan kokohnya gunung lawu kamipun berjalan ke arah barat, kearah di mana pembaringan terahir mbah kami,dari sini kami masih menikmati sunrise dengan awan yang luar biasa menawan. sampai di depan pemakaman kamipun duduk di tepian sawah  pemandangan yang tak kalah indahnyapun di suduguhkan dari tempat ini.  



Dua gunung kokoh bersanding di arah barat sana, indah dan menawan dengan warna langit yang luarbiasa, gunung merapi dan merbabu yang luar biasa, garis lurus pembatas sawah bagai menuju gunung tersebut, hamparan sawah yang menghijau menambah indahnya tempat ini. sungguh indah kampung bongkotan ini, 


Kami berjalan kembali ke arah barat menuju ke dua gunung yang menawan ini, udara sejuk yang kami hirup menambah energi di pagi ini, menyegarkan raga dan jiwa yang lelah ini dan menambah semangat seperti semangat penduduk bongkotan yang sedang meladang di pagi ini.



Sepeda-sepeda unik yang mereka parkirkan di tepian sawahpun menjadi perhatianku, aku bersukur dapat menikmati keindahan alam ini dan mengajak istriku merasakan keagungan ciptaan Allah SWT. 


Inilah kampungku yang sangat indah, yang selalu akan aku rindukan dan menjadi kenangan bersama mbahku, petuah-petuahnya akan selalu membuat kerinduanku di desa ini. Desa yang penuh kenangan dan tak terlupakan.   

Selamat jalan mbah doa-doa kami kan slalu kami tujukan untukmu

Sunday, May 3, 2015

Umbul Ponggok Klaten " Fun Underwater Air Tawar "


2 mei 2015
Perjalanan Pertama ku bersama keluarga di musim liburan,cuti aku dan istriku, kali ini ku pilih sebuah wisata air di kota klaten. Umbul ponggok namanya, Umbul Ponggok merupakan sebuah kolam alami yang di kembangkan menjadi wisata tirta dan merupaka wisata yang cukup terkenal di daerah Klaten. Kolam air tawar di Umbul Ponggok berasal dari mata air dari proses alam dan debit air yang cukup mengalir terus,wisata ini terletak di desa Ponggok yang berada di kecamatan polan Harjo Klaten, jawa tengah. Mencapai Umbul ini biasanya menggunakan kendaraan pribadi denga motor atau mobil, belum ada kendaraan umum. bisa di capai dari jalan Solo- Yogya, setelah Pom bensin pakis belok kanan, lalu mengikuti jalanan yang menikung ke kanan sampai di pertigaan tugu belok kiri, tidak jauh dari sini sudah terlihat umbul ponggok, 


Perjalananku ke arah umbul Ponggok ku mulai dari Tegal ampel Klaten. tepat pukul 08.00 dengan menggunakan kendaraan roda dua kami sekeluarga bersama maya dan Vika menuju Umbul Ponggok, dengan menyusuri jalanan yang kanan dan kiri membentang sawah yang menghijau, pemandangan gunung merapi dan semeru yang luar biasa indahnya menjadi penghibur di perjalanan kali ini, setelah 20 menit motor melaju  kamipun di guyur hujan, hujan lebat sempat menghentikan kam sejenak, dengan menggunakan jas hujan kami pun melaju kembali. setelah 45 menit sampai lah kami tepat di Umbul ponggok. 


setelah memarkirkan kendaraan, kami pun menuju loket untuk membeli tiket, dengan membayar Rp. 5000 rupiah sekaligus membayar parkir untuk motor seharga Rp.2000 kamipun melenggang masuk ke dalam Umbul Ponggok. kolam ini di lihat sekilas nampak layaknya seperti kolam renang biasa, kolam  ukuran 50 X 25 meter dengan kedalaman rata-rata 1,5 meter - 2.6 meter banyak di kunjungi oleh wisatawan,baik yang akan snorkling maupun yang mau melakukan diving  tetapi mereka lebih memilih meneduh karena hujan mengguyur umbul ini. 


Di sebelah kanan umbul terdapat jejeran ruko-ruko, ruko yang pertama kami lewati adalah tempat penyewaan alat-alat untuk berenang atau snorkling, untuk menyewa pelampung,kaki katak, hanya mengeluarkan Rp. 5000 rupiah dan untuk kacamata untuk menyewa snorkling seharga Rp.10.000. masuk kedalam lagi ada tempat yang menyewakan kamera underwater, untuk 1 jam seharga Rp. 100.000 sedangkan bila menyewa 30 menit hanya Rp. 60.000, melewati tempat penyewaan berjejer warung yang menawarkan makanan dan minuman, sayapun langsung mencari warungnya ibu darmini,setelah melewati 5 warung sayapun langsung menemukan warung ibu darmini, di sini saya sudah jajian dengan mas Reza/Ari ( sebagai jasa untuk foto underwater dengan mas reza hanya membayar Rp. 100.000 untuk 1 jam dan 30 menit sebelumnya untuk latihan terlebih dahulu ). sayapun langsung menemui mas Ari.



Hujan masih mengguyur umbul ponggok, setelah hampir 20 menit hujanpun sedikit reda, Sayapun mengajak istri, Fira dan Adan untuk segera menceburkan diri kedalam kolam. air di dalam umbul ini cukup jernih, perpaduan antara warna hijau dan biru, saat kaki menyentuh air yang terasa adalah air yang cukup dingin, sayapun menceburkan diri terlebih dahulu daripada anak-anak. waw.. airnya dingin di tambah lagi gerimis yang masih setia menemani kami. setelah menyelam sebentar saya beleum menemukan keunikan dari umbul ini. sayaoun mengajak fira dan adan untuk turun, mereka berteriak ketika sebagian tubuhnya tertelan umbul ponggok, dan minta di angkat.. dinginnnnn katanyaa.. merekapun tidak mau kembali kedalam air yang jernih ini. 



Kemudian sayapun mengajak istri untuk melakukan penyelaman, saya sadar jika istri sangat trauma dengan air, tetapi saya ingin sekali istri menikmati bagaimana indahnya pemandangan di dalam air umbul ponggok ini, dengan sabar sayapun membujuknya agar mau turun, sayapun mengajarkan bagaimana cara melakukan penyelama, walau agak sedikit lama ahirnya dia mampu menenggelamkan kepalanya kedalam air.walau hanya bertahan beberapa detik saja. setelah saya rasa cukup, sayapun memanggil mas Ari untuk melakukan pemotretan kami, mas ari menyebar umpan di sekitar kolam, hal ini bertujuan agar ikan datang dan mendekat ke arah kami.

jalantraveller.blogspot.com

Istriku hanya bertahan 10 menit saja, sayapun menganjurkanya untuk istirahat, selagi dia isirahat sayapun menikmati dingin dan segarnya umbul ponggok ini. Kolam yang bagiku istimewa ini sangat tiada duanya, air yang jernih, alami tanpa kaporit, segar, dasar yang di dominasi oleh bebatuan baik berukuran besar maupun kecil, pasir putih, dan beraneka ragam ikan air tawar berbagai ukuran menjadi hiasan yang tak terkira di Umbul Ponggok ini. dan satu lagi yang paling penting adalah walau banyak terdapat ikan, tidak tercium amis sedikitpun, hal ini karena air yang mengalir terus menerus ke sungai. 

jalantraveller.blogspot.com


Ikan ikan yang menghampiri seolah merasa senang bisa menemaniku menikmati keindahan di dalam air tawar ini, sayapun mulai bercumbu dengan beberapa ikan yang ada di sekitarku, bebatuan besar dan kecil menjadi pelengkap eksotiknya wisata air tawar ini. tak heran Umbul ponggok menjadi satu-satunya tempat snorkling air tawar  terbaik di Indonesia.



Satu hal lain yang menarik lagi adalah bila kita akan melakukan pemotretan dengan menggunakan konsep, kita dapat membawa aksesoris langsung kedalam kolam,.aksesoris yang sering di bawa adalah sepeda, kursi, tenda, TV, dan lain sebagainya, yang pasti aksesoris ini mampu bertahan di dalam air. Bila ingin melakukan pemotretan dengan aksesoris sebaiknya datang di hari senin - jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB. karena Unggul Ponggok tidak begitu ramai.  Aksesoris bisa di sewa di warga sekitar dengan harga berfariasi. 



Dengan  menggunakan konsep tentunya snorkling akan bertambah semakin indah, dan ini tak  dapat di temui kecuali di Unggul Ponggok klaten, sayapun mencoba menyelam dengan mengayuh sepeda, walau agak susah payah tetapi hasilnya tidak mengecewakan.


Terimakasih mas ari yang telah menemani saya  menikmati keindahan umbul ponggok sekaligus mengabadikanya, terimasih mba Vika yang mengantarkan kami ke tempat yang indah ini. 
Keindahan Wisata bawah air tawar Umbul Ponggok tidak di ragukan lagi, tentunya kita sebagai penikmat keindahan janganlah lupa tetap menjaga keindahan tersebut, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mengotori sekitar kolam umbul Ponggok , tetap lestarikan keindahan alam indonesia.
Setelah dari Umbul Ponggok nikmati pula keindahan alam dari atas Pohon pinus di Kali Biru
http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/05/romantisnya-si-kalibiru-kulonprogo.html

Sunday, March 22, 2015

Singgah Di Sanggar Pawelingan Nyatnyono Ungaran


Selesai melakukan sholat subuh saya keluar dari tempat penginapan yang berada di daerah Nyatnyono, Pukul 05.30 saya melangkahkan kaki menyusuri jalan yang sepi dan udara yang segarpun menyapa di pagi buta ini. saya menuju ke arah gunung yang menjulang di depanku, entah gunung apa namanya, mungkin itukah gunung ungaran???



Sepanjang jalan saya hanya menemui beberapa orang yang sedang melakukan olah raga pagi. 5 menit berjalan saya melewati sebuah kolam renang yang terdapat di sebuah villa. kolam  ini masih tutup pada jam segini. beberapa menit kemudian sayapun memasuki desa Blanten. di pertigaa ini ada penunjuk arah. saya tertarik mengambil ke arah kiri untuk menuju Lembah kemenangan.


Sayapun ke arah kanan dari pertigaan tersebut, Jika ke kanan bawah menuju Obyek Wisata Kolam renang Tirto Argo Siwarak, tetapi saya lebih tertarik untuk menuju ke arah atas Yaitu ke lembah kemenangan, saya tidak mengetahui tempat apa itu.Setelah berjalan ke atas saya dapat menikmati sunset dari atas, matahari yang berlahan muncul dapat saya nikmati dari jalan ini.


setelah 5 menit saya berhenti dan menikmati indahnya sunset, perjalanapun saya lanjutkan, sambil berlari kecil dan menikmati sejuknya udara saya melewati sebuah pintu gerbang  dan terdapat seorang bapa yang sedang membersihkan jalanan di gerbang tersebut, sayapun bertanya kepada bapa tersebut mengenai lembah kemenangan. menurut bapa lembah kemenangan merupakan tempat ibadah umat kristiani. dan berjarak sekitar 500 meter, sayapun melanjutkan perjalanan.sambil menikmati keindahan alam sekitar.


Setelah melewati jalanan yang menajkan dan amat sepi, saya menjumpai sebuah rumah, saya pun melanjukan perjalanan, saya terkejut ketika ada 2 ekor anjing yang menggonggong dari rumah tersebut, saya putuskan untu kembali. Setelah berlari dan mengatur nafas sayapun bertemu kembali dengan penjaga yang tadi, rupanya bapa ini merupakan penjaga sebuah sanggar, Sanggar Pawelingan namanya. setelah berbincang dan minta ijin sayapun memasuki sanggar tersebut. 



Sanggar Ini tampat terawat rapi ada sebuah anak tangga besar untuk menuju pendopo. Di samping kanan kiri anak tangga ini terdapat patung seekor ular yang di depanya terdapat pernak pernik mirip dengan sesajen, di depan sesajen itu tertuliskan sebuah nama. 


Dengan menaiki anak sayapun memasuki sanggar tersebut.  saya di sambut oleh tiga buah patung kera, ketiga kera ini berbeda, yang satu menutup mata, menutup telinga dan yang satu menutup hidung, entah apa maksud dari patung kera tersebut. ada sebuah kolam di depan patung kera, dan terdapat lukisan yang biasa di mainkan dalang saat memaenkan wayang. Yang di bawahnya bertuliskan huruf jawa. 

Di sebelah kanan dan kiri terdapat anak tangga yang lebih kecil, sayapun mulai menaikinya. Setelah sampai saya melihat sebuah kolam yang di tengahnya terdapat sebuah patung mirip arca.



Di sebelah kanan kolam tersebut terdapat patung yang bertuliskan eyang semar tunggul jati.patung tersebut berada di sebuah ruangan yang mirip gua



sebelum ke pendopo terdapat ruangan yang bersih dan tertata rapih kesanku, di sebelah kanan ada 2 ekor ular naga. 

Untuk naik ke pendopo ada anak tangga kecil yang harus aku lewati, sampai di ruang pendopo juga. Ada ruangan yang terbuka dab di sekat oleh rantai segi empat, yang di depanya terdapat pernak pernik untuk kegiatan. 

Masuk lebih dalam terdat dua buah foto, menurut penjagafoto ini merupakan pemilik dari sanggar, di samping  kanan terdapat sebuah meja yang terbuat dari kayu dan menyerupai bentuk binatang. Dan di situ juga terdapat sebuah kendi yang betisi dupa. 


Ada tulisan dari bahasa jawa, yang aku tak tau artinya. Selesai saya menyusuri ruang pendopo ini saya merasa tertarik ke ruang sebela. Di luar ruangan terdapat 2 buah makam yang berukuran besar, menurut keterangan dari penjaga, ini merupakan makam pemilik pendopo ini.


Berada di makam sendirian membuat aku merinding,sayapun memutuskan untuk beranjak dari pendopo ini. Saat keluad dari sanggar saya masih bertemu bapa penunggu sanggar, Menurutnya tempat ini ramai Jika malam Jumat kliwon dan bila hari-hari tertentu saja, Ahirnya sayapun mengucapkan terimakasih dan meminta ijin untuk pulang.

Ketika saya berjalan ke arah penginapan, saya masih menjumpai langit yang begitu indah..