Saturday, December 24, 2016

Hamparan Awan di Watu Amben



Keindahan Jogjakarta tak akan pernah ada habisnya, banyak saja wisata baru yang di suguhkan dan tentunya memanjakan setiap wisatawan dan ini menjadi daya tarik tersendiri buat saya, maka pantaslah jika kota ini selalu di sebut kota yang selalu ngangenin. Setelah kemaren di manjakan dengan keindahan  Kota Magelang hari ini Minggu 18 Desember 2016 kamipun akan mengesplore Gunung Kidul yang konon sangat eksotik. Setelah lama menunggu ahirnya kereta yang membawa keluarga inipun tiba di stasiun tugu Yogyakarta walau telat hampir satu jam. Tepat pukul 05.00 kamipun berangkat ke Gunung kidul tujuan kami adalah ke Jurang Tembalan Kanigoro. Walau suasana mendung kami tetap berharap dapat menikmati keindahan Gugusan awan dari jurang tersebut.




Setelah memasuki daerah Patuk tiba - tiba mas Azis menghentikan kendaraanya dan mengenalkan sebuah tempat yang tak kalah indahnya, tempat tersebut di beri nama Watu Amben. Watu amben berada di sekitar 1 kilometer dari perempatan Patuk tak jauh dari bukit bintang tepat di sebelah kiri jalan utama menuju imogori. Adapun nama watu amben berasal dari kata Watu yang berarti batu dan amben yang menurut bahasa jawa berarti pempat tidur atau ranjang. jadi watu amben adalah batu yang berbentuk seperti ranjang unik bukan??



Dari tempat ini kita dapat menikmati gugusan awan yang berada di sekitar perbukitan, lanscape yang begitu indah bukan, bukin yang menghijau di kelilingi awan seolah kita berada di atasnya. tempat ini cukup membuat kami terkagum karena pesona yang di suguhkan tak kami duga, ada tempat nan indah di tepi jalan utama tersebut. seolah tak mau melewatkan keindahan tempat ini kamipun asik berfoto ria, sayangnya Erdi lebih memilih tidur di dalam moobil mungkin dia ngantuk karena semalam kurang istirahatnya. 



Jika siang hari dari tempat ini wisatawan dapat melihat pesona yogyakarta dari ketinggian atau saat malam hari kerlip lampu akan memanjakan pengunjung yang asik nongkrong di tempat ini. kamipun hanya sebentar di sini karena tujuan utama kami ke Jurang Tembelan ahirnya perjalanan kami lanjutkan. tetapi kami sangat bersukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat begitu besar di pagi ini. 

Rumah Kamera Unik Nan Nyentrik



17 Desember 2016 penjelajahan kota Magelang belumlah berahir, walau langit mulai mendung rasa penasaran akan keunikan dan keindahan kota ini masih menggebu. setelah menikmati keindahan alam dan Candi borobudur dari bukit Rhema tepatnya di puncak Gereja Ayam perjalanan kamipun di lanjutkan ke bangunan unik yang lagi ngehit di Magelang. Kang  Azis pun membawa kita ke arah Rumah kamera. 



Rumah Kamera berlokasi tak jauh dari Kemegahan Candi Borobudur  mungkin sekitar 1 km, satu arah dengan wisata Puthuk Setumbu tepatnya di Desa Majaksingim kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Tak begitu sulit mencari bangunan unik ini setelah melaju sekiatr 10 menit dari komplek  Candi prambanan sampai Juga kami di Rumah Unik yang berada tepat di kiri jalan.



Setelah sampai di halaman Rumah kamera tampak beberapa pengunjung sedang mengabadikan keberadaanya di rumah unik nan nyentrik ini, cekrek.. cekrekk.. Upload.. hahahah.. kamipun segera memasuki area parkir Rumah Kamera, baru menuju halaman depan Rumah unik ini gerimispun datang. kami segera meneduh di sebuah kafe yang berada disamping tempat pembelian tiket. 


Sambil duduk santai di Cafe yang berada di Rumah Kamera kami memesan minuman untuk menghangatkan tubuh, hujan semakin deras dan angin terkadang membawa butiran-butiran air membasahi baju kami. Beruntung di kafe ini terdapat stop kontak sehingga kami bisa sambil cas kamera kami untuk meningkatkan daya tepatnya supaya gak lowbet jadi bisa cekrak cekrek juga kan.. hehehe.. setel;ah lama menunggu ahirnya hujanpun reda saya dan erdi segera ke halaman depan untuk menikmati keunikan Rumah kamera. . 


Rumah Kamera dengan luas lahan sekitar 3.800 meter persegi dengan luas bangunan 17 X 18 meter berdiri tegak di sebelah kiri jalan, Pemilik rumah unik yang bernama Tanggoel Angine Jatikusumio  membangun Rumah Kamera sejak tahun 2013 dengan menghabiskan dana sekitar 1 milyar uniknya lagi rumah ini bukan di jadikan rumah tinggal si mpunya tetapisebagai galeri lukisanya, sekaligus sebagai tempat untuk mengabdikan dirinya sebagai seniman untuk mengajarkan anak-anak melukis. 



Ada beberapa tiket yang di tawarkan untuk menjelajahi bangunan unik yang terdiri dari 4 lantai, jika kita mengabadikan dengan berbagai fasilitas menarik seperti Painting Galeri, Rooftop, Gembok cinta Loveelock, 3D Photo yang terdapat di lantai 1 dan lantai 2, Kaca Magist Star-Wards, Kaca miror Castle infiniti atau mau langsung ke lantai 4 menikmati keindahan dan kemegahan Candi borobudur dan  sekitarnya atau mungkin seperti kami yang sekedar menikmati keunikan Rumah Kamera dari halaman depan saja. 


Di halaman Depan Rumah kamera ada dua buah patung gajah yang mempercantik dan menambah keunikan bangunan tersebut, kata mas Ajismah seperti di Thailan heheheh.. kami yang memilih menikmati keunikan Rumah kamera tanpa memasuki dan menyusuri ruang-ruang di dalamnya, tak terasa hari mulai sore kamipun beranjak dari rumah nan unik tersebut. 

Mudah-mudahan di lain waktu kami bisa datang kembali dan menyusuri ruang demi ruang yang tentunya akan semakin mengasyikan. tepat pukul 15.30 kamipun meninggalkan Rumah kamera menuju hutan pinus Kragilan https://jalantraveller.blogspot.co.id/2016/12/pengin-ngehits-datanglah-ke-top-selfie.html

Friday, December 23, 2016

Pengin Ngehits?? Datanglah Ke Top Selfie Hutan Pinus Kragilan



Bukan sekeder Kemegahan Candi Borobudur sebagai Icon kota ini, tetapi Magelang ternyata menyimpan sejumlah wisata alam yang luar biasa. Kota yang memiliki slogan kota Harapan yang di apit oleh beberapa gunung berapi mempunyai spot-spot keren kekinian yang wajib di kunjungi oleh wisatawan diataran Hutan Pinus Kragilan yang terkenal dengan sebutaan Top Selfie  Hutan Pinus Kragilan nama yang unik bukan??

Setelah menjelajahi kota magelang nan indah ini kami ( Andy dan Erdi ) di bawa oleh mas ajis kesebuah hutan yang cukup jauh dari pusat kota magelang, walau langit sedikit tak bersahabat alias mendung dengan kendaraan roda dua kami melaju ke Hutan yang berada tepat di lereng Gunung Merbabu. Berada tak jauh dari Gardu Pandang Ketep Pass menjadikan Hutan ini di buru oleh wisatawan tentunya karena udara nan sejuk dan pesona yang di suguhkan. 

Perjalanan yang menyenangkan tentunya saat menuju Top Selfie Hutan Pinus Kragilan,udara dingin mulai menyapa saat melewati Gardu pandang Kettep Pass, jalan berliku dan sedikit menanjak serta panorama sekitar menjadi penghibur perjalanan kali ini. Hutan Pinus Kragilan terletak bukan di pinggir jalan utama tepatnya Berlokasi di  Desa Kaponan Kecamatan Pakis kabupaten Magelang. Untuk dapat menikmati suguhan keindahan hutan pinus kragilan kita harus membeli tiket Rp. 3000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.10.000 untuk kendaraan roda empat. 

Setelah melewati post dan membayar retribusi kamipun menuju Top Selfi Hutan Pinus Kragilan, pantas saja wisata hutan ini mampu menyedot wisatawan yang begitu banyak ternyata keindahannya dan pesonanya mampu membawa kita seperti berada di luar negri loh.. penasaran juga kenapa hutan pinus kragilan di kenal dengan TOP SELFI?? ternyata di tempat ini memang banyak spot spot indah untuk berfoto ria terutama bagi yang hobi fotografi. 


Spot yang paling indah untuk berfotografi menurut saya adalah tepat di tengah-jalan yang menurun tepat setelah pintu masuk menuju parkiran, di kanan kiri pohon pinus menjulang tinggi berjejer dengan dedaunan pinus yang menghampar di tepi jalan berwarna coklat keemasan serta dua jalan beton yang membelah hutan menjadikan tempat ini sangat istimewa. Banyak wisatawan yang menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengabadikan keindahan Top Selfie Hutan Pinus Kragilan. Meskipun sangat di perlukan Feel fotografi untuk membuat sebuah foto semakin menarik. 


Setelah turunan terdapat beberapa bangku yang terletak di sebelah kanan-kiri sepanjang jalan, area ini juga tak kalah menarik dan indahnya, ada juga panggung atau gardu pandang ala-ala kalibiru sebagai pelengkap Top Selfie Hutan pinus Kragilan. jika pengunjung berani ada seekor ular besar yang dapat di jadikan aksesoris untuk mengambil sebuah gambar. Hutan pinus cantik ini juga sering di gunakan oleh wisatawan sebagai tempat preweding bisa di bilang kawasan hutan pinus ini mempunya spot yang indah untuk berfotografi. 

Beruntung kami dapat menikmati keindahan hutan pinus ini, suatu saat pasti kami akan kembali dengan cerita yang berbeda. terima kasih kepada mas azis yang sudah mengenalkan dan membawa ke tempat yang indah ini. Kapan kalian kesini?? tentunya tetap jaga keindahannya ya, jangan berprilaku vandal dan jangan buang sampah sembarangan. OK!!

Senang rasanya bisa jalan bersama kalian, mudah mudahan di lain kesempatan kita bisa menikmati keindahan indonesia lagi bersama.

Tuesday, December 20, 2016

Nyantai di Bukit Rhema " Gereja Ayam "


Memecahkan rasa penasaran saya kepada keindahan suatu bukit yang terkenal setelah suksesnya film AADC II sayapun dan mas Ajis untuk mengunjungi tempat tersebut. Setelah puas bermain air di Curug Watuploso Mas Azis Javanika mengantarkan kami ke Bukit Rhema atau lebih di kenal dengan sebutan Gereja Ayam. Bukit Rhema terletak di sekitar 2,5 KM dari Candi Borobudur Magelang. tepatnya di dusun Gombong Desa Kembangklimus Kecamatan Borobudur Kabupaten magelang Jawa Tengah. Karena Mas Azis sudah beberapa kali mengunjungi tempat tersebut kamipun tak butuh waktu lama sampai di halaman parkir Bukit Rhema. 


Setelah membayar parkir sebesar Rp. 5000 kamipun melenggang menuju bukit Rhema. untuk mencapai gereja ayam kita harus berjalan sekitar 300 meter dengan jalanan yang menanjak hampir 45 derajat, jika pengunjung enggan berjalan  kaki di sini di sediakan Jeep untuk mengantarkan wisatawan langsung ke gereja ayam cukup dengn membayar Rp.7000 saja. kamipun memilih berjalan kaki sambil menikmati kesejukan bukit Rhema.


Setelah melewati tanjakan kami menjumpai post loket yang menjual tiket masuk ke Gereja Ayam, dengan harga tiket Rp.10.000/orang kita bisa naik ke  puncak gereja ayam. Sampai juga ahirnya kami di depan sebuah bangunan besar. Gereja Ayam / Merpati  sayapun memangdang lekat  bangunan besar tersebut, bangunan yang sudah berumur dinding-dindingnya sudah di tumbuhi lumut yang menghijau namun tetap  kokoh berdiri tegak sungguh unik bangunan tersebut. 


Setelah puas menikmati kekokohan bangunan gereja yang menyerupai Ayam ataupun merpati saya dan erdi beranjak menuju pintu masuk yang di jaga oleh beberapa orang, dengan menunjukan tiket yang sudah kami beli kami menuju puncak Gereja ayam. mas Azis lebih memilih bersantai dengan menggunakan Hamhocknya di samping bangunan gereja ayam.


Untuk mencapai bagian paling atas dari Gereja ayam kami harus melewati beberapa tingkatan. Tingkatan pertama merupakan langit-langit gereja di sini kami bisa menikmati luasnya ruangan dengan beberapa pilar di bagian ekornya, masih banyak perbaikan yang dilakukan di ruangan tersebut. menaiki tingkatan ke dua merupakan bagian leher ayam terdapat jendela-jendela kecil diruangan tersebut, ada beberapa gambar yang bisa di jadikan obyek untuk berselfie ria pada ruangan ini. menuju tingkatan ke tiga merupakan ruangan paruh ayam yang bergincu merah dan tingkatan terahir merupakan puncak dari Gereja ayam. 


Mahkota Ayam merupakan tingkatan terahir, dari sinilah kita bisa menikmati pesona yang sangat indah,kemegahan candi Borobudur, Gunung Merapi dan Merbabu dapat kita nikmati dari puncak Gereja ayam. sangat di sayangkan banyak perilaku vandal yang di lakukan oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.


Teriknya matahari tyang menyengat dan waktu yang di batasi ahirnya kamipun turun dan bersantai di samping Gereja ayam menikmati semilirnya angin yang menghapus keringat setelah berpanasan ria di atas mahkotra ayam. 


Curug Watuploso " Curug Keren di antara bebatuan besar"



Saat menikmati keindahan gugusan pegunungan dari puncak mongkrong saya melihat sebuah air terjun bertingkat tiga yang mengalir di atas bebatuan besar, air terjun tersebut membuat penasaran kami dan sayapun bertanya kepada pengelola Puthuk mongkrong mengenai air terjun tersebut, curug atau air terjun yang di di kenal dengan nama air terjun Watuploso tak jauh dari lokasi Punthuk Mongkrong, terletak di Dusun Miriombo Kulon desa Giripurno kecamatan Borobudur, sekitar 9 Km dari Borobudur. kamipun segera meninggalkan Puncak mongkrong menuju air terjun Watuploso. 

Motor kamipun meninggalkan area parkir puncak mongkrong dan mengikuti arahan dari mas Azis javanika, tak lebih dari 10 menit kamipun sampai di area parkir Curug Watuploso, area ini berada di perkampungan warga, selain dapat di gunakan untuk parkir kendaraan roda dua bisa juga digunakan untuk parkir kendaraan roda empat. kamipun segera membeli tiket masuk sekaligus membayar tiket parkir motor kami, kami hanya membayar Rp 3000 untuk tiket masuk dan Rp.2000 untuk parkir motor, harga yang relatif murah bukan???

Sekedar bercerita menganai asal usul nama di balik keindahan curug watuploso, sayapun berbincang dnegan mbah hadi yang menjaga loket tiket, menurut mbah hadi curug ini merupakan milik pribadinya nama Watuploso di ambil dari nama anaknya yaitu Wahyu dan Tulus yang bila di singkat menjadi WATU dan ploso berarti lebar, dan menurut bahasa jawa WATUPLOSO berarti batu yang lebar. tempat inilah sebagai penghibur buat  kegiatan si mbah yang di berikan oleh anak-anaknya, menurt mbah yang di panggil pak guru oleh warga sekitar obyek wisata watuploso akan di kembangkan oleh dinas pariwisata kota Magelang, tetapi sampai saat ini rencana itu belum teralisasi. 


Setelah berbincang dengan mbah Hadi kamipun menyusuri jalan setapak menuju curug watuploso. jalanan yang cukup terawat dan dibeton mengantarkan kami ke sebuah keris besar yang tertancap di sebuah batu Keris Tirtowutan namanya. di belakang keris besar terdapat dua telapak tangan yang dapat di gunakan untuk beristirahat sambil menikmati pesona kehijauan dan aliran curug Watuploso yang membelah bebatuan.

Yang unik dari Curug watuploso adalah adanya perahu dengan kepala naga yang berada tepat di depan aliran curug, perahu tersebut di beri nama Perahu Sulaeman tempat inipun kami jadikan spot untuk mengabadikan keberadaan kami di sini. Dari perahu naga kami bisa memandang lebih dekat guyuran air dari atas batu dan mengalir mengikuti bebatuan lebar. 


Debit air yang tak begitu besar mengalir begitu deras, air yang jernih dan segar memaksa saya takkuasa untuk menyentuhnya, entah dari mana sumber air tersebut menurut warga air tersebut bisa langsung di komsumsi karena kemurnianya tetap terjaga, Air terjun mengalir tak bermuara jadi jangan berharap dapat berenang di air terjun watuploso, mungkin hanya sekedar bergelut dengan deburan air yang mengalir bisa di lakukan. 


Ada seikat tambang yang menjadi titian kami untuk menyebrangi curug kedua air terjun ini, Saya harus ekstra hati-hati meniti bebatuan yang licin, salah langkah saya bisa tergelincir dan terbawa aliran ke curug ketiga. sungguh mendebarkan memang tetapi sesasinya sangat luar biasa.

Curug Watuploso mempunyai tiga tingkatan, curug pertama dengan ketinggian sekitar 10 meter, mengalir sepanjang tahun tetapi debitnya berkurang saat musim kemarau, curug keduamengalir membelah bebatuan lebar dan curug ketiga tak terlihat mengalir di tebing atau jurang. di sebrang curug kedua terdapat gazebo yang dapat di gunakan sebagai tempat beristirahat dengan suguhan keindahan curug Watuploso. 


Banyak hal yang kami dapati dari keindahan Curug Watuploso, selain pesonanya yang menakjubkan ada hal yang menyentuh di balik cerita mbah hadi yang mpunya curug tersebut, terus semangat ya mbah dan tetap sehat selalu jangan lupa minum obatnya, mudah-mudahan kami bisa bertandang kembali kecurug ini di kemudian hari. 

Punthuk Mongkrong "View Sunrise Keren Ala Magelang "


Lanscape indah pegunungan menoreh di tambah dengan deretan gunung yang menawan menambah tempat ini sangat Istimewa dan wajib di kunjungi jika anda berada di Magelang. Sebagai Puncak terindah untuk menikmati sunrise  Puthuk Mongkrong menjadi idola baru wisata alam  daerah yang terkenal dengan Candi Borobudurnya. Keindahan dan pesona alam sekitarnya menjadi daya tarik setiap wisatawan dari berbagai usia.  


Magelang sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang menyimpan beribu keindahan baik pesona alam maupun kemegahan akan Candi borobudurnya. Kota yang terletak di tengah Pulau Jawa yang di kelilingi oleh deretan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Telomoyo dan pegunungan menoreh, tak heran Magelang mempunya beberapa tempat untuk menikmati View Sunrise yang menakjubkan salah satunya adalah Puthuk Mongkrong. 


Puthuk Mongkrong menjadi tempat pertamaku menikmati keindahan Alam magelang, bersama dengan kang Azis sebagai Tour Guide kamipun menuju Puthuk Mongkrong. sekedar irformasi kang Azis yang mempunya picture keren di Instragramnya ( azis_javanica)  mengenalkanku akan pesona Punthuk Mongkrong tersebut. Niat hati ingin ngecam di puncak Punthuk Mongkrong tapi apalah daya cuaca tak bersahabat, ahirnya kamipun singgah di kediaman kang azis di daerah Muntilan. 


Sabtu 17 Desember 2016 tepat pukul 04.30 kamipun meninggalkan muntilan menuju daerah Borobudur menuju, Kamipun menembus dinginya embun pagi Magelang, jalanan nan sepi dan udara segar khas pegunungan menemani kedinginan kami, dengan menggunakan kendaraan roda dua kami menyusuri jalan berliku nan menanjak tajam.  


Punthuk Mongkrong berada di dusun Kamal Desa Giritengah Kecamatan Borobudur kabupaten Magelang yang berjarak sekitar 5 Km dari Candi Borobudur. Untuk menggapai Puncak perbukitan dengan ketinggian sekitar 650 mdpl kami harus melewati jalanan yang menanjak lebih dari 45 derajat dan tikungan tajam, tentunya jika kalian hendak ke sini haruslah menggunakan kendaraan yang prima. Takkurang dari 1 jam kami menyusuri jalan yang relatif baik namun menegangkan ahirnya kamipun sampai di area parkiran Punthuk Mongkrong. tempat yang masih sepi, hanya beberapa sepeda motor bertengger di parkiran tersebut, jika menggunakan kendaraan roda Empat anda harus memarkirkan jauh dari tempat parkiran tersebut, tentunya dengan treking yang lebih jauh. 
    

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 5000 kamipun melanjutkan treking menyusuri jalan setapak, menembus perkebunan warga dengan kontur tanah yang relatif datar terkadang menanjak tak seberapa melewati tepian jurang dengan penghalang bambu di tepi jurang ahirnya kamipun sampai setelah berjalan tak lebih dari 300 meter. sampai juga kami di Puncak Punthuk Mongkrong. 


Waw... sungguh pesonamu tiada henti, sejuknya embun menyapa dan suguhan lukisan alam yang maha sempurna meneduhkan hati kami, Dua buah Gunung bersanding di hadapan kami, menurut mas azis gunung tersebut adalah gunung Merapi dan merbabu, tak kalah cantiknya gunung Sindoro tersenyum anggun menyapa kami, walau cuaca tak begitu cerah dan kami tak menikmati Sunrise terindah Puncak Mongkrong tapi pesona ini sungguh luar biasa. gugusan awan makin mempercantik Puncak Mongkrong. 


Ada beberapa spot yang di sediakan di puncak Mongkrong, jembatan kayu berbentuk huru V terbalik menjadi tempat paforit untuk berselfie ria. berbagai gayapun kami lakukan seolah tak mau melewatkan momen terbaik saat berada di puncak Mongkrong. gaya yang kami sukai adalah saat kami loncat menggunakan sapu lidi bergaya seolah kami terbang ala nenek sihir. walau menegangkan tapi mengasikan, rupanya gaya tersebut menjadi perhatian pengunjung lain dan ahirnya merekapun mengikutinya. 


Ini bukanlah kalibiru atau The Lodge bandung tapi ini merupakan puncak Mongkrong yang menyediakan rumah panggung dengan View yang tak kalah indahnya. Tak perlu merogoh kocek untuk menaiki panggung tersebut, cukup dengan keberanian berada di  ketinggian dan mendapatkan pengalaman yang tentunya sangat luar biasa. jika cuaca bersahabat dari sini kita dapat melihat pesona Candi Borobudur di antara awan yang memutih, sungguh indah bukan??


Hampir 2 jam sudah kami di suguhi panorama alam Magelang melalui Puncak Mongkrong, seolah tak mau beranjak kamipun merasa betah dan berharap cuaca tak semendung di pagi ini. tapi kami tetap bersyukur dapat menikmati keindahan Mongkrong walau View Sunrise tak kami dapatkan. mudah-mudahan suatu saat kami dapat kembali lagi dan mendapatkanya. 


Inilah keindahan Alamu Wahai Sang Pecipta, suguhanmu sungguh luar biasa tak terkira dan tak dapat kulukiskan dengan kata-kata, kewajiban kami adalah menjagamu agar tetap indah sampai kapanpun, tak ada Vandalisme, tak ada sampah dan tak ada yang berkurang dari hari ini dan selamanya. saya bersukur dapat menikmatimu di pagi ini dan mudah-mudahan suatu saat saya akan kembali dengan orang-orang yang saya sayangi. 

Tuesday, December 13, 2016

Terdampar Di Pulau Condong Lampung


Senang rasanya bisa berkunjung ke Propinsi lampung yang kaya akan keindahan alam ini, setelah kemaren di manjakan keindahan pantai Sari Ringgung (https://jalantraveller.blogspot.co.id/2016/11/pantai-sari-ringgung-lampung-nan-menawan.html) dan di tutup dengan lukisan alam yang sempurna melalui teropong teluk lampung di Muncak (https://jalantraveller.blogspot.co.id/2016/11/muncak-tempat-terkeren-teropong-teluk_18.html) Hari ini Jum'at 16 November 2016 saya bersama teman satu team ( saya, Adam dan Aris ) menuju pulau yang terletak di Lampung Selatan. 


Pulau Condong /Monkey Island atau Pulau hantu nama sebuah pulau yang akan kami kunjungi di senja kali ini, Untuk menggapai Pulau tersebut kamipun memilih pasir putih sebagai dermaga penyebrangan kepulau dengan nama yang unik ini. Berjarak sekitar 5 kilo meter dari pasir putih atau bisa di tempuh sekitar 20 - 30 menit. Untuk menyebrang ke pulau Condong kami menggunakan perahu motor, tak ada harga pasti tergantung bisa-bisanya pengunjung melakukan negosiasi harga, harga pembuka Rp.300.000 kami dapat Rp.150.000 tergantung nego kan.... perahu ini bisa di tumpangi sekitar 10 orang. 



Setelah sepakat dengan harga perahu kamipun menuju Pulau Condong. Pulau yang berbentuk unik seperti mangkuk terbalik ini sudah terpampang jelas di depan mata.Di sebelah kiri pulau terdapat sebuah pulau yang di beri nama pulau Bule dan pulau Pimpin yang merupakan pulau pribadi dan tidak sembarangan pengunjung datang ke pulau tersebut. Tak lama berada di perahu motor kamipun sampai di Pulau Condong. Pulau dengan pasir putih yang menawan, kamipun menuruni perahu dan melangkah kedalam pulau tersebut. 



Menatap luas hamparan pasir putih nan indah dengan ombak yang tenang dan pesona dua pulau di hadapanya yang menambah keindahan pulau yang berbentuk mangkok ini, asik menikmati pesona Pulau Condong kami di kagetkan kedatangan Nenek-nenek yang datang dari belakang secara tiba - tiba, kontan saja kami menengok ke arah suara tersebut dan sang nenek berujar untuk membayar tiket seharga Rp.7000/orang tak ada tiket dan tak ada post pembelian tiket, entah dari mana datangnya nenek tersebut. menurut si mamang nenek tersebut yang menjaga pulau ini. 
   

Setelah menikmati pasir putih kamipun memasuki pulau Condong, Mengikuti jalan setapak menuju ke bagian selatann pulau untuk menikmati matahari terbenam. selama menyusuri jalan setapak kami melewati pohon beringin yang besar, di beringin tersebut terdapat gerombolan kera yang sedang asik bergelantungan di atas pohon. menurut si mamang dulu di pulau ini tak ada kera tetapi setelah pada tahun 2007 setelah pengunjung  melepaskan 2 ekor kera di pulau ini di huni lebih dari ratusan kera maka tak heran pulau Condong di sebut juga Monkey Island. 
  

Setelah berjalan melewati Pohon beringin kami melewati dua buah rumah yang tampaknya tidak berpenghuni dan tak terurus, agak merinding memang melewati rumah tersebut tetapi saya tetap melaju menyusuri jalan setapak yang berkarang tajam. Tak lebih dari 10 menit melangkah kami menjumpai tempat yang unik, tempat ini di kenal dengan Karang Bolong, sebuah terowongan yang membawa kita ke bagian selatan Pulau condong. di tempat inilah Spot terbaik untuk menuikmati tenggelamnya matahari. 


Ombak  menyapa kami setelah melalui karang bolong tersebut, tak ada pasir di daerah ini yang ada hanyalah karang karang tajam yang berbentuk unik, kamipun duduk di atas karang dan menikmati pesona lautan luas, ingin rasanya menyatu dengan lautab sekitar tetapi si mamang melarang  kami, entahlah kenapa larangan itu ada yang pasit ada beberapa mistik yang sangat kental di pulau ini.si mamangpun berjerita ada beberapa kejadian yang membuat bulukuduku merinding hebat.  


Sebenarnya ingin rasanya kami bertiga berlama-lama di tempat ini sambil menunggu sang surya keperaduanya. tetapi cerita-cerita mistik itu membuat kami enggan berlama di tempat tersebut. kamipun beranjak dan meninggalakan sisi selatan Pulau Condong. Tak heran pulau Ini di kenal dengan sebutan pulau hantu. karena banyak cerita mistik yang beredar. 


Sebenarnya ada beberapa spot yang menarik di pulau ini, yaitu di puncak pulau yang biasa di gunakan pengunjung untuk camping dan melakukan panjat tebing dan spot untuk melakukan snorkling. tetapi hari mulai gelap dan kamipun meninggalkan pulau tersebut dengan seribu cerita tentunya.