Friday, September 4, 2015

Taman Wisata Alam Mangrove PIK " Pengusir Penat Warga Jakarta "


Setelah puas berkeliling menikmati Ekowisata Hutan mangrove kamipun berlalu dari kawasan ini, Tujuan selanjutnya adalah menikmati indahnya Wisata Alam Mangrove Pantai Indah kapuk, Menurut petugas Ekowisata mangrove jarak ke wisata alam mangrove tidaklah terlalu jauh dari sini dengan mengikuti jalan menuju perumahan PIK dan melewati Sekolah Tzu Chi maka sampailah di kawasan tersebut. kamipun segera melaju kendaraan ke arah Pantai Indah Kapuk. Tak sulit mencari kawasan ini penunjuk arah dengan jelas mengarahkan kami menuju Taman Wisata Alam tersebut, setelah melewati kawasan perumahan elit PIK serta Sekolah Budha Tzu Chi sampai jua ahirny akami di sini. 



Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 25.000 kamipun memasuki kawasan wisata alam ini, kami segera memarkirkan kendaraan di tempat yang telah di sediakan, jam menunjukan pukul 15.30 kami memutuskan untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum berkeliling menikmati indahnya Mangrove. Tepat di sebelah kiri gerbang utama terdapat sebuah masjid, kamipun menuju kesana. pemandangan di masjid ini juga cukup indah, burung-burung camar berterbangan menghiasi kawasan ini.  Setelah menunaikan shoalat kamipun menuju Hutan Bakau. sebelum melangkah lebih jauh ke Hutan Mangrove kami melakukan pengecekan tiket dan menitipkan Tas, di sini ada beberapa larangan di antaranya di larang membawa kamera kecuali Hp, di larang membawa binatang anjing dan beberapa larangan lainya. setelah melakukan pengecekan kamipun melangkah menuju jembatan besar. 



Langkahpun kami lanjutkan, Jembatan Besar adalah pilihan kami untukm menikmati keindahan Mangrove, sebelum sampai di Jembatan besar kami menjumpai beberapa pasangan yang sedang melakukan Foto pra weding. setelah sekitar 5 menit kami berjalan sampai ahirnya kami di sebuah jembatan yang terbuat dari kayu, keindahan  Mangrove sudah dapat kami nikmati di jembatan kayu. Hijaunya bakau dan pesona air payau menambah indahnya tempat ini. 


Kamipun berdiri dan menikmati suguhan panorama yang begitu indah, bangunan-bangunan penginapan menambah uniknya tempat ini, ada beberapa perahu sampan yang hilir mudik mengelilingi area hutan ini. untuk menyewa perahu tersebut hanya membayar Rp. 100.000. ada beberapa pilihan mengelilingi perairan hutan bakau baik menggunakan perahu sampan atau dayung. Ramai juga pengunjung di hari minggu ini. banyak wisatawan yang menikmati hari libur untuk melepasa penat dengan menikmati segarnya udara di  mangrove Pantai indah kapuk. 


Setelah menikmati panorama dari atas jembatan besar kamipun lanjutkan penjelajahan ke tempat lain. yang kami tuju adalah Rumah burung. untuk menuju kesana kami harus meniti jalan setapak yang terbuat dari susunan kayu. pepohonan trembesi sepanjang jalan setapak ini menjulang tinggi dan menguntai membentuk gapura seolah - olah seperti melindungi wisatawan dari teriknya matahari. teduh dan segar rasanya  kami melewati pepehonan ini. tak ada lagi asap kendaraan dan polusi yang selalu menjadi momoh Jakarta. kini kami menikmati keindahan dan segarnya di tenga-tengah Ibukota. 



Setelah berjalan di jalan setapak yang di lindungioleh pohon yang membentuk gapura sampai ahirnya kami di rumah burung. untuk naik ke rumah burung harus menunggu lumayan lama, karena ramainya pengunjung jadi haruslah bergantian untuk menikmati keindahan mangrove dari rumah burung ini. dari atas rumah burung kami dapat menikmati keindahan hutan bakau yang menghijau. sambil istirahat dan berteduh kami bisa menikmati panorama dari atas sini. 



Keindahan Mangrove tak ada habisnya, tetapi rasa lapar tak dapat kami tahan, kamipun memutuskan untuk mencari makanan di kantin yang di sediakan di area sini. Sebelum mencapai Kantin saya melewati Pondok kemah yang berbentuk unik dengan luas bangunan sekitar 9 meter persegi, dengan bahan bangunan yang terbuat dari kayu marbau, kayu bangkiran, kayu kelapa, dengan ventilasi di pasang kawat nyamuk, pondok kemah yang berdiri disini berjumlah 18 buah. bangunan ini pun mempercantik Hutan Mangrove ini. setelah melalui pondok kemah sampai ahirnya kami di kantin. makanan yang terdapat di kantin ini adalah lontong sayur dan mie, serta minuman dingin. sekedar informasi untuk lontong sayur seharga 25.000/porsi dan berbagai minuman seharga 10.000. 


Perut sedikit terganjal, penjelajahanpun kami lanjutkan, kemudian kami memasuki jalan setapak, di samping kanan kiri terdapat pohon bakau yang di sumbangkan dari beberapa Instansi , baik dari instansi pemerintahan, swasta, sekolah, Universitas, berbagai kementrian, perusahaan, bahkan Pohon bakau Sumbangan Presiden Indonesia Tumbuh subur di sini. ini sebagai bukti bahwa mereka. masih perduli terhadap alam. 


kemudian kami berjalan menuju pantai, sebelum ke pantai ada sesuatu yang unik di tempat pembelian tiket untuk menaiki perahu. ada semacam sampan yang terbuat dari bambu dari tempat ini dapat memandang lepas ke arah ujung payau yang di bentengi kanan kiri pohon bakau. dari tempat sini kami dapat melihat ada beberapa pasangan yang sedang melakukan foto prewed, mungkin tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk melakukan foto prewed, tetapi menurut kami lebih baik bukan pada hari libur, karna akan terganggu dengan banyaknya pengunjung. 



jarum jam menunjukan pukul 17.30 Wib, kamipun  berjalan ke arah pantai. tujuan kami adalah menikmati sunset dari pinggir pantai ini. setelah berjalan melewati pepeohonan dan menembus hutan dengan meniti jalan setapak yang terbuat dari kayu ahirnya sampai juga kami di pantai, tetapi sangat di sayangkan yang kami harapkan ternyata tidak kami temukan. tak ada sunset dan pantainya sungguh mengecewakan. ahirnya kami memutuskan untuk pulang...
inilah perjalanku selama di Wisata Alam Mangrove...



Thursday, September 3, 2015

Ekowisata Mangrove Jakarta



Di Minggu yang cerah ini saya merencanakan untuk pergi bersama sahabat ke sebuah Hutan Mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk. Tepat Pukul 13.00 Wib ku arahkan motor menuju Pantai Indah Kapuk, tak begitu sulit menuju Lokasi ini, walaupun kami belum pernah ke sana berbekal informasi yang saya dapatkan ahirnya sampai juga saya di Hutan Mangrove ini. sebetulnya tujuan utama kami adalah ke Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk, tetapi ternyata kami salah masuk ke Ekowisata Mangrove, dari awal masuk pintu utama saya merasa aneh, karena kami hanya membayar uang parkir saja sebesar Rp. 5000. setelah membayar dan memarkirkan motor sayapun mulai menyusuri hutan Mangrove ini. 

 

Kawasan Ekowisata Mangrove merupakan kawasan hutan yang di tetapkan oleh pemerintah sebagai hutan tetap. kawasan ini di kelola oleh dinas kelautan dan pertanian Provinsi DKI Jakarta. sebagai salah satu kegiatan terbatas yang berwawasan lingkungan. kami mulai menyusuri kawasan nangrove dengan menyusuri jalan yang di batasi pagar, jalan ini  di buat membelah Hutan pepohon bakau membuat berjalan di sini terasa nyaman. 



Banyak pengunjung juga di hari minggu ini, kebanyakan mereka adalah muda mudi yang sedang memadu kasih, mereka duduk dan berjejer di atas jalan yang membelah kehijauan. sambil menikmati indahnya mangrove dan menghirup segarnya suasana hutan. tetapi sangat di sayangkan saat ini hutan mangrove sedang mengering, Namun cukuplah untuk melepasa penat dan  menghindari keramaian Jakarta.  

Selain menjadi tempat untuk melepas Penat dan menikmati sejuknya suasana Hutan mangrove, saya menjumpai pasangan yang sedang melakukan Foto Pra weding dengan berfose di beberapa pojok hutan. 

Selain menikmati keindahan Hutan dan kesejukan udara Hutan Mangrove, Ekowisata Mangrove di jadikan tempat favorit untuk warga sekitarnya untuk memenuhi salah satu hobinya memancing, mereka berjejer menyebar panjing di pinggiran sungai yang membelah hutan bakau di Ekowisata ini. 


Setelah menikmati keindahan dan panorama alam Mangrove serta menyusuri kawasan Ekowisata mangrove pantai Indah Kapuk kami ahirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk. tepat pukul 15.30 kamipun meninggalkan kawasan ini. 


Cukup murahkan hanya dengan membayar Rp. 5000 untuk 2 orang/1 motor kami dapat menikmati keindahan dan segarnya Hutan mnagrove. 

Wednesday, September 2, 2015

Kabut Asap Tipis selimuti Bandara Kualanamu Medan


2 Agustus 2015

Ini adalah perjalanan Ke Medan  yang ke 2 kalinya untuku, kali ini saya menggunakan pesawat Citilink menuju Bandara Kualanamu Medan. Pesawat di jadwalkan berangkat pukul 17.40 Wib. tepat pukul 16.00 saya sampai di Bandara Soekarno Hata. setelah cek in dan cetak tiket saya menuju gate 4 Sayapuun menunaikan sholat ashar di mushola Gate C4 dan menunggu hampir 1 jam, tepat jam 17.10 terdengar pengumuman untuk pesawat Citilink melalui pintu 1, saya merasa heran kenapa kami menunggu di gate 4 tapi yang di buka gate 1 entahlah yang pasti saya bersyukur pesawat tidak delay. saapun duduk di sheat 20 A yang berarti saya di samping dan dapat menikmati panorama saat perjalanan nanti. 











Dari sini pula saya dapat melihat indahnya surya yang tampak  malu-malu mulai tenggelam di balik bangunan bandara Sukarno Hatta. Tepat pukul 17.45 Citiling mulai lepas landas. selama perjalanan pijaran  keemasan menjadi pemandangan yang menarik buatku. dengan tidak menggunakan mode terbang sayapun mengambil momen tersebut. 


Selama perjalanan kantuk menghinggapiku, tak terasa 2 jam telah berlalu dan sampailah saya di Bandara International Kualanamu. sebelum landing tampak terlihat kabut tipis menyelimuti bandara, tetapi tak menghalangi pandanganku menikmati indahnya suasana malam di bandara Kualanamu ini. Landingpun tak terganggu oleh kabut tersebut. tepat pukul 19.50 sampai ahirnya saya di Bandara Internasinal Kualanamu.

Sayapun mulai menyusuri lorong bandara dan menuju ke ruang tunggu. di ruang tunggu kabutpun masih menyelimuti bandara ini. menurut beberapa orang yang saya tanyakan kabut sudah menyelimuti bandara sejak beberapa hari yang lalu. dan sedikitnya kabut tipis ini juga mengganggu jadual pemberangkatan beberapa maskapai penerbangan ke beberapa wilayah.
semoga saja masalah kabut di daerah ini segera teratasi.
Aminn....

Saturday, August 29, 2015

Pemburu Babi di balik Keindahan Gunung Galunggung


Kamis 20 agustus 2015
Puncak Gunung selalu menawarkan kedamaian dan ketenangan di sanalah aku dapatkan semua itu, angin semilir dan hawa dingin yang menyegarkan serta panorama yang menakjubkan selalu di suguhkan dari puncak sana. Karena hal tersebut pula setiap perjalanan yang ku lakuakan, saya selalu berusaha menyempatkan untuk mengenal alam lebih dekat. Dalam Perjalananku kali ini Gunung Galunggung menjadi incaranku, Sebuah Gunung merapi yang terletak di tasikmalaya Jawa barat dan menjadi ikon wisata daerah tersebut.Galunggung berketinggian 2.167 mdpl  dan berjarak 17 Km dari pusat kota tasikmalaya menjadikan Gunung Galunggung menjadi pilihan untuk melepas penat. 

Selesai penutupan kegiatan hari ini kami berlima memutuskan untuk menikmati keindahan Galunggung, selain Tujuan utama kami berendam di kolam air panas untuk melepas lelah, menikmati sunset dari  puncak Gunung Galunggungpun menjadi incaran kami. Tepat pukul 15.30 WIB perjalananpun kami mulai, menyusuri jalanan dari pusat kota tasik dengan berbekal pengalaman sang supir kami tidak menjumpai kemacetan yang berarti. Jalanan yang menyempit dan menanjak mulai kami jumpai saat mendekati area pegunungan galunggung.  kamipun memasuki  pintu utama Gunung Galunggung, kami harus membayar retribusi sebesar Rp. 12.000 untuk dapat melanjutkan perjalanan kekawah maupun dan pamandian air panas, setelah mendapatkan tiket kamipun melanjutkan 
perjalanan. tak lama kami menemu  pertigaan jika memilih ke kanan ke arah puncak / kawah gunung sedangkan yang ke kiri ke pemandian air panas. kamipun memilih ke arah puncak. tepat pukul 17.000 Wib kamipun memarkirkan kendaraan di tempat yang ada.


Untuk mencapai Puncak Galunggung dan menikmati keindahan kawah gunung kami harus meniti tangga yang berketinggian sekitar 315 Meter atau sekitar 620 anak tangga. Sebelum Meniti tangga menuju puncak kamipun mengambil air mineral sebagai bekal saat di puncak nanti, Satu demi satu anak tangga mulai kami daki. meniti anak tangga  kearah puncak merupakan hal yang  mudah bagi yang sering mendaki, tetapi tidak buat rekan saya yang baru kali ini menginjakan kakinya di pegungungan dengan ketinggian lebih dari 2000 mdpl, mereka harus bersusah payah mengatur nafas dan tenaga untuk mencapai puncak sana. setelah 10 menit kami berjalan menuju atas di belakang kami datang segerombolan babi hutan menyebrani tangga dan berlalu kesemak-semak, kalo saya lihat ada sekitar 6 babi,


Selama meniti anak tangga keindahan yang di suguhkan cukup menawan, dapat sedikit mengobati rasa lelah dan letih, gugusan perbukitan yang menghijau serta siluet langit yang menawan di suguhkan saat berjalan menuju puncak. 


Ahirnya sampai juga saya di puncak Galunggung, warung-warung tak berpenghunipun berjejer di sini, Keindahan semesta alam yang di ciptakan Allah SWT dapat saya nikmati. Sayapun berjalan lebih dekat ke arah kawah, ada anak tangga yang menghubungkan ke bibir kawah ingin rasanya saya meniti tangga tersebut, tetapi waktu tak mengijinkan karena surya  mulai tenggelam. kawah yang sepertinya tidak aktif dengan warna yang hijau menjadikan kawah ini tampak tenang. mata ku memandang luas ke arah hamparan perbukitan yang menawan. Di puncak sinilah ketenangan jiwa dapat ku rasakan. 

setelah menikmati keindahan Galunggung dari puncak ini kamipun beranjak dan meninggalkan puncak. selama menurunin tangga saya  menjumpai beberapa pasangan muda mudi yang akan menuju puncak, ada hal yang menggelitik dalam pikiran saya, salah satu pemuda menanyakan kepada saya apakah benar kalo di malam jumat tempat ini di jadikan tempat ritual, sayapun menjawab dengan senyum dan berkata " wah saya ga tau tuh,, mengenai Ritual " sambil berlalu sayapun tersenyum dan bertanya dalam hati... Benarkah itu???


Setelam kami menuruni tangga sampai ahirnya kami di parkiran, tak lama kemudian terdengar suara berisik, ramai dan seperti teriakan hewan. saya pun mendekat ke suara tersebut. sekelompok pemuda datang dengan membopong seekor hewan, Rupanya hewan tersebut adalah seekor anak babi yang terkena jebakan para pemburu. anak babi inipun berteriak-teriak kencang seolah-olah meminta tolong kepada induknya. tak lama dari bawah terdengar segerombolan babi yang mendekat kearah kami tetapi pembuu tersebut melempari mereka dengan batu dan kawanan babi tersebutpun menjauh, 


Babi ini di tangkap oleh pemburu dan menurut salah satu dari mereka mengatakan hampir setiap hari mereka melakukan perburuan tersebut, hampir di setiap gunung yang terdapat di wilayah tasik garut dan sekitarnya. mereka menangkap babi dengan memasang jala yang terbuat dari tali panjang yang di ikatkan ke sebuah bambu panjang dan ketika kaki babi tersangkut di tali mereka menangkap babi tersebut. 

Berdasarkan  informasi yang saya dapatkan babi ini akan di jadikan aduan dengan beberapa ekor Anjing, dan jika babi ini menang harga jualnya akan tinggi tetapi jika kalah babi ini juga akan tetap di jual sebagai bahan makanan,
Tak terbayang jika pemburu ini melakukanperburuan setiap hari kepunahan habitat pun terancam. tidakah ada tindakan dari pemerintah.. dalam hati pun bertanya??  tetapi yang saya lihat di Gunung Galunggung petugas di sini tampak membiarkan perbuatan perburuan tersebut.

Mudah-mudahan tindakan perburuan ini dapat di hentikan secepat mungkin supaya tak terjadi kepunahan habitan fauna di daerah pegunungan... semoga saja... Ini harapan saya, dan mungkin menjadi harapan bagi setiap pencinta alam Indonesia.   




Friday, August 28, 2015

Alun Alun Tasik " Tempat Kumpul Para Komunitas "



20 Agustus 2015
Dingin yang kurasa di pagi buta tak menghalangiku untuk mengenal lebih dekat kota tasik, kota yang terkenal dengan sebutan kota santri ini membuatku merasa tertarik untuk menyusuri sudut-sudut kota. Berjalan dari Hotel Harmoni yang terletak tepat di pusat kota saya menyusuri jalanan yang sepi di pagi ini, melewati Masjid Agung saya menjumpai beberapa warga yang keluar dari masjid setelah melakukan ibadah sholat subuh. Masjid ini menjadi tempat  favorit bagi warga setempat dalam melakukan ibadah. Perjalananpun saya lanjutkan ke arah alun-alunkota tasik. Tak lebih dari 20 menit saya jalan santai sampai juga ahirnya saya di depan alun-alun kota tasik.


Semilir angin yang menyapa di tambah segarnya udara yang saya hirup dan suasana alun-alun yang nyaman dan cukup indah menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit dalam melakukan kegiatan di pagi hari, suasana ramai degan hilir mudik warga setempat melakukan olahraga baik lari maupun jalan kaki membuat tempat ini terasa hidup, sayapun menyusuri area joging treck yang mengelilingi  sebuah taman. Sambil menggerakan angota tubuh yang terasa capek setelah melakukan kegiatan yang cukup padat. Sayapun berkeliling menikmati indahnya alun-alun, hilir mudik warga dan senyum yang menyapa serta keramahan menjadikan kota ini semakin cantik. 


Setelah dua kali memutari alun alun sayapun  beristirahat di tengah taman, di sini terdapat 2 patung perempuan dan laki laki yang sedang memegang sang saka sebagai tanda perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Alun-alun tasik ini memiliki nilai histori yang cukup tinggi dan menjadi saksi  bisu perjuangan warga tasikmalaya. Salah satu peristiwa yang bersejarah di alun-alun ini adalah ketika Presiden Soekarno berpidato di tengah- masyarakat tasik agar tetap mempertahankan dengan sekuat tenaga kemerdekaan dan memerintahkan para TNI untuk hijrah ke jogjakarta. Bagaimanapun Alun-Alun ini mempunyai nilai sejarah yang cukup tinggi dan harus di lestarikan, tetapi sangat di sayangkan banyak di jumpai corat coret yang merusak keindahanya. 


Selain menjadi tempat vaforit melakukan olahraga, alun-alun ini di jadikan tempat berkumpulnya berbagai kelompok/ komunitas, ada beberapa komunitas yang saya jumpai diantaranya komunitas motor matik, vespa, sepatu roda, dan beberapa komunitas lainya yang menjadikan tempat ini sebagai mepo ( meeting poin ) dalam melakukan kegiatanya, selain itu banyak di jumpai muda mudi duduk santai tepat di tengah alun-alun yang sudah di sediakan tempat untuk duduk duduk, atau sekedar foto selfie pun dilakukan di alun aun ini. 


Setelah puas menikmati segarnya udara pagi di alun alun tasik, sayapun kembali ke hotel Harmoni. Harapan saya buat warga setempat atau pengunjung tetap lestarikan tempat-tempat indah dan ja gan nodai xenga  perilaku vandal yang akan merusak taman indah ini. 


Wednesday, August 26, 2015

Masjid Agung Tasikmalaya


19 Agustus 2015
Ahirnya saya berkesempatan untuk singgah di masjid yang Megah ini, suatu masjid yang berdiri kokoh di tengah Kota Tasikmalaya. Masjid ini terletak di Jl. Masjid Agung No 01 Kec Tawang Tasikmalaya. Mesjid yang berdiri kokoh di lahan seluas 7.215 meter persegi ini sungguh sangat menakjubkan, Luas bangunan sekitar 2.456 meter persegi mampu menampung 8.000 jemaah dan menjadi tempat vaforit bagi warga sekitar untuk menunaikan ibadah.



Nuansa Islami dapat saya rasakan ketika memasuki area masjid Agung, kenyamanan dan kesejukan menyapa ketika langkahku menginjakan area masjid ini, tak heran masjid ini di jadikan ikon bagi kota yang di kenal dengan sebutan Kota santri.Yang menjadi ciri khas bangunan mesjid tersebut, memiliki dua menara yang menyerupai bangunan mesjid haram di Mekkah serta tersimpan sebuah bedug berukuran raksasa yang berhasil meraih penghargaan sebagai bedug terbesar dari MURI.



Ada prestasi yang membanggakan dari para pengurus DKM Mesjid Agung Tasikmalaya, yakni pada tahun 2006 berhasil meraih juara umum se-Jabar sebagai mesjid yang melakukan pemberdayaan kepada umatnya. Pengurus DKM berhasil melakukan berbagai kegiatan sosial kepada masyarakat serta mampu menciptakan perekonomian dengan cara mendirikan koperasi yang dijalankan para pengurus dengan berkantor tak jauh dari bangunan mesjidnya sendiri.



Sejarah masjid Agung Tasikmalaya
masjid ini pertama kali di bangun oleh Bupati Sumedang Raden Tumenggung Aria Suryaatmaja pada tahun 1986 dan selesai pada tahun 1988 berdiri di atas tanah seluas 6000 meter persegi. pengelolaan masjid ini pertama kali di serahkan kepada Raden Haji Abubakar yang juga merupakan keturunan dari pemerintahan Sumedang larang. Bangunan mesjid tersebut kemudian diserahkan kepada Patih Demang Sukma Amijaya Tasikmalaya untuk kemudian diurus dan dikembangkan.



Seiring waktu dan dengan berbagai kejadian alam renovasi masjid Agung di lakukan Seperti pada tahun 1977 terjadi gempa hebat yang membuat bangunan mesjid retak dan arsitektur manapun tidak mampu merenovasinya, akhirnya renovasi dilakukan secara total dengan cara menghancurkan dan mendirikan kembali bangunan mesjid dengan konsep baru.



Renovasi Total dilakukan pada tahun 2000 atas kesepakatan bersama pemerintah Kab Tasikmalaya dan para ulama. Pasalnya, bangunan mesjid banyak dikira oleh musafir yang hendak berziarah sebagai bangunan pabrik. Warga Tasikmalaya kemudian bahu membahu menggalang dana hingga terkumpul uang sebesar Rp7,9 miliar, akhirnya mesjid kembali direnovasi secara total dengan arsitek Slamet Wirasonjaya.  dan di resmikan oleh Wakil presiden pada tahun tersebut Yaitu Bp Hamzah Haz.

Prestasi yang membanggakan dan patut di contoh adalah dari para pengurus DKM Mesjid Agung Tasikmalaya, yakni pada tahun 2006 berhasil meraih juara umum se-Jabar sebagai mesjid yang melakukan pemberdayaan kepada umatnya. Pengurus DKM berhasil melakukan berbagai kegiatan sosial kepada masyarakat serta mampu menciptakan perekonomian dengan cara mendirikan koperasi yang dijalankan para pengurus dengan berkantor tak jauh dari bangunan mesjidnya sendiri.