Friday, December 25, 2015

Gunung Gajah Pemalang "pesona di balik rimbunya Hutan Jati"


SEtelah Menikmati Indahnya curug Sibedil (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-sibedil-pemalang.html) dan Curug Bengkawah (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-bengkawah-pemalang.html)  Tujuan Eksplor selanjutnya adalah k Gunung Gajah. nama yang unik inilah menjadi daya tarikku untuk menyambangi Gunung tersebut.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan Gunung Gajah terletak di Desa Gongseng kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jawa Tengah. Sebenarnya ada dua jalur untuk menikmati keindahan akan Gunung Gajah ini yang pertama melewati desa Gonseng yang konon akses menuju kesana sudah bagus berupa jalan beraspal dan melewati desa Kajene yang konon sangat menantang bagi pengguna kendaraan roda dua.


Hanya ada beberapa petunujuk yang mengarahkan kami ke Gunung Gajah, tetapi petunjuk tersebut tidaklah lengkap hingga kami harus tersesat sejauh kurang lebih 3 Km kamipun harus bertanya. Googel maap yang biasa saya andalkan sinyal di sini tidak terlalu bagus jadii bermodalkan bertanya ke pada penduduk setempat, beruntung penduduk di sekitar sini ramah dan kami mendapatkan informasi yang akurat. 

Setelah melewati beberapa kampung kamipun masuk ke desa Kajene. dari desa inilah perjalanan kami llanjutkan dengan menyusuri jalan beraspal yang rusak. kami harus sangat hati-hati maklum bukan motor Cross yang kami bawa.kamipun menyusuri hutan nan sepi. kami hanya menjumpai beberapa warga yang sedang mencari rumput dan penduduk setempat yang akan ke desa lain. saya sempat ragu apakah perjalanan akan kami lanjutkan, tetapi karena penasaran dengan Gunung yang berbentuk seperti gajah ini perjalananpun kami lanjutkan. 


Keindahan Trek yang kami lalui menjadi penghibur ketakutanku, deretan pepohonan jati yang mengapit jalan yang sangat sepi menambah rasa takut bertambah. kendaraan kami terus melaju dengan sangat hati-hati, jalanan yang licin terkadang berlubang dan tergenang air membuat perjalanan kali ini lebih menantang


Setelah hampir 30 menit perjalanan keluar masuk hutan jati, kondisi jalan yang tak cocok dengan kendaraan yang kami bawa, becek, berlumpur dan terkadang jalan yang terjal harus kami lalui. terkadang kami harus berhenti istirahat untuk mereda pegal yang kamirasakan. kami melewati hutan mati dan disinilah Gunung Gajah terlihat jelas. 


Semangat kamipun muncul setelah menikmati keindahan Gunung Gajah dari kejauhan. perjalanan kami lanjutkan, jalan menuju ke sana semakin terjal. saat memasuki hutan dengan pepohonan jati yang menjulang tinggi kami di kejutkan satwa langka yang terbang melewati kami. dua ekor Ayam hutan sempat menghentikan laju kendaraan kami. 


Ada beberapa satwa yang terdapat di hutan ini dan di lindungi oleh pemerintah satwa tersebut di antaranya Burung merak, ayam hutan dan Kera atau Monyet serta ada beberapa fauna. larangan untuk berburu satwa tersebut terpampang jelas.


seelah menempuh perjalanan yang luar biasa sampai juga ahirnya kami di dasar Gunung Gajah, kami tak berniat mencapai puncak Gunung tersebut. selain persiapan yang minim kamipun tak membawa bekal yang memadai. sehingga kami urungkan niat untuk melakukan pendakian. hanya ada beberapa pengunjung yang kami jumpai tak lebih dari 10 orang. setelah beristirahat kami memutuskan untuk menikmati keindahan Gunung gajah dari arah desa Gonseng. 



berbeda dengan jalur sebelumnya, bukan hutan yang kami telusuru melalui jalur ini hamparan persawahan luas yang menghijau menjadi pemanis Gunung Gajah. Gunung dengan ketinggian 1100 mdpl ini sangat mirip gajah bila di lihat dari arah sini. sangat jelas sekali bentuk Gunung ini, sambil duduk di sebuah jembatan kami menikmati keindahan Gunung Gajah.


sungguh sangat menyesal saya tak dapat menikmati keindahan dari puncak Gunung gajah. suatu saat nanti saya akan kembali lagi dengan persiapan dan perbekalan yang memadai dan kan kucapai puncakmu Gunung Gajah. 


Wednesday, December 23, 2015

Pesona Curug Tegal Jawa Tengah


Walau Kota tegal lebih di kenal dengan sebutan Kota Bahari namun Tegal juga mempunyai daerah pegunungan tepat di kaki gunung Slamet, maka tak heran Tegal mempunyai Beberapa Curug atau Air terjun yang tak kalah dengan Curug cantik di beberapa daerah seperti Bogor dan daerah lainya. Curug/air terjun yang memukau ini patut di kunjungi bagi pencinta alam yang selalu haus akan deburan air yang jatuh darui ketinggian.

1.    Curug  Dewa Cantel 


Curug dengan ketinggian sekitar 60 meter ini merupakan curug tertinggi di kabupaten tegal, Curug yang terletak di Dusun Kalipedes desa Sigedong Kecamatan Bumijawa ini akan memanjakan mata setiap pengunjung dengan aliran yang sangat memukau. Perjalanan kearah Curug ini sangat rawan longsong. Pengunjung di harapkan selalu mentaati setiap pertaturan yang tertulis di Curug ini. Jika anda beruntung saat pagi anda akan bertemu dengan satwa liar di curug ini.http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-cantel-bumijawa.html

2.    Curug Totos

Curug ini terletak di anatar desa Tuwel dan Bumijawa. Curug dengan Deburan air yang sangat deras dengan ketinggian tak melebihi 20 meter ini terletak tepat di jembatan penghubung antara Tuwel dan Bumijawa. Cukup dengan membayar jasa parkir dan berjalana di tepain sungai anda bisa menikmati pesona Curug Totos. http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-totos-bumijawa.html

3.    Curug Penganten

Curug Unik yang terletak satu jalur dengan Curug Luhur dan Curug  Tunggengan. Curug Ini terletak di  desa Tuwel Kecamatan Bojong, tepat di samping SMAN 1 Bojong. Dua Curug yang berdampingan layaknya seorang pengantin menjadi pemandangan yang luar biasa di Curug ini. Untuk mendekat ke curug ini anda harus melawan arus yang deras. Berhati-hati dan tetap taati aturan yang ada bila akamn ke Curug ini.http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-pengantin-tegal-dua-curug-indah.html

4.    Curug Tunggengan

Curug yang letaknya dekat dengan Curug Luhur ini menjadi pembuka  saat anda akan ke Curug Luhur. Curug Cantik dengan aliran air yang jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter ini tidak begitu deras, tetapi untuk mendekati curug ini  anda harus menyebrangi sungai yang aliranya cukup deras. anda dapat menikmati sensasi guyuran airnya dan berenang di muara curug ini. Tak terlalu dalam Cuma sebatas pinggang orang dewasa. Jika anda datang di musing kemarau curug ini mengering.http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-tunggengan-tegal-rasakan-sensai.html

5.    Curug Luhur

Curug luhur merupakan curug yang banyak di kenal di kabupaten tegal, keindahan dan pesona curug ini mampu menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung. Guyuran air yang angat deras menjadikan curug ini tidak dapat di nikmati terlalu dekat. Larangan mandi pun terdapat di tepi muara curug luhur http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/09/curug-luhur-tegal.html


Masih ada beberapa curug yang ada di kabupaten tegal yang belum sempat saya cambangi, seperti curug Sanga yang terletak di Margasari dan beberapa curug cantik lainya yang tentunya memanjakan mata setiap pengunjung.. 

Curug Bengkawah Pemalang


Setelah menikmati keindahan Curug Sibedil di Desa Sina dukuh Kandangbulu kamipun berencana menyambangi Curug Bengkawah. Konon Curug ini tak kalah cantiknya dengan Curug si bedil. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari beberapa sumber Curug Bengkawah terletak tak jauh dari Terminal Randudongkal.tepat pukul 07.30 kamipun mengarahkan kendaraan ke terminal Randudongkal.

Lokasi curug Bengkawah
Terletak di desa Sikasur kecamatan Belik kabupaten pemalang profinsi Jawa Tengah. Cururg ini berjarak sekitar 35 KM dari Kota pemalang dapat di tempuh sekitar 1,5 jam dengan kendaraan roda dua dari arah Pemalang atau 1 jam dari jalur pantura. Dari semua arah patokan mencapai Curug Bengkawah adalah terminal Randu Dongkal. Dari terminal Randu dongkal Dilanjutkan perjalanan ke arah Cikasur dan petunjuk yang sangat jelas akan mengantarkan ke Curug Bengkawah.


Setelah keluar dari desa Kandangbulu kamipun mengarahkan motor ke Moga, lampu merah pertama belok kiri kemudian mengikuti jalur kea rah Randu Dongkal. Pesona alam menemani perjalanan kami kearah randu dongkal. Deretan perbukitan dengan hiasan padi menguning sepanjang persawahan menjadikan perjalanan ini menjadi menyenagkan. Setelah menjumpai lampu merah Randu dongkal petunujuk mengarahkan kami ke kiri, perjalanan kami lanjutkan kea rah Cikasur. Setelah menjumpai gapura bertuliskan Curug Bengkawah kamipun masuk kekiri dan mengikuti jalan perkampungan. Terkadang klami harus bertanya arah curug ini, karena di jalan desa tak cukup jelas arah Curug Bengkawah.


Setelah menyusuri Jalan perkampungan, Perjalanan di lanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di pinggiran irigasi, jalan ini menguji nyali saya, di sebelah kanan  sungai tanpa pembatas, salah-salah kami bisa terperosok kedalam sungai tersebut. dengan pelan-pelan dan penuh hati_hati sayapun menyusuri jalan tersebut. aktivitas warga penduduk setempat di pematang persawahan menjadi hiburan kami. Senyum sapa ramah mereka lemparkan ke kami. Setelah hampir 5 menit kami menyusuri jalan tersebut kamipun sampai di rumah di tengah persawahan. Di sinilah di jadilkan tempat parkir untuk wisatawan yang akan mengunjungi Curug Bengkawah. Tak ada retribusi masuk ke curug ini, tetapi seorang bapa meminta biaya parkir sebesar Rp.10.000 untuk biaya parkir dan mungkin sebagai tiket masuk, tetapi satapun tak menerima tiket. Kmungkin hari masih terlalu pagi sekitar jam 08.00 wib saya sampai di sini.


Setelah memarkirkan motor perjalanan di lanjutkan dengan menyusuri pematang sawah. Sekitar 200 meter sampai juga kami di kawasan Curug Bangkawah. Berbagai larangan dan peraturanpun terpapang jelas, mudah-mudahan di baca oleh pengunjung dan tentunya di taati agar tetap lestari keindahan Curug Bengkawah. Pohon Beringin Besar menghadang perjalanan kami,deburan dan indahnya Curug Bengkawah dapat kami rasakan di balik pohon tersebut.


Kamipun mendekati Curug tersebut. Saya sempat berhenti sebentar dan memandang lekat keindahan Curug Bengakwah. Tiga Curug Besar dan deras serta satu curug kecil menjadi satu. Sungguh indah Ciptaan Allah SWT ini. Di tempat yang tak jauh dari perkampungan warga terdapat tempat sekeren ini. Muara yang luas bak kolam renang dan arus curug yang sangat deras membuatku urung untuk merasakan deburan curug langsung. Berdasarkan informasi dari warga yang sedang memancing di sekitaran curug, curug ini berketinggian hampir 50 meter dengan kedalaman muaranya sampai dengan 5 - 15 meter.



Sayapun mulai menyusuri dan memandang curug Bengkawah lebih dekat, bongkahan bebatuan yang licin membuat saya harus berhati-hati mendekati Curug tersebut. ada yang unik di curug bengkawah ini bebatuan di dinding curug berbentuk semacam balok-balok besar tersususn secara alami dan ada beberapa batu balok tersebut yang menggelantung seperti stalagtite di dalam goa.Setelah puas memandangi dan menikmati pesona Curug dari sisi sebelah kanan dengan bebatuan sebagai penghiasnya sayapun beranjak dari tempat tersebut.


Dengan menyebrangi sungai yang arusnya lumayan besar saya mencoba menikmati pesona Curug dari sis sebelah kiri. Saya perlu berhati-hati menapaki bebatuan licin dengan arus yang deras salah mengijank saya dapat terjatuh dan terbawa arus. Dengan penuh hati hati sampai juga saya di sisi kiri curug. Matahari yang bersinar menjadikan pesona curug Bengkawah semakin indah di lihat dari sisi ini. Lingkaran pelangi menghiasi curug tersebut, Sungguh indahnya ke empat curug tersebut di hiasi dengan pelangi.


Sayapun bersitirahat di tepi Sebelah kiri Curug Bengkawah keindahan curug ini membuat saya betah di sisi ini. Setelah lama berdiam di sini sayapun bersitirahat dan duduk di bebatuan tepat diu bibir muara Curug. Sambil menikmati gorengan dan lontong yang di beli di penjual yang ada di samping pohon beringin besar.

 

Setelah puas di Curug bengkawah perjalanan kami lanjutkan ke telaga silating. Ada beberapa pesan yang wajib di taati oleh pengunjung Curug Bengkawah untuk menjaga kelestarian Alam ini.
1.    Dilarang membuang sampah di sekitar Curug dan aliran sungai. Bawa kembali sampahnya.
2.    Di larang mandi karena besarnya arus di muara curug.
3.    Berhati-hati menginjak batu di sekitar muara, batu ini berlumut dan sangat licin.
4.    Di larang berbuat mesum di sekitar curug.
5.    Dilarang corrat coret di bebatuan sekitar curug.



Menikmati keindahan alam curug ini sangat murah jadi bagi pengunjung jangan kotori dan nodai keindahan Curug Bengkawah dengan Perbuatan yang tidak terpuji. 

Curug Sibedil pemalang


Keindahan Curug Sibedil aku ketahui dari seorang pengguna Facebook yang mengirimkan fotonya di salah satu group Facebook Backpacker. Saya sebagai pencinta Curug berangan-angan suatu saat akan mengunjungi kesana bila ada kesempatan datang. Senin 21 desember 2015 kesempatan itupun datang saat saya pulang ke tegal. Tak mau kesempatan itu hilang akupun segera menyusun rencana untuk mengunjungi Curug Sibedil sekaligus Curug lainya dan mengekplore keindahan alam lainya yang berdekatan dengan Curug tersebut. 


Untuk merasakan sensasi di tengah guyuran air terjun sibedil tidaklah sulit, karena lokasi yang mudah Ada beberapa cara untuk  dapat menikmati pesona curug Sibedil
1.         Dari arah tegal-Pekalongan-Pemalang ( Utara )
Dari terminal Induk Pemalang naik bus ¾ jurusan Moga turun di terminal Moga kemudian di lanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan jurusan Moga-Mandiraja turun di dukuh Karangbulu, desa Sima,tepatnya di SD Negeri 5 Sima.  di tepi jalan sudah terpampang jelas Banner besar yang mengarahkan ke Curug Sibedil. Dari jalan besar kita berjalan sekitar 300 meter kemudian ada plang yang mengarahkan ke curug sibedil. Atau bertanyalah kepada warga. Warga di sini siap untuk mengantarkan ke Curug tersebut.
2.         Dari arah Purwokerti, Purbalingga, Belik (tenggara )
Dari purwokerto turun di terminal randudongkal di teruskan dengan naik bus/angkutan kea rah moga kemudian dilanjutkan sesuai poin 1
3.         Dari arah slawi, Lebaksiu,Bumiayu,bojong ( Selatan )
Naik mobil jurusan simper di lanjutkan naik angkutan jurusan moga kemudian di lanjutkan menaikan angkutan desa jurusan moga – Mandiraja dan di lanjutrkan poin 1

Saya lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua, karena cepat dan mudah serta lebih praktis. karena ada beberapa Tujuan yang akan aku jelajahi sayapun mulai menjalankan roda motor tepat pukul 05.00 Wib. Saya berangkat dari kampung halaman tercinta, desa Kalibakung kecamatan Balapulang Kab. Tegal, sebuah desa yang penuh dengan kenangan indah semaca kecilku dulu. Dari Kalibakung motor kuarahkan ke Tuwel. Dingin yang menusuk tulang tak saya hiraukan lagi. Satu tujuan saya ingin cepat menikmati keindahan curug Cibedil. Setelah sampai di pertigaan Tuwel saya berbelok ke kiri dan ke arah pemalang. Sampai di pertigaan Guci rintikan hujan menemani perjalanan ini. Oh .. ia dalam penjelajahan kali ini saya bersama Raihan sang  keponakan. Rintikan air tak menghalangi kami untuk melaju lebih kencang. Deretan perbukitan menambah energy buat kami walau tubuh terasa mulai menggigil. Kamipun segera berteduh saat hujan deras mengguyur, Setelah 5 menit berteduh hujan mulai reda kami segera melanjutkan perjalanan.

Deretan pohon pinus menjadi teman dalam perjalanan menuju curug sibedil.keluar masuk pedesaan dan bertanya kepada warga setempat kami lakukan agar terhindar dari tersesat, senyum ramah tulus terpancar dari raut muka mereka, mereka menjawab dan menjelaskan arah curug sibedil dengan logat jawa yang kental  dan penuh sopan santun. Tak jarang dalam perjalanan kami menjumpai puluhan remaja melakukan olaraga menyusuri jalan besar ini. Udara segar di pagi hari mungkin menjadi tujuan mereka. Setelah melakukan perjalanan hampir 45 menit kami menemukan banner besar di tepat di tepi sebelah kiri  jalan besar dan sebagai petunjuk kalau Curug Sibedil sudah dekat. Alhamdulillah sampai jug ahirnya kami di daerah ini ujarku.


Motor saya arahkan sesuai dengan petunjuk yang ada. Kami memasuki desa Sima tepatnya di dukuh Karangbulu. Berjalan sekitar 300 meter petunjuk mengarahkan kami berbelok ke kiri, menyusuri jalan setapak yang membelah dukuh di mana kanan kiri terdapat rumah warga. Motor terus melaju pelan. Kamipun di arahkan oleh petunjuk yang ada untuk memarkirkan motor, tepat di samping sebuah mushola kami memarkirkan motor. Sambil melemparkan senyum kepada penduduk setempat kami menanyakan tempat parker motor. Kami tak menjumpai tempat penjualan tiket di sini, saya bertanya kepada anak-anak yang ada. Merekapun dengan senang menujukan arah Curug sibedil.


Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak, deretan pohon bambu menjadi pembuka perjalanan ini, kami melintasi sungai kecil dan terlihat beberapa anak-anak sedang menikmati segarnya aliran sungai tersebut. perjalanan kami lanjutkan, hanya beberapa menit saja kami sudah mendengar deburan air terjun. Langkah kami tak berhenti, kami segera menyusuri jalann yang menurun, waw… Indahnya Curug sudah kami lihat di balik pepohonan bambu

 

Sungguh besar keagungan Allah SWT yang telah menciptakan keindahan yang dapat menyejukan hati ini. Sayapun berhenti dan terdiam memandang lekat pesona curug sibedil. Deretan air terjun yang mempesona ujarku dalam hati. Tiga air terjun yang indah  bermuara di satu tempat. Walau air terjun ini tingginya tak melebihi 30 meter keindahan patut di acungi jempol.


Rintikan dan tetesan air yang menghiasi di setiap tepian curug menjadi penghias curug yang berada tak jauh dari perkampungan warga ini. Sungguh beruntung warga dukuh Karangbulu mempunyai curug Sibedil yang mempesona ini. Mereka dengan mudah menghilangkan penat dengan memandang dan merasakan ketenangan curug Sibedil.  Entah dari mana nama curug itu di ambil, konon dari adanya bebatuan yang menyerupai senapan ( bedil dalam bahasa jawa ).


Saya terus memandang Curug dari berbagai sudut, tumbuhan yang menghiasi di dinding-dinding curug dan wa5rna air hijau toska di muara curug menjadi pelengkap keindahan curug ini. Bebatuan besar yang berada di sekitar curug  menambah pesona curug sibedil.sayapunn tak hendi-hentinya bersyukur dapat menikmati keindahan Curug sibedil dari dekat ini.


Hanya kami berdua di pagi buta ini, kami sampai di curug sibedil tepat pukul 06,15 wib tak ada satupun orang yang kami jumpai di curug ini. Kami dengan leluasa bisa mengambil gambar dan mengabadikanya. Lebih dari satu jam kami di sini setelah puas dengan pesona yang di suguhkan oleh Curug Sibedil kamipun segera melanjutkan perjalanan ke Curug Bengkawah.

  

Sunday, December 13, 2015

Candi Gedong Songo "Pesona di Lereng Gunung Ungaran"



Tujuan penjelajahan selanjutnya setelah menikmati kesejukan dan kesegaran Air di Umbul sidomukti (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/umbul-sidomukti-menikmati-dinginya-mata.html) adalah menikmati pesona Candi yang berada di Lereng Gunung Ungaran. perjalanan menuju Candi Gedong songo dari Umbul Sidokmukti memakan waktu tak lebih 20 menit. Candi ini terletak di desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Jawa Tengah .Untuk mencapai kawasan ini kami harus melewati jalanan yang menanjak dan berliku, petunjuk yang jelas membuat perjalanan lebih cepat. 

 



Setelah memarkirkan kendaraan kamipun langsung menuju area Candi Gedongsong. Candi Gedong songo merupakan Candi peninggalan agama budaya Hindu yang terletak di ketinggian 1200mdpl. setelam membayar tiket kamipun segera menyusuri jalanan ke area Candi. kami memilih jalanan yang di gunakan untuk kuda melintas karena lebih dekat. 



Untuk menikmati keindahan pesona lereng gunung ungaran dan beberapa candi ada 2 pilihan, biasa menggunakan kuda untuk berkeliling atau berjalan menyusuri jalanan yang sudah rapih ini, kami tentunya lebih memilih menyusuri jalanan sambil menikmati keindahan dan kesegaran udara Gunung Ungaran.


Di hari libur  banyak wisatawan yang memadati Candi Gedong songo ini, ada yang unik dari Candi Gedong songo, yaitu area candi yang berpencar dengan jarak yang lumayan jauh di lereng gunung ungaran. Gedong songo  arti dalam bahasa jawanya adalah Sembilan Candi tetapi Candi yang ada di lembah Ungaran ini berjumlah Lima. ada beberapa bebatuan yang berserakan di area sekitar candi. 


Kamipun menyusuri candi Gedong songo I  menuju ke candi ke II, pesona alam di sekitar candi menambah keindahan aalam yang sangat patut di syukuri. karena kami melewati jalan yang berlawanan terkadang kami harus berpapasan dengan pengunjung yang menunggangi kuda untuk berkeliling sampai candi ke lima.




Setelah melewati candi pertama di lanjutkan dengan candi ke dua dan ketiga, kami melewati pemandian air panas yang terdapat di kawasan ini. ada kepulan asap yang keluar bak gunung yang masih aktif. kepulan asap ini membuat kami penasaran untuk mendekatinya.



perjalanan selanjutnya setelah melewati kepulan belerang dan kolam rendam air panas yang kami tuju sekarang adalah Candi ke IV dan ke V. perjalananpun kini mulai lumayan melelahkan, dengan jalanan yang sedikit menanjak. sampai juga ahirnya kami di Candi Ke IV. 




di area sinilah kami dapat menikmati gugusan perbukitan dengan Candi-candi sebagai penghias dan pemanis pesona alam. sungguh luar biasa keindahan alam sang pencipta. kamipun berhenti dan menikmati pertunjukan  yang di suguhkan. 




Setelah menikmati keindahan candi-candi dari kejauhan kamipun menuju candi yang terahir, Candi ke V terletak berdampingan dengan candi ke IV, di candi V ini ada 2 area bebatuan yang menyerupai teras. batu-batu mirip batu candi ini masih berserakan di sekitar candi ini.




Kelima Candi di Gedong songo sudah kami nikmati kini saatnya kami kembali, kamipun berjalan menyusuri jalanan dengan pepohonan pinus sebagai peneduh perjalanan kami. keindahan tetap di sajikan Gedong Songo.




Keindahan Gedong Songo patutlah di nikmati oleh setiap pengunjung yang datang kesini, tetapi perlu di ingat kebersihan dan kelestarianya tetap harus di jaga. jangan pernah merusak apa yang ada di area ini. Trimakasih Gedong Songo suatu saat kami akan kembali di lain waktu dengan cerita yang berbeda.