Saturday, May 7, 2016

Singgah di Keraton Mangkunagaran Solo


2 hari sudah saya berada di kota solo, sebuah kota dengan budaya dan tradisi yang masih sangat kental dan tetap  terjaga sampai saat ini. Bosan rasanya bila keberadaan ku di sini tak menikmati keindahan akan kota solo. Ju'mat 15 april 2016 selesai juga ahirnya tugasku  menyampaikan materi, tepat pukul 09.45 aku mengajak mba Endah untuk menikmati ramahnya kota Solo. setelah berdiskusi denganya kamipun sepakat untuk mengenal Budaya Solo dengan mengunjungi  Keraton Kasunanan Surakarta.  Berbekal Motor pinjaman dari mba Wuri kamipun mengelilingi kota Solo sebelum ahirnya sampai di pelataran Keraton Kasunanan Surakarta. tapi sangat di sayangkan pada hari Jum'at keraton ini di tutup untuk umum. kami di sarankan oleh penduduk setempat untuk berkunjung ke Keraton Mangkunagaran sebelum jam 12. tak sampai 15 menit kamipun sampai dan memarkirkan motor di bawah sebuah pohon nan rindang. 


Lega rasanya kami sampai di tempat nan teduh ini, sebuah Keraton yang terletak di jalan Ranggowarsito Solo. kamipun mulai melangkahkan kaki dan menghampiri petugas loket, hanya membayar sebesar Rp. 25.000 kami dapat mengantongi dua tiket ( Rp 12.500/orang ). kami di dampingi seorang pemandu yang ramah dengan logatnya yang kental mempersilahkan kami untuk mengikutinya. 

pemandu mengarahkan kami ke sebuah kolam yang tepat berada di depan sebuah bangunan keraton, bangunan yang menghadap ke selatan ini di bangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang lebih di kenal sebagai Pangeran Samber Nyawa. Raden Mas Said kemudian menjadi pangeran Mangkoe Negoro I. keraton ini terdiri dari dua bagian utama, Pendopo dan Dalem yang di apit oleh tempat tinggal keluarga raja.

kamipun melangkahkan kaki mendekati pendopo keraton, bangunan Keraton dengan perpaduan antara arsitektur jawa dan arsitektur Eropa sangat kentara di keraton ini. ada yang unik di pendopo tersebut, empat buah tiang utama yang terbuat dari kayu jati yang masih utuh ( Bulat )  menambah kokohnya Keraton tersebut. delapan buah persegi dengan warna yang berbeda di langit - langit pendopo menghiasi dan menjadi pelengkap keunikan keraton Mangkunagaran. 



Di pendopo ini juga terdapat seperangkat gamelan yang di namai kiyai kanyut mesem dan di mainkan pada hari - hari tertentu. pendopo di gunakan sebagai tempat untuk resepsi dan pementasan tari tradisional jawa. kamipun duduk - duduk santai di tengah pendopo menikmati ketenangan dan wanginya lantai yang konon di datangkan langsung dari Itali. dan di bersihkan setiap hari menggunakan air bunga melati. 


Pemandu mengajak kami ke ruangan Dalem. ada hal yang menarik sebelum mesaki ruangan tersebut pemandu berucap bahwa kami tidak di perkenankan untuk mengambil gambar di dalam ruangan tersebut. sebelum memasuki ruangan dalem kami di sambut oleh beberapa patung yang konon berasal dari india dan china.

kamip segera memasuki ruangan Dalem, sebuah ruangan yang sangan tinggi nilai sejarahnya. di tempat inilah terdapat Pringgitan, ruang di mana keluarga menerima pejabat. ada beberapa lukisan yang terpampang di dalam ruangan ini, lukisan ini merupakan hasil karya dari Pelukis kenamaan solo bapak Basuki Abdullah. 

pemandu dengan ramah dan sabar menjelaskan barang-barang yang terdapat di dalam ruaang Dalem. berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggipun di perkenalkan kepada kami. dari yang terbuat dari emas murni, maupun yang di dapat dari berbagai negara sangat terawat dan terjaga di sini. lama kami berada di sini, rasanya mata kami tak mau beranjak menikmati peninggalan sejarah yang sangat berharga tersebut. satu demi satu barang kami tanyakan ke pada sang pemandu, dan beliaupun menjawab dengan penuh antusias.  beberapa koleksi perhiasan emas, alat makan yang terbuat dari emas, mata uang dariberbagai negara, koleksi keris,pedang pemberian dari beberapa negara, koleksi topeng dari berbagai daerah. kitab-kitab kuno, serta potret mangkunegoro terpampang di ruangan ini. rasa kagumku bertambah karena barang-barang tersebut terjaga rapih.  

lama rasanya kami di Ruang dalem, kamipun keluar dan di kenalkan beberapa ruangan yang terdapat di bagian belakang ruang Dalem, terdapat ruangan putri dan putra serta ruang untuk  makan dan musyawarah keluarga. suasana asri menyapa kami saat di depan ruangan putri, berbagai koleksi potret masih terpampang di sini. 


belum puas rasanya kami mengenal Keraton  Mangkunagaran, tapi apa mau di kata waktu sebentar lagi menunjukan hampir pukul 12 WIB bertanda saya harus menunaikan Sholat Jum'at. kamipun segera beranjak dan meninggalkan Keraton Mangkunagaran. lain kali pasti kami kembali dengan teman dan cerita yang berbda. terimakasih pak pemandu yang telah banyak mengupas sejarah untuk kami.  

No comments:

Post a Comment