Wednesday, December 9, 2015

Masjid Agung Jawa Tengah " Keindahan penyejuk Imanku "


Setelah lelah menempuh perjalanan selama menikmati ke indahan Brown Canyon, kami memutuskan untuk singgah di Masjid Agung Semarang untuk  bersujud menunaikan sholat maghrib di masjid tersebut. Masjid Agung Semarang terletak di Jalan Gajah raya kelurahan Sumbirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Tak sulit menjejakan Kaki di Masjid Ini petunjuk jalan di setiap sudut jalan raya terpampang jelas mengarahkan roda kearah Masjid yang megah ini. Tepat Pukul 18.30 kamipun sampai di Halaman Masjid dengan Luas lahan mencapai 10 Hektar ini.


Kamipun segera melangkahkan kaki menuju Masjid Agung , bangunan yang megah seluas 7.669 m² dengan luas halaman sekitar 7.500 m² ini merupakan masjid termegah yang pernah saya kunjungi setelah masjid Kubah Mas (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/04/masjid-kubah-emas-depok-jawa-barat.html) dan masjid baiturahman di banda Aceh (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/02/sujudku-di-serambi-mekah.html). Pesona masjid ini sudah dapat saya nikmati kala kami memarkirkan kendaraan, masjid bergaya  arsitektur Jawa, Jawa Tengah dan Yunani ini menjadi maghnet wisatawan Untuk berkunjung ke sini.


Saya menyusuri setiap inci halamann masjid  Agung , sayapun berhenti sejenak untuk dapat menikmati kemegahan masjid Agung Semarang. Langkahpun kami lanjutkan lebih dalam ke bagian masjid.kami  segera melaksanakan sholat Maghrib. Saya merasa bersyukur dapat bersimpuh di dalam masjid ini. Di dalam keheningan dan ketenangan saya memanjatkan doa untuk anak dan istri tercinta di dalam masjid yang megah ini. 


Ada yang unik di dalam masjid ini yaitu adanya Al-Quran raksasa tulisan tangan karya H. Hayatudin seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-Quran dari Wonosobo, Jawa Tengah , Selain itu di pojok masjid juga terdapat Replika Bedug Raksasa yang di buat oleh para santri pesantren Al-Falah Mangunsari Jatilawang Banyumas Jawa tengah. Kamipun menyusuri setiap sudut masjid Agung Semarang ini.


Setelah menunaikan Sholat dan mengagumi kemegahan Masjid Agung dari Dalam dan Halaman masjid kamipun memutuskan untuk menikmati kemegahan Masjid dari menara pandang yang terletak  di pojok barat Masjid. Menara pandang atau lebih di kenal dengan Menara Asmaul Husna ( Al Husna Tower ), menara dengan ketinggian 99 meterdapat di liat dari radius 5 Km yang melambangkan kebesaran dan Kemahakuasaan Allah.  Kamipun menuju menara tersebut. intuk dapat naik ke puncak menara kami harus membayar tiket seharga Rp. 5000, dengan menggunakan lift kami menuju lantai 9 tepat di puncak menara.


Dari puncak sinilah saya dapat menikmati kemegahan Masjid agung secara penuh. Keindahanya mirip dengan masjid  Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. 6 payung Hidrolik yang berada di halaman masjid menambah keindahan masjid ini. Di puncak menara ini terdapat teropong yang bisa di gunakan oleh setiap pengunjung. Selain itu juga terdapat teropong untuk melihat hilal.  Keindahan Malam Semarang dapat saya nikmati di atas puncak menara pandang  Masjid Agung, hamparan lampu sebagai pelengkap kemegahan masjid agung Semarang.


Setelah menikmati keindahan masjid agung dan pesona semarang di malam hari di tambah lagi perut yang sudah keroncongan kamipun memutuskan untuk meninggalkan Masjid Agung menuju Simpang Lima semarang untuk menikmati Kuliner khas semarang.

Sunday, December 6, 2015

Pesona Keindahan Brown Canyon Semarang


5 Desember 2015
Hari yang ku tunggu-tunggupun tiba. sabtu 5 Desember 2015 usai sudah tugasku di Semarang, kini saatnya aku menikmati keindahan Sudut-sudut kota ini. 2 hari aku berencana mengenal semarang lebih dekat. Dengan menyewa sepeda motor seharga 70.000/hari sayapun siap menjelajahi kota Semarang. tujuan pertama adalah ke tebing-tebing tinggi yang konon keindahanya yang sangat memukau ini. tempat ini sedang ngehitnya dikalangan muda-mudi yang lebih di kenal dengan sebutan Brown Canyon. 


Dengan bermodalkan Googl Map kami (andy,mba yayu dan Al ) menyusuri jalan menuju Brown Canyon. Brown Canyon terletak di daerah Rowosari Meteseh Tembalang Semarang, Tempat Yang lumayan Jauh dari pusat kota semarang. Rute brown Canyon dari Pusat Kota Semarang dapat melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang ( ketileng ) kemudian mengambil arah ke kiri menuju komplek di perumahan di area klipang. setelah melewati klipang Golf perjalanan di lanjutkan menyusuri Jembatan baru, dan dua jembatan besi dan jalan lurus tak lama Brown Canyon terlihat dari kejauhan. Truk-truk besar pun hilir mudik di sepanjang jalan ini. 


Setelah menempuh Perjalanan sekitar 1 jam dari pusat Kota semarang sampai juga kami di tempat nan indah ini, tak ada tempat parkir kusus, yang ada hantalah tanah tambang yang lapang dengan tebing-tebing cadas yang menjulang. kamipun memarkirkan kendaraan de depan tebing ada seseorang yang mendekati kami dan menyodorkan tiket, kami harus membayar tiket masuk seharga Rp. 5000/orang. Saya pun tertegun memandang setiap sudut area ini, pesona yang luar biasa di suguhkan Brown canyon, tebing-tebing menjulang  tinggi membentuk suatu bentuk yang unik, beberapa tekstur tebiing yang menawan ini cukup membuat kami terbengong-bengong. Kaya di luar Negri ujar mba yayu dan di iyakan oleh Al.   


Tebing - tebing nan memukau ini merupkan tempat penambangan batu-batu cadas yang berlansung sudah lebih dari 10 tahun. tempat yang dulunya perbukitan kini meninggalakan pesona layaknya di Green Canyon di Amerika sana.Penambangan ini menyisakan tebing-tebing nan indah dan beberapa  pohon menghiasi puncak tebing tersebut. 




kamipun meyusuri area penambangan ini, beruntuk kami datang di sore hari, sehingga debu yang di hasilkan dari hasil penambangan tidak kami jumpai. setiap Sudut Brown Canyon menawarkan keindahan dan pesona luar biasa. Brown Canyon merupakan tempat yang cocok buat Hunting Foto atau yang hobi fotografi, 




Pesona Brown Canyon memberikan pengalaman tersendiri selama saya melakukan petualangan, tempat yang berbeda dengan keindahan yang berbeda, keindahanya mampu menahanku sampai senja menghilang, tetapi sangat di sayangkan awan mendung menutup cakrawalan Brown Canyon, sayapun tak dapat menikmati sunset yang konon dapat menambah keeksotikan temapt ini. 


Sudut sudut Brown canyon sudah kami jelajahi, keunikan Bebatuan yang menjulang tinggipun sudah kami nikmati. Saya, mba yayu dan al pun beristirahat sejenak untuk Lebih mensukuri nikmat akan keindahan alam ini. 


Ada yang unik di setuiap dasat batu cadas yang tinggi menjulang ke langit ini, di setiap dasarnya membentuk lubang-lubang yang menganga, entah bekas galian atau tempat pembakaran. yang pasti ini sangat unik dan menambah keindahan tempat ini.


Setelah lama memandang cadas-cadas dan menikmati suguhan pesona Brown canyon kamipun segera meninggalkan tempat yang penuh pesona ini, laju rodapun bergulir namun mata kami sesekali-kali melirik ke arah tebing - tebing itu. terimakasih brown Canyon suatu saat saya kesini dengan teman dan cerita yang berbeda. 

Friday, December 4, 2015

Seribu langkah Untuk menikmati Pesona Curug Seribu


Penjelajahan Sehari menikmati pesona Curug Di kawasan Nasional Gunung Halimun Salak Endah (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/kunikmati-7-curug-nan-cantik-dalam.html) tak lengkap rasanya bila tidak mampir ke Curug Seribu. walaupun satu tahun yang lalu curug ini sudah pernah saya kunjungi, ( http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/02/curug-seribu-bogor.html) namun daya tarik keindahan Curug seribu menjadi magnet untuk membawa jejaku menapaki curug tersebut kembali.  



Setelah memarkirkan kendaraan dan membeli tiket seharga 10.000/orang kamipun segera menyusuri jalan setapak, berbeda dengan waktu pertama kali kesini, jalan menuju curug seribu sudah banyak berubah, sudah di buat jalan baru menuju curug, susunan bebatuan dangkal menuntun kami ke arah curug. jalan yang datar mulai terasa curam kami harus sangat berhati-hati karena jalanan yang licin dan menurun. 

 

Setelah ribuan langkah kami menyusuri jalan setapak sampai pula kami di depan Suatu Curug kecil yang di sebut oleh penjaga tiket Curug sawer, curug ini mampu mengurangi kelelahan kami selama menyusuri jalan setapak, kamipun berhenti sejenak dan menikmati keindahan air yang mengalir dari atas tebing, tak begitu deras namun pesonanya mampu mengurangi letih yang mendera. perjalanan menggapai curug seribupun kami lanjutkan. 

 

Rimbunya pepohonan menjadi peneduh perjalanan ini, semangat akan menikmati keindahan curug menjadi energi yang kuat untuk kami melangkahkan jejak ke arah curug, jalan gontai karena seharian menjelajahi beberapa curug menjadi perjalanan yang sangatlah teramat berat kali ini, tapi kami harus melanjutkan karna kami tau di ujung sana ada keindahan yang mampu menghapus segala kelelahan kami.  
 

Setelah hampir 30 menit kami berjalan dengan menyusuri jalan yang terjal, gemuruh air dari kejauhan pun terdengar, energi kami meningkat sejalan dengan gemuruh yang kami dengar, langkah kami tak gontai lagi, kami hampir berlari mendekati kearah suara tersebut. Curug sudah di depan mata. sayapun berhenti sejenak tuk menikmati keindahan yang nyata ini. 


Curug dengan ketinggian sekitar 100 meter menjadi sangat teramat indah, curug ini merupakan curug yang terkeren selama seharian kami jelajah curug, ingin rasanya menikmati hempasan embun lebih dekat, tetapi larangan untuk mendekatiatau mandi di muara curug terpampang jelas. Curug dengan kedalaman muara sekitar 5 meter- 30 meter  memang pesonanya luar biasa, 


sayapun mencoba menikmati segarnya air yang mengalir dari tumpahan Curug seribu, arus yang deras dan bebatuan yang kecoklatan menambah keeksotikan curug seribu.warna air yag  kehijauan dan  indahnya alam sekitar mampu menghipnotisku hingga kami sangat lama berada di sini.  


tak terasa haripun mulai sore dan gerimis mulai mengusik keberadaan kami di sini. belum puas rasanya saya menikmati keindahan curuh yang luar biasa ini, tetapi hujan mulai turun dan kami harus segera beranjak. kamipun  segera menyudahi penjelajahan curug di kawasan Gunung halimun, dan curug seribu merupakan penutup yang teramat manis di hari ini. makasih al atas kebersamaan penjelajahan ini. semogaperjalanan selanjutnya di pertemukan kembali 

Wednesday, December 2, 2015

Curug Cigamea " pesona dua Curug jadi satu "


Deburan jatuhnya air dari ketinggian selalu membuat penasaran, (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/12/curug-kondang-atau-curug-ngumpet-2-di.html) penjelajahanpun kami lanjutkan untuk lebih banyak menikmati percikan embun yang di hasilkan diri deburan air Curug. setelah menikmati keindahan Curug kondang kamipun menuju Curug Cigamea. letak curug ini tak jauh dari curug sebelumnya, kami hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 menit sudah tiba di parkiran Curug Cigamea. 


Berbeda dengan curug-curug sebelumnya, tikat masuk ke cuug ini lebih mahal.kami harus membayar Rp. 10.000 untuk dapat menikmati keindahan Curug tersebut. setelah mendapatkan tiket kamipun melenggang menyusuri jalan setapak. jalanan menuju curug sudah tertata rapi, bukan lagi jalan tanah.  

selama perjlanan kami di suguhi pemandangan yang luar biasa, pesona curug di sajikan sejak langkah pertama kami, dari kejauhan terlihat keindahan curug cigamea ini, di perjalanan menuju curug kami di sambut satwa-satwa liar yang bergerombolan, monyet ini menghadang di tengah jalan, tetapi tidak usah takut satfa ini tidaklah mengganggu, mereka akan menepi saat kam melewati jalan tersebut. 



Kami harus meniti jalan sepanjang kurang lebih 700 meteran, jalanan yang datar dan sedikit menurun membuat kami cepat sampai di depan curug. Setelah hampir 10 menit berjalana sampailah kami di depan Curug yang sangat mempesona, dua buah curug yang berada di satu lokasi dengan karakter yang berbeda. dan tentunya dengan keindahan yang memanjakan setiap pengunjung dan pecinta curug. 



Curug yang pertama, di kenal dengan Curug Cimudal, curug ini letaknya di tepi jalan masuk ke area curug. Deburan air yang jatuh dari atas menyusuri dinding-dinding bebatuan dan tebing yang curam, menghempas setiap batu yang di lewati  membentuk semacam tarian unik, seolah melambai menjadikan energi penghilang penat untuk setiap pengunjung yang datang. muara di curug ini sangatlah dangkal, di hiasi dengan bebatuan besar menjadikan curug pertama ini tak bisa untuk berenang. tetapi hempasan air yang di timbulkan menyapa setiap pengunjung yang mendekat. 


memandang pesona curug tak pernah puas, dari setiap sisi dengan pesona dan keindahan yang berbeda, ingin rasanya lebih dekat dan merasakan hempasan embun yang di timbulkan di curug yang pertama, tetapi garis larangan membentang menjadi penghalang menikmati kesejukan curug tersebut. tetapi harus di taati oleh setiap pengunjung untuk tidak meleati garis tersebut. agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. 



Curug yang keuda ini lebih memukau, berjarak sekitar 30 meter dari curug pertama dengan melewati sampai lah kami di depan sebuah curug yang pesona dan keindahanya mampu menghipnotis setiap mata yang memandangnya. saya sempat terdiam memandang kagum keindahan curug ini. air terjun dengan ketinggian sekitar 50 meter ini sungguh sangat menakjubkan. air terjun yang berada di celah tebing dan seolah membelah tebing bebatuan  serta semakin ke bawah semakin melebar, tebing dengan warna kecoklatan menjadi penghias air terjun ini, deburan air yang sangat deras menjadikan curug ini sangat menggoda untuk di jamah. 



kamipun tak sekedar memandang dan mengagumi dari kejauhan keindahan curug cigamea ini, saya mulai mendekat dengan melompati beberapa bebatuan kecil untuk merasakan sensasi yang luar biasa dari hempasan curug cigamea. Muara tumpahan air yang jatuh dari tebing ini cukup luas, sehingga saya dapat leluasa berenang menikmati segarnya air curug tersebut. 


Semakin mendekati tumpahan air dari tebing berwarna biru kehijauan, pesona yang luar biasa, segarnya air curug cigamea mampu menghilangkan semua penat setelah menjajaki beberapa curug di kawasan gunung halimun ini, (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/kunikmati-7-curug-nan-cantik-dalam.html) setelah hilang sudah lelah ini dan puas dengan pesona Curug Cigamea kamipun beranjak dari keramaian pengunjung yang masih terpukau di hadapan Curug Cigamea. kami melanjutkan penjelajahan ke Curug Seribu. 

Tuesday, December 1, 2015

Curug Kondang atau Curug Ngumpet 2 di taman Nasional gunung Salak endah


Setelah menikmati keindahan dan dingina air di Curug Pangeran, kami terus berpetualang menggapai beberapa curug lagi, Curug yang menjadi tujuan kali ini adalah Curug Kondang atau Curug Ngumpet 2. tak begitu jauh letaknya dari curug pangeran (http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/curug-pangeran-gunung-bunder.html) kami dengan mudah mendapati pintu gerbang curug kondang. untuk memasuki dan dapat menikmati pesona curug ini kamipun membeli tiket seharga Rp. 7500. kamipun segera melenggang ke arah curug tersebut. 


kamipun segera menyusurui jalan setapak, keramaian penguncung curug ini sudah tercium dari gerbang utama. tak salah jika curug ngumpet 2 berganti nama menjadi curug Kondang, karena banyaknya pengunjung yang memadati kawasan tersebut. setelah berjalan beberapa menit kamipun di suguhi pesona Curug Kondang, deburan dua aliran curug yang menjadi satu menjadikan curug ini nampak mempesona. 

Ada PUluhan pengunjung yang sedang menikmati keindahan Curug Kondang, dan merasakan segarnya deburan embun yang terhempas ke setiap sisi muara curug kondang. sayapun lebih memilih menikmati keindahan curug kondang dari atas. keindahan dan pesona yang di tunjukan mampu menahanku lebih lama di sini. warna muara yang kehijauan menambah daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung. 

curug dengan ketinggian sekitar 45 meter ini mampu memberikan energi positif buatku, di tambah lagi rimbunya tumbuhan yang terdapat di sekitar curug serta jernihnya air yang mengalir dari muara menjadikan pengunjung betah berlama-lama di curug ini. 


Setelah puas menikmati keindahan dan panorama curug Kondang kamipun melanjutkan penjelajahan ke curug berikutnya ( http://jalantraveller.blogspot.co.id/2015/11/kunikmati-7-curug-nan-cantik-dalam.html