Saturday, January 14, 2017

Serunya menjelajahi Kebun Raya Bogor



 
Yeahhh ahirnya bisa ngajak anak-anak jalan jalan juga di awal tahun baru 2017 walau tanpa mamanya. Kebun Raya Bogor menjadi tujuan pertama pada ekspedisi kali ini. bersama Fira , Yaqhdan dan fakih kami berangkat tepat pukul 07.00 Wib dari Cibinong menuju Kebun raya Bogor. gak kebayangkan repotnya nyiapin mereka?? saya mengajak mereka ke Kebun Raya Bogor karena ingin mengenalkan alam kepada mereka jadi tidak melulu ke  Mall.



Tepat pukul 08.30 Wib Sampai juga ahirnya kami di gerbang pintu utama, jujur ini kali pertama saya menginjakan kaki di kebun raya Bogor, jadi masih awam mengenai spot-spot yang menarik dari sebuah kebun raya Bogor, walaupun sering melihat segerombolan rusa dari depan pagar kebun raya tapi untuk menjelajahi kebun raya ini merupakan penjelajahanku yang pertama. setelah membeli retribusi seharga Rp. 14.000/orang (sudah termasuk kujungan ke musium Zoologi)  kamipun melenggang memasuki kebun raya Bogor. agak sedikit bingung sebenernya mau di bawa kemana anak-anak ini hahhahahah... 


Setelah beristirahat sejenak kamipun berjalan lurus menuju sebuah Danau, sebenarnya ada sebuah Monumen Ladi Raffles yang kami lewati saat menuju sebuah Danau Gunting. Menumen tersebut berada tak jauh dari Pintu masuk kebun raya, monumen berbalut cat putih berbentuk lingkaran dengan dinding penyangganya tampak anggun di pinggir jalan, tapi sayangnya saya tak sempat mendekat ke dekat musium tersebut, anak-anak berlari lebih cepat mendekati sebuah Danau. 


Danau Gunting namanya, sebuah danau yang menyejukan dan menenangkan kamipun duduk manis di tepian danau sambil menyiapkan bekal makanan yang kami bawa kami  memandang elok keindahan danau gunting. saya menggelar makanan ala-ala kamping kecil dan menikmatinya sambil di hibur kemolekan danau gunting. pelancong hilir mudik bergantian melewati kami yang sedang asik menyantap bekal yang ada. ada beberapa pengunjung yang sengaja untuk berolahraga mengelilingi kebun raya Bogor saya yakin sih ini warga bogor. 


Setelah di rasa cukup menyantap bekal yang ada kamipun melanjutkan menjelajahi Kebun Raya Bogor, berjalan ke arah Istana Bogor kami menjumpai hamparan teratai yang cukup membuat Syafira berteriak. Ayahh... liat bunganya bagus ujarnya... hamparan bunga teratai atau Lotus yang sedang bermekaran berwarna Pink yang memenuhi danau ini tak akan membuat anda berkedip. cukup lama syafira berada di pinggiran danau dengan hamparan teratai yang menawan dengan latar belakang Istana Bogor. cucup menarik memang berada di tempat ini.

Tak Jauh dari Hampararan teratai terdapat sebuah Prastasi yang berdiri anggun, Banyak sekali wisatawan yang antri berselfie ria di prastasi tersebut. Prastasi Georg Karl Reinwardt namanya, prastasi ini di buat untuk menghormati pendiri Kebun Raya Bogor di tangan beliaulah tempat ini lahir dan menjadi kebanggaan warga kota Bogor. Kebun raya yang di bangun sejak tahun 1817 dengan luas sekitar 87 hektar dengan koleksi sekitar 15 ribu tanaman ini menjadi saksi dinginya tangan beliau. 


Setelah puas dengan pesona bunga teratai atau Lotus di danau gunting kamipun menjelajahi lebih dalam kebun raya bogor, kami menjumpai kumpulan makam belanda yang berada tak jauh dari jalan menuju istana. Komplek pemakaman Belanda kuno ini memang agak menyeramkan rimbunya pohon bambu membuat komplek pemakaman ini sulit untuk di tembus sinar matahari dan menjadi sedikit gelap tak heran anak-anak merasa takut untuk menuju ke komplek pemakaman tersebut dan kamipun berlalu menyusuri tempat yang lain yang lebih terang. 


Kamipun menuju tempat lapang yang sangat berbeda dengan suasana temaram di komplek pemakaman belanda kuno, sebuah taman yang cukup indah bunga-bunga dengan daun keunguan mempercantik tempat ini, ada sebuah tugu berbentuk oblik tampak berdiri anggun di tengah taman tersebu seolah-olah menjadi pusat dari taman nan cantik ini. Tugu tersebut merupakan tugu Teijsman.


Taman atau Tugu Teijsman ini di dedikasika kepada seseorang yang berperan besar terhadap perkembangan Kebun Raya Bogor. Beliau bernama Jihannes Elias Teijsman seorang ahli Botani dan kolektor Tanaman Kelahiran Arnheim, Belanda tahun 1808. kegigihan beliau dalam membenahi kebun raya Bogor membuat tempat ini berkembang pesat. tugu dan monumen inilah sebagai penghargaan atas jasa - jasa beliau dalam mengmbangkan Berbagai Spesies di kebun raya Bogor. 
 


duduk berlama-lama di sekitaran taman merupakan hal yang mengasyikan, memandang kebebasan anak-anak berlari - lari mengelilingi taman dan mengajarkan mereka untuk fotografi. cekrek cekrek aksi safira dan yaqhdan mengambil gambar. ini merupakan salah satu hasil dari jepretan yaqhdan. lumayan bukan???


Sebenaranya masih banyak spot yang menarik dari kebun raya Bogor tetapi apa mau di kata anak anak lebih memilih ke Musium Zoologi untuk mengenal berbagai spesies yang ada di sana kamipun memutuskan untuk ke Musium Zoologi  sambil menghidnari sinar matahari yang sudah mulai tak bersahabat.

Friday, January 13, 2017

Air Terjun Kembang Soka Kulonprogo


Kulon Progro menjadi daerah tujuan terahir di perjalanan kali ini, kabarnya di sana ada sebuah air terjun yang cukup menarik banyak kulihat di akun Instragram memajang kemolekan akan curug atau air terjun Kembang soka. Sebenarnya Kulonprogo tak asing buat saya karena beberapa tahun yang lalu saya pernah singgah untuk menikmati keindahan bukit Menoreh dan Waduk Sermo dari atas gardu pandang di Kalibiru. namun saat ini berbeda saya  bersama Erdi, mas Azis dan keluarga mas Apri  tertuju pada air terjun Kembang Soka. 


Air Terjun Kembang Soka merupakan salah satu air terjun terindah di Yogyakarta, air terjun ini mempunyai daya tarik tersendiri  dan sangat unik tak heran sejak di buka pada tahun 2014 kawasan  ini  menjadi daerah wisata air Terjun Kembang Soka menjadi pusat perhatian para Traveller.Air Terjun Kembang Soka  terletak di Dusun Gunung Kelir Desa Jatimulyo Kecamatan Kulonprogo Yogjakarta. Untuk dapat mencapai are tersebut traveller di sarankan menggunakan kendaraan pribadi atau motor karena tentunya belum ada angkutan umum yang akan mengantar traveller ke Air Terjun Kembang Soka.


Tepat pukul 14.00 Wib sampai juga airnya kami di kawasan Air terjun Kembang soka setelah sebelumnya melakukan perjalanan panjang dari Gunungkidul - Wonosari - Yogjakarta - jalan Godean - Nanggulan - pegunungan Menoreh - Goa Kiskendo sampai ahirnya ke kawasan wisata air terjun Kembang Soka. setelah memarkirkan kendaraan dan membeli tiket seharga Rp.3000/orang kamipun segera menuju ke Air terjun tetapi sebelum turun kami sempatkan sholat terlebih dahulu di balai yang terdapat di pojok di dekat kamar mandi.

Kamipun segera menyusuri jalan setapak menuju Air terjun Kembang Soka, di petengahan jalan kami menjumpai mata air yang menjadi sumber dari salah satu air terjun di kawasan ini yang di sebut air terjun Kalimiri, sumber mata air tersebut di kenal dengan Tuk Jaran di percaya sebagai sumber rezeki, air yang jernih dan segar mengalir dari mata air tersebut dan pastinya bisa langsung di minum bila traveller kehabisan bekal air minum.

Kamipun terus melangkah, jalanan setapak berganti dengan jembatan bambu yang melintasi beberapa jurang yang rawan longsor, tak sampai 15 menit kami melangkah kami mendengar suara gemercik air yang semakin membuat kami penasaran. kamipun menikmati sebuah air yang sangat indah dari atas jembatan bambu kami di suguhi keindahan buih-buih putih yang mengalir menyusuri bebatuan, walau tak terlalu tinggi tetapi daya tariknya sangat mempesona.

air terjun pertama

Saya dan erdipun mendekati air terjun yang pertama di deretan Air terjun Kembang Soka. air terjun kembang soka berasal dari Mata Air yang keluar dari sebuah pohon kembang soka maka tak heran air terjun ini di  beri nama oleh warga sekitar air terjun Kembang soka. di air terjun yang pertama kami jumpai tak ada muara sehingga tak dapat di gunakan untuk berenang. 

air terjun kedua

Setelah puas menikmati keindahan air terjun yang pertama kamipun berjalan meyusuri jalan setapak dan kami menjumpai kembali jembatan bambu yang mengantarkan kami ke air terjun yang kedua. air terjun kedua ini lebih tinggi dan lebar. saya mencoba merasakan sensasi berada di bawah guyuran air terjun kembang sika. debit air yang begitu deras di sebelah kiri saya dan gemecik guyuran yang melebar di sebelah kiri saya membuat air terjun ini semakin mempesona. terdapat muara di air terjun ini dengan kedalaman mencapai 2 meter tepat di dasar air terjunya. 


Ada sebuah muara atau semacam bendungan di tiga curug ini, muara sungai yang berwarna hijau inilah menjadi tempat paforit traveller untuk bermanja ruia dengan dinginya air terjun kembang soka. dengan kedalaman berkisar 1 - 2 meter air ini cocok untuk berenang. ada beberapa spot untuk berselfie ria di tempat ini ada gardu pandang yang tepat berada di atas muara dan papan loncatan yang berdada di tengah muara atau jembatan bambu yang melintasi muara kembang soka. 


Air Terjun Kali kemiri menjadi latar lanscape yang indah bila di lihat dari depan muara kembanhg soka. View yang di tawarkan air terjun kembang soka sungguh luar biasa. kamipun betah berlama-lama di sini. saya mencaba menyatu dengan dinginya muara kembang soka, menyusuri dan menikmati setiap jengkal sisi air terjun yang mempesona ini. air yang tak terlalu deras bahkan tenang berwana kehijauan dengan air terjun di dua sisi sangat memanjakan setiap traveller yang datang.


fasilitas di Air terjun Kembang soka terbilang lengkap, ada beberapa Gazebo yang berada di sepanjang aliran sungai yang menawarkan beberapa makanan ringan dengan harga yang terbilang murah. penyewaan alat-alat untuk berselfie ria seperti hamhock, tenda, ban dalam dan lainya. atau mau ngopi-ngopi di sekitara air terjunpun cukup dengan memesanya saja. kebersihan air terjun kembang soka patut dijaga oleh setiap pengunjung atau para traveller. 

Setelah puas menyatu dengan dinginya air kembang soka sayapun menuju air terjun kalimiri, air terjun ini sangat unik bahkan terbilang cantik. air yang mengalir melebar kesamping, debit tak terlalu deras membuat air terjun kalimiri bisa di dekati oleh siapapun, tetapi tetap harus berhati-hati bebatuan licin berada di sekitar air terjun tersebut.

Keindahan air terjun Kembang soka patut di ancungi jempol, mungkin benar air terjun ini merupakan air terjun terindah di Yogyakarta. Mudah-mudahan suatu saat nanti kan kubawa orang-orang tercinta ke tempat ini untuk menikmati pesona air terjun Kembang Soka Kulonprogo.

Thursday, January 12, 2017

Pantai Drini Gunung Kidul


Masih di sekitaran Gunung Kidul Yogyakarta, Pantai Drini menjadi pantai terahir yang kami kunjungi. selain jarak yang bersebelahan dengan pantai Watu Kodok pantai Drini konon merupakan pantai yang eksotik makanya kami penasaran dengan pantai tersebut. 

Minggu 19 Desember 2016 di penghujung tahun setelah merengkuh keindahan Pantai watu kodok baik sunset maupun sunrisenya tepat pukul 09.00 Wib kamipun meninggalkan pantai nan penuh kenangan itu menuju pantai Drini. Pantai Drini terletak di Desa Banjarejo Kecamatan  Tanjungsari Gunung Kidul Yogyakarta. Lokasi Pantai Drini Tepat di sisi timur Pantai Baron dan sisi Barat Pantai Watu Kodok.

Keindahan Pantai drini sudah terdengar oleh para pelancong yang datang  ke Yogjakarta, tak heran pantai ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. papan petunjuk yang jelas memudahkan mencapai pantai tersebut. ada beberapa rute yang bisa di lalui jika ke pantai nan eksotis tersebut. 

pertama dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Wonosari - Jl. Baron - tepus ( Lewat Pintu masuk timur ) - Pantai Indrayanti - Pantai Sundak - Pantai Drini.
Kedua dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Siono - Wonosari -  Jl. Baron - Kemadang- Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok - Pantai Drini

Ketiga dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Playen - Paliyan - Saptosari - pasar Trowono - Kemadang -  Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok - Pantai Drini


Vasilitas di mantai drini terbilang lengkap. gazebo berjejer di sepanjang pantai menawarkan aneka menu khas pantai, dari cumi, kepiting, udang yang pasti akan membuat anda terpuaskan. selain untuk makan di gazebo tersebut juga bisa untuk bermalam secara free looh.. kalian cuma memesan kopi/minuman lain dan makanan ringan saja sepanjang  malam ujar pemilik salah satu gazebo atau bisa juga menginap di homstay dengan tarif berkisar 100- 250.000/malam.  


Pantai Drini merupakan pastaai yang teristimewa di Gunung Kidul, pantai tersebut mempunyai sebuah pulau kecil  tepat di tengah-tengah pantai. pulau tersebutlah yang membagi pantai drini menjadi dua bagian yaitu sisis timur pantai yang lebih tenang dan aman untuk bermain bagi anak-anak dan sisi barat pantai dengan ombak yang relatif garang. hal m inilah yang membuat keunikan pantai tersebut.


Pak Apri dan anaknya asik bermain di sisi sebelah timur pantai Drini, Deretan tebing yang berdiri kokoh membuat pantai Drini semakin menarik, karang-karang yang terjal membentuk laguna alami yang berdiri angkuh seolah menantang amukan ombak yang datang  di padukan dengan pulau karang kecil akan semakin anggun keindahan pantai Drini. 


Di Bagian Tengah Pantai merupakan Jalur menuju Pulau Kecil yang di kenala dengan Pulau Drini, di jalur tersebut terdapat kumpulan pasir berwarna hitam dengan diameter yang sangat halus bercampur dengan pasir putih yang lembut menurut informasi pasir hitam ini berasal dari sungai bawah Tanah yang bermuara di pantai Drini. Jika kita akan menuju puncak Pulau drini kita dapat menyusuri jalan setapak menuju puncak. saat surut kitapun berjalan menyusuri pantai dan menaiki tangga ke arah puncak. di pulau ini dahulu banyak di tumbuhi tanaman santigi atau di sebut warga sekitar tumbuhan drini. tak heran pantai ini di sebut pantai Drini. 


Sebelah Barat pantai Drini Berbatasan dengan Pantai Watu Kodok, Disis barat inilah ombak garang siap menerjang, di sisi barat ini tak rekoment untuk anak-anak mandi atau berenang karena ombak yang terkadang tiba-tiba besar, Namun pesona sisi timur pantai Drini cukup menawan deburan ombak yang menerjang karang yang menjorok ke tengah laut serta deretan kapal-kapal nelayan berjejer di tepian pantai menambah keelokan pantai tersebut. 


Saya bersama erdi tak mau kehilangan kesempatan menikmati keindahan alam yang Allah ciptakan, berbagai sisi kami lewati  tentunya dengan tawa dan candaan sebagai pengiring perjalanan di pantai ini.  tak terasa matahari berlahan merengkak tinggi dan mulai menyengat kulit kamipun sepakat untuk meninggalkan pantai nan indah ini. 


Keindahan pantai Gunung kidul sangat rekomend untuk di kunjungi setiap pelancong yang datang ke yogjakarta, pantai nan bersih dengan pasir putih yang halus serta karang-karang nan indah menjadi daya tarik tersendiri pantai Gunung Kidul. usai sudah perjalanan kami menyusuri beberapa pantai di Gunung kidul tepat pukul 11.00 Wib kamipun meninggalkan Gunung Kidul menuju Kulon Progo , semoga suatu saat kami akan kembali lagi. Amiin

Wednesday, January 11, 2017

Pesona Sunrise Pantai Watu Kodok


Semburat kuning keemasan muncul berlahan lahan dari ufuk timur, sinarnya memancar berkilau menerangi kegelapan. kini kami berdiri di atas karang di sebuah pantai nan indah menghadap ke timur Pantai Watu Kodok. sedari pagi kami berdiri disini  gelap gulita dan dinginya angin yang menerpa tak menjadi penghalang bagi  Erdi, Andi, mas Azis dan keluarga mas Apri untuk dapat menikmati suguhan terindahn di pagi buta ini. Pantai Watu kodok tetap menjadi pilihan kami untuk menikmati sunrise  di minggu pagi 19 desember 2016 setelah se belumnya kami menikmati sunset di tempat ini juga.


Berbeda saat menikmati sunset, pada sunrise kali ini kami menaiki karang di sebelah barat pantai Watu kodok yang tepat bersebelahan dengan pantai Sepanjang. menaiki karang tersebut bukan tanpa perjuangan kami harus menembut semak-semak yang terkadang berduri dalam kondisi gelap, sekitar pukul 05.00 wib kami sudah berada di pantai Watu kodok demi menunggu mentari bangun dari peraduanya. dal alhamdulillah kami mendapatkan paket lengkap di pantai ini Sunset dan sunrise kami nikmati di sini.


Walau tak berlangsung lama suguhan sunrise karena mendung lebih dominan tetapi kepenasaran kami akan View Sunrise Watu Kodok terbayarkan. Lanscape indah pantai dengan surya malu-malu muncul memijarkan cahaya keemasan dengan buih-buih putih gelombang air laut membentuk garis berkelok, karang karang terjal watu kodok menambah lengkap pesona yang di suguhkan. kamipun mencoba mencari spot lain untuk dapat menikmati view terindahnya.


Dengan berbekal hamhoke kami bersantai memandang keindahan yang Allah ciptakan. Semilir angin dan suara ombak yang menghempas ke karang membuat suasana semakin indah, hanya kami yang ada di tempat ini berasa pantai atau pulau milik sendiri saja kan?? sepiii bangettt... puas beregelantungan saya dan mas Azis menyusuri karang-karang yang berbatu terjal dengan menembus semak-semak yang tinggi, ada rasa khawatir juga sebenarnya kali aja ada hewan liar yang menghadang kami tetapi rasa itu enyah seketika ketika kami sampai di sebuah karang yang unik bentuknya.


Karang terjal yang menjorok ke laut di bawah sana ombak menjilat jilat karang,ah sungguh sensasi yang luar biasa. di sebelah barat tampak karang besar dengan punggung karang yang menghijau sedangkan kepalanya menghadap ketengah laut. inilah keindahan alam yang di berikan sungguh maha sempurna.


Setelah awan mendung menutup mentari kamipun turun dari karang menuju pantai Watu kodok, kami mencoba menikmati keindahan Watu Kodok di pagi hari. Pantai indah nan bersih dengan pasir putih lembut menjadi pesona yang menakjubkan. Watu kodok memang tak seramai pantai lainya namun kemolekanya tak boleh di ragukan.



duduk santai di dalam tenda dengan seseorang yang tersayang merupakan hal yang tak mungkin di lupakan, semilir angin hempasan air laut yang sesekali datang membuat suasana semakin asyik, tentunya bagi pasangan pak apri yang membawa istrinya momen ini tak mungkin di lewatkan. 


Nama Watu kodok menurut penduduk setempat di ambil karena terdapat batu berbentuk seperti hewan menyerupai kodok atau katak yang terdapat di sebuah gua di antara karang yang letaknya di sebelah barat pantai watu kodok, gua tersebut hanya dapat di kunjungi saat air laut surut dan di tempat  tersebut di gunakan untuk upacara atau ritual setiap setahun sekali terutama pada bulan suro untuk mencari berkah.


Saya memilih berjalan-jalan menyusuri garis pantai,bermain dengan pasir lembut pantai watu kodok, sementara erdi bergelut dengan ombak pantai , dia rupanya hobi sekali bermain air laut sampai hampir satu jam dia bermaian air laut, mentari yang mulai meninggi tak ia hiraukan, asik benar rupanya ia. Keindahan yang di  berikan pantai Watu kodok tak mungkin kami lupakan, kebersamaan kan terus kami kenang sampai kapanpun.



Usai sudah kami menikmati pesona watu kodok yang tak terkira Keindahan dan keasrian pantai watu kodok haruslah kita jaga, pasir putih nanindah dan bersih jangan sampai tercemari, Sampai jumpa lagi watu kodok kan kukenalkan keindahanmu ke penjuru negri.Tepat pukul 08.30 kamipun meninggalkan pantai watu Kodok menuju pantai Drini. 

Memburu Sunset di pantai Watu Kodok


Setelah menikmati indahnya pantai Ngobaran dan pesona pantai Nguyahan tepat pukul 17.00 WIB kamipun meninggalkan daerah Kanigoro menuju deretan pantai di Daerah Tanjung Sari untuk berburu keindahan Sunrise,  menurut mas Azis deretan terindah sunrise terdapat di daerah Tanjung sari salah satunya adalah di Pantai Watu Kodok. Sebenarnya ini merupakan deretan pantai yang panjang yang meliputi Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal,dan pantai Poktunggal. untuk memasuki kawasan wisata pantai ini kita harus membayar tiket sebesar Rp.9.500 / orang. Sebenernya saya tsedikit terheran karena di tiket tidak tertuliskan pantai watu kodok, apakah termasuk pantai yang baru saja di buka untuk umumu?? atau  masih terbilang pantai yang jarang di kunjungi?? tetapi kenapa mas Azis mengajak kami kesana?? entahlah...


Ternyata benar saja, Pantai ini masih terbilang baru di kembangkan di banding deretan pantai lainya, Pantai Watu kodok terletak di  dusun Kelor Kidul desa Kemandang Kecamatan Tanjungsari kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. untuk dapat mencapai deretan pantai nan cantik ini kita dapat menggunakan dua rute
pertama dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Wonosari - Jl. Baron - tepus ( Lewat Pintu masuk timur ) - Pantai Indrayanti - Pantai Sundak - Pantai Drini - pantai Watukodok.

Kedua dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Siono - Wonosari -  Jl. Baron - Kemadang- Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok.

Ketiga dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Playen - Paliyan - Saptosari - pasar Trowono - Kemadang -  Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok.
 

Perjalanan mengejar keindahan Matahari Terbenam membuat kendaraan berjalan lebih kencang, takut gak kebagian Sunsetnya ujar mas Azis, kamipun terdiam dan berdoa dan sempat khawatir tak ada sunset karena terlihat langit mendung. setelah lebih dari 45 menit kamipun memasuki kawasan pantai. beruntung Nama-nama pantai terpampang jelas di  pinggiran jalan, setelah melewati nama Pantai Sepanjang kamipun sampai di Pantai Watu kodok, untuk dapat menepi ke pantai watu kodok kami harus melewati jalan Corblok yang relatif baik sekitar kurang dari 500 meter kamipun sampai di parkiran. 


Pantai Watu kodok di apit oleh beberapa karang yang berbentuk unik menjorok ke laut, mas azis mengajak kami untuk segera menuju ke puncak salah satu karang di sebelah timur yang berbatasan langsung dengan pantai Drini, kami berjalan setapak menuju puncak. beruntunglah kami cepat sampai di puncak sana sehingga masih dapat menikmati geseran sang surya keperaduan. 


Semburat cahaya senja keemasan terpancar indah masih dapat kami nikmati di sini, di puncak karang kami duduk dan bersukur masih dapat di beri kesempatan untuk dapat memandang indah keagungan Allah SWT. duduk di gazebo kayu dengan atap jerami, angin yang menyapa menambah keindahan suasana senja kali ini. kami duduk dan tak terasa gelap pun datang seakan masih terhipnotis suasana senja kami masih duduk santai di sini, walau di sini hanya ada kami saja kami merasa nyaman di sini.


Setelah berlama duduk terdiam di atas karang Watu kodok kamipun beranjak meninggalkan karang dengan jalan yang gelap gulita, tanpa penerangan dan meraba-raba kami berjalan menuruni karang m enuju ke parkiran. Trimakasih ya Allah Kau telah beri kesempatan kepada kami menikmati hari ini yang sangat indah. Esok hari kami akan datang lagi ke sini untuk menunggu sunrise di Watu Kodok.

Monday, January 9, 2017

Pantai Nguyahan Gunung Kidul


Bukan Yogjakarta namanya jika tak memanjakan mata setiap pengunjungnya berbagai wanawisata yang super duper keren di sajikan di kota gudeg ini, maka tak heran setiap pelancong yang datang ke Yogjakarta bilang yogja selalu ngangenin, itulah jogja dengan beribu keindahananya salah satunya adalah wisata pantai yang keren ini, pantai dengan nama yang unik yang terletak di daerah Gunung Kidul.Gunung kidul terkenal dengan keindahan akan pantai -pantai yang menawan. deretan pantai dengan hamparan pasir putih dan karang-karang yang menghijau akan memanjakan setiap wisatawan yang datang ke tempat ini.  



Pantai Nguyahan namanya, pantai Indah yang terletak di Desa Kanigor,kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, berjarak sekitar 70 Km dari Pusat Yogjakarata atau bisa di tempuh denagn 1,5 jam perjalanan baik menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. tak terlalu sulit untuk dapat menikmati keindahan pantai Nguyahan ada beberapa rute untuk menuju pantai tesebut.
rute pertama YOGYAKARTA -> Piyungan -> Patuk -> Gading ( Lapangan Udara ) -> Belok Kanan _> Playen ->Paliyan -> Pasar Trowono -> Kanigoro -> pantai ngobaran - Pantai Nguyahan
Rute kedua Yogyakarta -> Bantul -> Parangtritis -> Panggang -> Saptosari ->Pasar Trowono -> Kanigoro -> Pantai Ngobaran - > pantai Nguyahan. 
 tiket untuk menikmati kedua pantai nguyahan, ngobaran seharga Rp.9.500/2 orang terbilang murah bukan.??

Setelah menikmati bali kecil nya Gunungkidul di pantai Ngobaran dan takdapat merasakan ombak dan pasir di pantai tersebut. kamipun berjalan ke pantai Nguyahan. pantai Nguyahan terletak tak jauh dari pantai Ngobaran kami berjalan mengikuti mengikuti jalan aspal yang menanjak kemudian jalanan turun sudah terlihat pantai Nguyahan. Mungkin jarak pantai ngobaran dan pantai Nguyahan tak lebih dari 400 meter saja atau sekitar 10-15 menit jalan santai.


Pantai Yang unik menurutku dengan nama yang unik pula, Pantai Nguyahan konon di tempat ini sejak Zaman belanda merupakan tempat pembuatanan Uyah (bahasa Jawa ) atau garam dan pada jaman belanda di tempat inilah sebagai tempat meminta upeti berupa garam. maka tak heran tempat ini terkenal dengan sebutan Nguyahan yang berarti tempat pembuatan garam.


Pantai Nguyahan tak sesepi dulu, kini para Traveller sudah banyak yang tau akan keindahan yang di sajikan di pantai ini, pantai inipun ramai dikunjungi baik wisatawn lokal maupun internasional. pantai dengan pasir putih yang menghampar dan dua buah karang yang menghimpit serta ombak yang tenang menjadikan pantai Nguyahan menjadi tempat paforit anak-anak untuk bermain gelombang air laut. 


tak seperti keluarga pak Apri dan anaknya yang sedang asyik bergelut dengan ombak pantai nguyahan saya dan erdi memilih untuk berjalan menyusuri bibir pantai yang membiru, menikmati semilirnya angin pantai, merasakan jilatan ombak yang sesekali datang dan sambil melihat para nelayan yang sedang mencari lobster dan landak laut sebagai makanan khas yang di sajikan di pinggiran pantai.ngobaran dan nguyahan. 


Jika terik menyengat kulit traveller bisa menyewa tiker yang berada di pinggiran pantai, kita bisa berteduh sambil menikmati keindahan pantai nguyahan. pantai yang indah dengan pesona yang tak terlupakan. cukup lama kami berada di sini seolah tak puas dengan keindahan pantai dan ketenangan ombaknya kamipun enggan beranjak. tetapi apa mau di kata kami akan menikmati suasana sunset di tempat lain.kamipun segera menepimeninggalkan pmbak Pantai Nguyahan.


ada tempat yang rekomend jika traveller akan beristirahat di pantai Nguyahan sejenak meluruskan kaki dan mengisi perut berada di area parkiran tepatnya di samping mushola dan merupakan tempatnya bacpaceker makan dan minum, setelah kenyang dan bersih bersi tepat pukul 17.00 WIB kamipun meninggalkan Pantai Ngunyahan Menuju Pantai Watu Kodok untuk berburu sunrise.

Tuesday, January 3, 2017

Pantai Ngobaran Gunung Kidul



Inilah perjalananku bersama sahabat traveler Erdi Rosadi dan Kang Azis, Setelah kemaren dimanjakan akan keindahan Magelang dan pagi  ini tanggal 18 Desember 2016 di suguhi oleh pesona perbukitan nan indah di daerah Mangunan sekarang giliran pantai menjadi incaran kami. Pantai daerah gunung kidul yang konon sangat cantik membuat kami penasaran. salah satu pantai yang kami kunjungi adalah pantai Ngobaran. 


Pantai Ngobaran merupakan pantai pertama yang kami singgahi, pantai kaya akan seni budaya dan pesona yang menakjubkan, pantai ini di kenal dengan Bali kecil di Gunung Kidul, kenapa begitu?? di Pantai tersebut terdapat sebuh Pura yang merupakan bangunan untuk beribadah agama tertentu dan di kaitkan dengan ritual kepercayaan kejawan bukan kejawen yaa dan uniknya lagi pura tersebut berdampingan dengan sebuah masjid dan keduanya menghadap ke laut Gunung Kidul. pantai ngobaran juga sering di kaitkan dengan cerita Prabu Brawijaya ke V yang merupakan keturunan terahir dari kerajaan Majapahit.


Perjalanan ke Pantai Ngobaran kami lakukan setelah kami menikmati keindahan air terjun Randu Sari di daerang Dlinggo kabupaten Bantul, untuk mencapai keindahan dan keunikan pantai Ngobaran kami menyusuri jalanan yang penuh liku, petunjuk yang jelas mengarahkan kami ke deretan pantai Gunung Kidul. ada beberapa tiket yang kami harus bayar untuk dapat menikmati keindahan pantai - pantai gunung kidul tiket pertama seharga Rp. 9.500/orang kawasan Pantai Drini krakal dan pantai-pantai lainya dan Rp.9.500/2 orang untuk kawasan pantai Ngrenehan dan pantai Ngobaran.

Pantai Ngobaran terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, ada dua jalur yang dapat di gunankan untuk mencapai pantai Ngobaran jika pengunjung menggunakan jalur  yogyakarta - lanud Gading - pertigaan Gading ke kanan - Plyen - Paliyan - Trowono - Saptosari sampailah ke Pantai Ngobaran atau menggunakan Jalur Yogyakarta - Kota Wonosari - Paliyan - Trowono dan pantai Ngobaran. petunjuk yang jelas akan membawa wisatwan ke Pantai-pantai Indah Gunung Kidul salah satunya pantai Ngobaran.

Tepat Pukul 14.30 kami sampai di kawasan Pantai Ngobaran dan Pantai Ngrenehan. panas terik mentari tak menghalangi kami menikmati keindahan pantai yang sangat eksotis ini. Setelah memarkirkan kendaraan di area pantai Nguyahan kamipun bersiap ke tepi pantai. Sementara Mas Azis dan keluarga bang Apri ke pantai Nguyahan saya dan erdi menuju Pantai ngobaran. karena rasa penasaran akan keunikan pantai tersebutlah yang membuat kami memilih ke pantai Ngobaran terlebih dahulu.  untuk dapat ke Pantai Ngobaran kami harus berjalan sekitar 100 meter melewati pantai Nguyahan, jalan menanjak dan terik yang menyengat tak menghalangi langkah kami, ahirnya sampai juga di pantai Ngobaran. 

Kamipun memasuki pantai Ngobaran, Pintu gerbang pura pun kami lewati, banyak wisatawan yang berkunjung dan menikmati keunikan pantai ini. tak seperti pantai lainya yang menyuguhkan ombak dan pasir putih pantai Ngobaran menawarkan ke unikan yang berbeda, kekentalan Kultur dan budaya sangat kami rasakan,kami seperti berada di Uluwatu Bali saat menginjakan kaki kami di pantai Ngobaran, sebuah pura yang berada di bibir pantai di atas karang, tetapi lain halnya dengan Uluwatu di Pantai Ngobaran terdapat Masjid yang menghadap keselatan atau ke pantai, sungguh unik bukan dua tempat ibadah bersanding menjadi satu kebinekaan yang yata bukan???

Selain dua tempat ibadah yang sangat unik tentunya mengandung nilai religi yang sangat kental dan kisah atau cerita rakyat yang di kaitkan dengan kerajaan majapahit, pantai ini menawarkan pesona karang-karang yang menakjubkan, jika kita mau berjalan menyusuri jalan setapak di samping pura kita akan sampai di beberapa karang yang sangat memepesona, pantai yang masih alami menurutku,pantai yang kaya akan biota laut seperti rumput laut, landak laut,  bintang la, lobster dan kerang laut banyak di temukan di sela-sela karang yang berada di pantai Ngobaran, banyak aktivitas warga setempat yang sedang mencari biota laut tersebut.



Duduk-duduk santai sambil menikmati semilirnya angin pantai dan menikmati karang-karang yang menjulang serta keunikan bangunan pura di tepi pantai adalah keindahan dan kepuaan tersendiri buat saya dan erdi. mudah-mudahan keindahan pantai ngobaran masih terjaga agar anak cucu kita nanti dapat menikmati pesona pantai ini. tentunya dengan menjadi wisatawan yang baik dengan tidak membuang sampah dan tidak berprilaku vandal akan ikut menjaga keindahan pantai ini. so jadi kapan kalian menikmati Balinya Gunung Kidul??