Thursday, January 12, 2017

Pantai Drini Gunung Kidul


Masih di sekitaran Gunung Kidul Yogyakarta, Pantai Drini menjadi pantai terahir yang kami kunjungi. selain jarak yang bersebelahan dengan pantai Watu Kodok pantai Drini konon merupakan pantai yang eksotik makanya kami penasaran dengan pantai tersebut. 

Minggu 19 Desember 2016 di penghujung tahun setelah merengkuh keindahan Pantai watu kodok baik sunset maupun sunrisenya tepat pukul 09.00 Wib kamipun meninggalkan pantai nan penuh kenangan itu menuju pantai Drini. Pantai Drini terletak di Desa Banjarejo Kecamatan  Tanjungsari Gunung Kidul Yogyakarta. Lokasi Pantai Drini Tepat di sisi timur Pantai Baron dan sisi Barat Pantai Watu Kodok.

Keindahan Pantai drini sudah terdengar oleh para pelancong yang datang  ke Yogjakarta, tak heran pantai ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. papan petunjuk yang jelas memudahkan mencapai pantai tersebut. ada beberapa rute yang bisa di lalui jika ke pantai nan eksotis tersebut. 

pertama dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Wonosari - Jl. Baron - tepus ( Lewat Pintu masuk timur ) - Pantai Indrayanti - Pantai Sundak - Pantai Drini.
Kedua dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Siono - Wonosari -  Jl. Baron - Kemadang- Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok - Pantai Drini

Ketiga dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Playen - Paliyan - Saptosari - pasar Trowono - Kemadang -  Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok - Pantai Drini


Vasilitas di mantai drini terbilang lengkap. gazebo berjejer di sepanjang pantai menawarkan aneka menu khas pantai, dari cumi, kepiting, udang yang pasti akan membuat anda terpuaskan. selain untuk makan di gazebo tersebut juga bisa untuk bermalam secara free looh.. kalian cuma memesan kopi/minuman lain dan makanan ringan saja sepanjang  malam ujar pemilik salah satu gazebo atau bisa juga menginap di homstay dengan tarif berkisar 100- 250.000/malam.  


Pantai Drini merupakan pastaai yang teristimewa di Gunung Kidul, pantai tersebut mempunyai sebuah pulau kecil  tepat di tengah-tengah pantai. pulau tersebutlah yang membagi pantai drini menjadi dua bagian yaitu sisis timur pantai yang lebih tenang dan aman untuk bermain bagi anak-anak dan sisi barat pantai dengan ombak yang relatif garang. hal m inilah yang membuat keunikan pantai tersebut.


Pak Apri dan anaknya asik bermain di sisi sebelah timur pantai Drini, Deretan tebing yang berdiri kokoh membuat pantai Drini semakin menarik, karang-karang yang terjal membentuk laguna alami yang berdiri angkuh seolah menantang amukan ombak yang datang  di padukan dengan pulau karang kecil akan semakin anggun keindahan pantai Drini. 


Di Bagian Tengah Pantai merupakan Jalur menuju Pulau Kecil yang di kenala dengan Pulau Drini, di jalur tersebut terdapat kumpulan pasir berwarna hitam dengan diameter yang sangat halus bercampur dengan pasir putih yang lembut menurut informasi pasir hitam ini berasal dari sungai bawah Tanah yang bermuara di pantai Drini. Jika kita akan menuju puncak Pulau drini kita dapat menyusuri jalan setapak menuju puncak. saat surut kitapun berjalan menyusuri pantai dan menaiki tangga ke arah puncak. di pulau ini dahulu banyak di tumbuhi tanaman santigi atau di sebut warga sekitar tumbuhan drini. tak heran pantai ini di sebut pantai Drini. 


Sebelah Barat pantai Drini Berbatasan dengan Pantai Watu Kodok, Disis barat inilah ombak garang siap menerjang, di sisi barat ini tak rekoment untuk anak-anak mandi atau berenang karena ombak yang terkadang tiba-tiba besar, Namun pesona sisi timur pantai Drini cukup menawan deburan ombak yang menerjang karang yang menjorok ke tengah laut serta deretan kapal-kapal nelayan berjejer di tepian pantai menambah keelokan pantai tersebut. 


Saya bersama erdi tak mau kehilangan kesempatan menikmati keindahan alam yang Allah ciptakan, berbagai sisi kami lewati  tentunya dengan tawa dan candaan sebagai pengiring perjalanan di pantai ini.  tak terasa matahari berlahan merengkak tinggi dan mulai menyengat kulit kamipun sepakat untuk meninggalkan pantai nan indah ini. 


Keindahan pantai Gunung kidul sangat rekomend untuk di kunjungi setiap pelancong yang datang ke yogjakarta, pantai nan bersih dengan pasir putih yang halus serta karang-karang nan indah menjadi daya tarik tersendiri pantai Gunung Kidul. usai sudah perjalanan kami menyusuri beberapa pantai di Gunung kidul tepat pukul 11.00 Wib kamipun meninggalkan Gunung Kidul menuju Kulon Progo , semoga suatu saat kami akan kembali lagi. Amiin

Wednesday, January 11, 2017

Pesona Sunrise Pantai Watu Kodok


Semburat kuning keemasan muncul berlahan lahan dari ufuk timur, sinarnya memancar berkilau menerangi kegelapan. kini kami berdiri di atas karang di sebuah pantai nan indah menghadap ke timur Pantai Watu Kodok. sedari pagi kami berdiri disini  gelap gulita dan dinginya angin yang menerpa tak menjadi penghalang bagi  Erdi, Andi, mas Azis dan keluarga mas Apri untuk dapat menikmati suguhan terindahn di pagi buta ini. Pantai Watu kodok tetap menjadi pilihan kami untuk menikmati sunrise  di minggu pagi 19 desember 2016 setelah se belumnya kami menikmati sunset di tempat ini juga.


Berbeda saat menikmati sunset, pada sunrise kali ini kami menaiki karang di sebelah barat pantai Watu kodok yang tepat bersebelahan dengan pantai Sepanjang. menaiki karang tersebut bukan tanpa perjuangan kami harus menembut semak-semak yang terkadang berduri dalam kondisi gelap, sekitar pukul 05.00 wib kami sudah berada di pantai Watu kodok demi menunggu mentari bangun dari peraduanya. dal alhamdulillah kami mendapatkan paket lengkap di pantai ini Sunset dan sunrise kami nikmati di sini.


Walau tak berlangsung lama suguhan sunrise karena mendung lebih dominan tetapi kepenasaran kami akan View Sunrise Watu Kodok terbayarkan. Lanscape indah pantai dengan surya malu-malu muncul memijarkan cahaya keemasan dengan buih-buih putih gelombang air laut membentuk garis berkelok, karang karang terjal watu kodok menambah lengkap pesona yang di suguhkan. kamipun mencoba mencari spot lain untuk dapat menikmati view terindahnya.


Dengan berbekal hamhoke kami bersantai memandang keindahan yang Allah ciptakan. Semilir angin dan suara ombak yang menghempas ke karang membuat suasana semakin indah, hanya kami yang ada di tempat ini berasa pantai atau pulau milik sendiri saja kan?? sepiii bangettt... puas beregelantungan saya dan mas Azis menyusuri karang-karang yang berbatu terjal dengan menembus semak-semak yang tinggi, ada rasa khawatir juga sebenarnya kali aja ada hewan liar yang menghadang kami tetapi rasa itu enyah seketika ketika kami sampai di sebuah karang yang unik bentuknya.


Karang terjal yang menjorok ke laut di bawah sana ombak menjilat jilat karang,ah sungguh sensasi yang luar biasa. di sebelah barat tampak karang besar dengan punggung karang yang menghijau sedangkan kepalanya menghadap ketengah laut. inilah keindahan alam yang di berikan sungguh maha sempurna.


Setelah awan mendung menutup mentari kamipun turun dari karang menuju pantai Watu kodok, kami mencoba menikmati keindahan Watu Kodok di pagi hari. Pantai indah nan bersih dengan pasir putih lembut menjadi pesona yang menakjubkan. Watu kodok memang tak seramai pantai lainya namun kemolekanya tak boleh di ragukan.



duduk santai di dalam tenda dengan seseorang yang tersayang merupakan hal yang tak mungkin di lupakan, semilir angin hempasan air laut yang sesekali datang membuat suasana semakin asyik, tentunya bagi pasangan pak apri yang membawa istrinya momen ini tak mungkin di lewatkan. 


Nama Watu kodok menurut penduduk setempat di ambil karena terdapat batu berbentuk seperti hewan menyerupai kodok atau katak yang terdapat di sebuah gua di antara karang yang letaknya di sebelah barat pantai watu kodok, gua tersebut hanya dapat di kunjungi saat air laut surut dan di tempat  tersebut di gunakan untuk upacara atau ritual setiap setahun sekali terutama pada bulan suro untuk mencari berkah.


Saya memilih berjalan-jalan menyusuri garis pantai,bermain dengan pasir lembut pantai watu kodok, sementara erdi bergelut dengan ombak pantai , dia rupanya hobi sekali bermain air laut sampai hampir satu jam dia bermaian air laut, mentari yang mulai meninggi tak ia hiraukan, asik benar rupanya ia. Keindahan yang di  berikan pantai Watu kodok tak mungkin kami lupakan, kebersamaan kan terus kami kenang sampai kapanpun.



Usai sudah kami menikmati pesona watu kodok yang tak terkira Keindahan dan keasrian pantai watu kodok haruslah kita jaga, pasir putih nanindah dan bersih jangan sampai tercemari, Sampai jumpa lagi watu kodok kan kukenalkan keindahanmu ke penjuru negri.Tepat pukul 08.30 kamipun meninggalkan pantai watu Kodok menuju pantai Drini. 

Memburu Sunset di pantai Watu Kodok


Setelah menikmati indahnya pantai Ngobaran dan pesona pantai Nguyahan tepat pukul 17.00 WIB kamipun meninggalkan daerah Kanigoro menuju deretan pantai di Daerah Tanjung Sari untuk berburu keindahan Sunrise,  menurut mas Azis deretan terindah sunrise terdapat di daerah Tanjung sari salah satunya adalah di Pantai Watu Kodok. Sebenarnya ini merupakan deretan pantai yang panjang yang meliputi Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal,dan pantai Poktunggal. untuk memasuki kawasan wisata pantai ini kita harus membayar tiket sebesar Rp.9.500 / orang. Sebenernya saya tsedikit terheran karena di tiket tidak tertuliskan pantai watu kodok, apakah termasuk pantai yang baru saja di buka untuk umumu?? atau  masih terbilang pantai yang jarang di kunjungi?? tetapi kenapa mas Azis mengajak kami kesana?? entahlah...


Ternyata benar saja, Pantai ini masih terbilang baru di kembangkan di banding deretan pantai lainya, Pantai Watu kodok terletak di  dusun Kelor Kidul desa Kemandang Kecamatan Tanjungsari kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. untuk dapat mencapai deretan pantai nan cantik ini kita dapat menggunakan dua rute
pertama dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Wonosari - Jl. Baron - tepus ( Lewat Pintu masuk timur ) - Pantai Indrayanti - Pantai Sundak - Pantai Drini - pantai Watukodok.

Kedua dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Siono - Wonosari -  Jl. Baron - Kemadang- Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok.

Ketiga dari Yogjakarta - Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Gading ( Lapangan Terbang ) - Playen - Paliyan - Saptosari - pasar Trowono - Kemadang -  Pantai Baron- Pantai Kukup - Pantai sepanjang  - pantai Watukodok.
 

Perjalanan mengejar keindahan Matahari Terbenam membuat kendaraan berjalan lebih kencang, takut gak kebagian Sunsetnya ujar mas Azis, kamipun terdiam dan berdoa dan sempat khawatir tak ada sunset karena terlihat langit mendung. setelah lebih dari 45 menit kamipun memasuki kawasan pantai. beruntung Nama-nama pantai terpampang jelas di  pinggiran jalan, setelah melewati nama Pantai Sepanjang kamipun sampai di Pantai Watu kodok, untuk dapat menepi ke pantai watu kodok kami harus melewati jalan Corblok yang relatif baik sekitar kurang dari 500 meter kamipun sampai di parkiran. 


Pantai Watu kodok di apit oleh beberapa karang yang berbentuk unik menjorok ke laut, mas azis mengajak kami untuk segera menuju ke puncak salah satu karang di sebelah timur yang berbatasan langsung dengan pantai Drini, kami berjalan setapak menuju puncak. beruntunglah kami cepat sampai di puncak sana sehingga masih dapat menikmati geseran sang surya keperaduan. 


Semburat cahaya senja keemasan terpancar indah masih dapat kami nikmati di sini, di puncak karang kami duduk dan bersukur masih dapat di beri kesempatan untuk dapat memandang indah keagungan Allah SWT. duduk di gazebo kayu dengan atap jerami, angin yang menyapa menambah keindahan suasana senja kali ini. kami duduk dan tak terasa gelap pun datang seakan masih terhipnotis suasana senja kami masih duduk santai di sini, walau di sini hanya ada kami saja kami merasa nyaman di sini.


Setelah berlama duduk terdiam di atas karang Watu kodok kamipun beranjak meninggalkan karang dengan jalan yang gelap gulita, tanpa penerangan dan meraba-raba kami berjalan menuruni karang m enuju ke parkiran. Trimakasih ya Allah Kau telah beri kesempatan kepada kami menikmati hari ini yang sangat indah. Esok hari kami akan datang lagi ke sini untuk menunggu sunrise di Watu Kodok.

Monday, January 9, 2017

Pantai Nguyahan Gunung Kidul


Bukan Yogjakarta namanya jika tak memanjakan mata setiap pengunjungnya berbagai wanawisata yang super duper keren di sajikan di kota gudeg ini, maka tak heran setiap pelancong yang datang ke Yogjakarta bilang yogja selalu ngangenin, itulah jogja dengan beribu keindahananya salah satunya adalah wisata pantai yang keren ini, pantai dengan nama yang unik yang terletak di daerah Gunung Kidul.Gunung kidul terkenal dengan keindahan akan pantai -pantai yang menawan. deretan pantai dengan hamparan pasir putih dan karang-karang yang menghijau akan memanjakan setiap wisatawan yang datang ke tempat ini.  



Pantai Nguyahan namanya, pantai Indah yang terletak di Desa Kanigor,kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, berjarak sekitar 70 Km dari Pusat Yogjakarata atau bisa di tempuh denagn 1,5 jam perjalanan baik menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. tak terlalu sulit untuk dapat menikmati keindahan pantai Nguyahan ada beberapa rute untuk menuju pantai tesebut.
rute pertama YOGYAKARTA -> Piyungan -> Patuk -> Gading ( Lapangan Udara ) -> Belok Kanan _> Playen ->Paliyan -> Pasar Trowono -> Kanigoro -> pantai ngobaran - Pantai Nguyahan
Rute kedua Yogyakarta -> Bantul -> Parangtritis -> Panggang -> Saptosari ->Pasar Trowono -> Kanigoro -> Pantai Ngobaran - > pantai Nguyahan. 
 tiket untuk menikmati kedua pantai nguyahan, ngobaran seharga Rp.9.500/2 orang terbilang murah bukan.??

Setelah menikmati bali kecil nya Gunungkidul di pantai Ngobaran dan takdapat merasakan ombak dan pasir di pantai tersebut. kamipun berjalan ke pantai Nguyahan. pantai Nguyahan terletak tak jauh dari pantai Ngobaran kami berjalan mengikuti mengikuti jalan aspal yang menanjak kemudian jalanan turun sudah terlihat pantai Nguyahan. Mungkin jarak pantai ngobaran dan pantai Nguyahan tak lebih dari 400 meter saja atau sekitar 10-15 menit jalan santai.


Pantai Yang unik menurutku dengan nama yang unik pula, Pantai Nguyahan konon di tempat ini sejak Zaman belanda merupakan tempat pembuatanan Uyah (bahasa Jawa ) atau garam dan pada jaman belanda di tempat inilah sebagai tempat meminta upeti berupa garam. maka tak heran tempat ini terkenal dengan sebutan Nguyahan yang berarti tempat pembuatan garam.


Pantai Nguyahan tak sesepi dulu, kini para Traveller sudah banyak yang tau akan keindahan yang di sajikan di pantai ini, pantai inipun ramai dikunjungi baik wisatawn lokal maupun internasional. pantai dengan pasir putih yang menghampar dan dua buah karang yang menghimpit serta ombak yang tenang menjadikan pantai Nguyahan menjadi tempat paforit anak-anak untuk bermain gelombang air laut. 


tak seperti keluarga pak Apri dan anaknya yang sedang asyik bergelut dengan ombak pantai nguyahan saya dan erdi memilih untuk berjalan menyusuri bibir pantai yang membiru, menikmati semilirnya angin pantai, merasakan jilatan ombak yang sesekali datang dan sambil melihat para nelayan yang sedang mencari lobster dan landak laut sebagai makanan khas yang di sajikan di pinggiran pantai.ngobaran dan nguyahan. 


Jika terik menyengat kulit traveller bisa menyewa tiker yang berada di pinggiran pantai, kita bisa berteduh sambil menikmati keindahan pantai nguyahan. pantai yang indah dengan pesona yang tak terlupakan. cukup lama kami berada di sini seolah tak puas dengan keindahan pantai dan ketenangan ombaknya kamipun enggan beranjak. tetapi apa mau di kata kami akan menikmati suasana sunset di tempat lain.kamipun segera menepimeninggalkan pmbak Pantai Nguyahan.


ada tempat yang rekomend jika traveller akan beristirahat di pantai Nguyahan sejenak meluruskan kaki dan mengisi perut berada di area parkiran tepatnya di samping mushola dan merupakan tempatnya bacpaceker makan dan minum, setelah kenyang dan bersih bersi tepat pukul 17.00 WIB kamipun meninggalkan Pantai Ngunyahan Menuju Pantai Watu Kodok untuk berburu sunrise.

Tuesday, January 3, 2017

Pantai Ngobaran Gunung Kidul



Inilah perjalananku bersama sahabat traveler Erdi Rosadi dan Kang Azis, Setelah kemaren dimanjakan akan keindahan Magelang dan pagi  ini tanggal 18 Desember 2016 di suguhi oleh pesona perbukitan nan indah di daerah Mangunan sekarang giliran pantai menjadi incaran kami. Pantai daerah gunung kidul yang konon sangat cantik membuat kami penasaran. salah satu pantai yang kami kunjungi adalah pantai Ngobaran. 


Pantai Ngobaran merupakan pantai pertama yang kami singgahi, pantai kaya akan seni budaya dan pesona yang menakjubkan, pantai ini di kenal dengan Bali kecil di Gunung Kidul, kenapa begitu?? di Pantai tersebut terdapat sebuh Pura yang merupakan bangunan untuk beribadah agama tertentu dan di kaitkan dengan ritual kepercayaan kejawan bukan kejawen yaa dan uniknya lagi pura tersebut berdampingan dengan sebuah masjid dan keduanya menghadap ke laut Gunung Kidul. pantai ngobaran juga sering di kaitkan dengan cerita Prabu Brawijaya ke V yang merupakan keturunan terahir dari kerajaan Majapahit.


Perjalanan ke Pantai Ngobaran kami lakukan setelah kami menikmati keindahan air terjun Randu Sari di daerang Dlinggo kabupaten Bantul, untuk mencapai keindahan dan keunikan pantai Ngobaran kami menyusuri jalanan yang penuh liku, petunjuk yang jelas mengarahkan kami ke deretan pantai Gunung Kidul. ada beberapa tiket yang kami harus bayar untuk dapat menikmati keindahan pantai - pantai gunung kidul tiket pertama seharga Rp. 9.500/orang kawasan Pantai Drini krakal dan pantai-pantai lainya dan Rp.9.500/2 orang untuk kawasan pantai Ngrenehan dan pantai Ngobaran.

Pantai Ngobaran terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, ada dua jalur yang dapat di gunankan untuk mencapai pantai Ngobaran jika pengunjung menggunakan jalur  yogyakarta - lanud Gading - pertigaan Gading ke kanan - Plyen - Paliyan - Trowono - Saptosari sampailah ke Pantai Ngobaran atau menggunakan Jalur Yogyakarta - Kota Wonosari - Paliyan - Trowono dan pantai Ngobaran. petunjuk yang jelas akan membawa wisatwan ke Pantai-pantai Indah Gunung Kidul salah satunya pantai Ngobaran.

Tepat Pukul 14.30 kami sampai di kawasan Pantai Ngobaran dan Pantai Ngrenehan. panas terik mentari tak menghalangi kami menikmati keindahan pantai yang sangat eksotis ini. Setelah memarkirkan kendaraan di area pantai Nguyahan kamipun bersiap ke tepi pantai. Sementara Mas Azis dan keluarga bang Apri ke pantai Nguyahan saya dan erdi menuju Pantai ngobaran. karena rasa penasaran akan keunikan pantai tersebutlah yang membuat kami memilih ke pantai Ngobaran terlebih dahulu.  untuk dapat ke Pantai Ngobaran kami harus berjalan sekitar 100 meter melewati pantai Nguyahan, jalan menanjak dan terik yang menyengat tak menghalangi langkah kami, ahirnya sampai juga di pantai Ngobaran. 

Kamipun memasuki pantai Ngobaran, Pintu gerbang pura pun kami lewati, banyak wisatawan yang berkunjung dan menikmati keunikan pantai ini. tak seperti pantai lainya yang menyuguhkan ombak dan pasir putih pantai Ngobaran menawarkan ke unikan yang berbeda, kekentalan Kultur dan budaya sangat kami rasakan,kami seperti berada di Uluwatu Bali saat menginjakan kaki kami di pantai Ngobaran, sebuah pura yang berada di bibir pantai di atas karang, tetapi lain halnya dengan Uluwatu di Pantai Ngobaran terdapat Masjid yang menghadap keselatan atau ke pantai, sungguh unik bukan dua tempat ibadah bersanding menjadi satu kebinekaan yang yata bukan???

Selain dua tempat ibadah yang sangat unik tentunya mengandung nilai religi yang sangat kental dan kisah atau cerita rakyat yang di kaitkan dengan kerajaan majapahit, pantai ini menawarkan pesona karang-karang yang menakjubkan, jika kita mau berjalan menyusuri jalan setapak di samping pura kita akan sampai di beberapa karang yang sangat memepesona, pantai yang masih alami menurutku,pantai yang kaya akan biota laut seperti rumput laut, landak laut,  bintang la, lobster dan kerang laut banyak di temukan di sela-sela karang yang berada di pantai Ngobaran, banyak aktivitas warga setempat yang sedang mencari biota laut tersebut.



Duduk-duduk santai sambil menikmati semilirnya angin pantai dan menikmati karang-karang yang menjulang serta keunikan bangunan pura di tepi pantai adalah keindahan dan kepuaan tersendiri buat saya dan erdi. mudah-mudahan keindahan pantai ngobaran masih terjaga agar anak cucu kita nanti dapat menikmati pesona pantai ini. tentunya dengan menjadi wisatawan yang baik dengan tidak membuang sampah dan tidak berprilaku vandal akan ikut menjaga keindahan pantai ini. so jadi kapan kalian menikmati Balinya Gunung Kidul??

Saturday, December 31, 2016

Air Terjun Randu Sari " Si Kembar Yang Menyejukan"


18 Desember 2016 perjalanan menjajaki Gunung Kidul belumlah usai setelah menikmati keindahan awan di atas Puncak Becici dan lekukan sungai oya dari Jurang tembalang tepat pukul 11. kamipun menuju destinasi berikutnya yaitu ke sebuah air terjun yang tak jauh dari Puncak Becici air Terjun Randu sari Namanya. Tak begitu sulit mencari air terjun tersebut karena kami di damping guide handal mas Azis yang sudah sering blusukan ke daerah Jogjakarta, Magelang, daerah Gunung Kidul dan sekitarnya, beliau yang mempunyai akun IG Azis_javanika dengan senang hati akan mengantar kami ke destinasi yan terbilang masih baru atau Intragramabel. 


Air terjun Randu Sari terletak di tengah - tengah hutan rakyat yang sangat tenang, hutan jati di sebuah Dusun Rejosari Desa Jatimulya Kecamatan  Dlingo Kabupaten Bantul. Untuk mencapai Air terjun Randu sari tidaklah sulit, petunjuk dengan jelas mengarkan kami ke Air terjun tersebut. jika kami dari Puncak Becici kami menjumpai petunjuk yang jelas di sebuah pohon beringin yang berada di tengah jalan, ikuti saja petunjuk tersebut pasti akan sampai di air terjun Randu Sari. Jika Kalian Dari Kota Yogya - terminal Giwangan - Jalan Imogiri timur - Pasar imogiri - ke arah hutan pinus Mangunan ambil arah ke puncak becici dan ikuti petunjuk yang ada sampai di sebuah dusun Rejosari. 
Jika kalian dari Arah Patuk, Kota Yogja - jalan wonosari - bukit bintang - pos polisi patuk akan menjumpai watu amben - akan menemukan pohon petunjuk ke Air terjun randu Sari.

Sampai ahirnya kami di dusun Rejosari, sebuah dusun yang masih asri menurutku, kamipun menembus hutan rakyat berupa pohon jati, pepohonan tersebut meneduhkan perjalanan kami, sampai kami berahir di penghujung jalan yang di jadikan tempat parkir. tempat ini belumlah di jadikan area pariwisata sehingga fasilitas sangat terbatas, belum ada area parkir yang di sediakan dan retribusi layaknya tempat wisata lainya. kami hanya membayar biaya parkir saja, untuk mobil Rp.5000 sedangkan untuk motor Rp.3000. setelah memarkirkan dan membayar biaya parkir kamipun melanjutkan trekenurut mas yang jagain parkirsih kita berjalan tak begitu jauh yaaah kurang lebihnya 400 meteran lah katanya. kamipun berjalan sesuai arahan masnya, melewati dusun Rejosari melewati beberapa rumah dengan dan menikmati keramahan penduduk lokal yang melempar senyum kepada kami. menyusuri jalan pondasi irigasi yang membelah persawahan di lanjutkan melewati jalan setapak yang menurun sampai ahirnya terdengarlah gemercik air dari kejauhan.mungkin  tak sampai 10 menit kami berjalan sampai ahirnya kami di suguhkan dua dua buah air terjun yang sangat indah.


Di Libur Sekolah kali ini wisatawan yang berkunjung ke air terjun Randu Sari terbilang ramai, tampak mereka sedang menyatu dengan segarnya air yang jatuh dari ketinggian, sungguh segar rasanya bila tubuh ini menyentuh air tersebut. kamipun mendekati muara air terjun Randu sari. saya sempat bertanya kepada salah satu pemuda warga Dusun Arjo sari asal usul dari nama air terjun tersebut. air terjun randu sari di ambil dari sebuah pohon Randu atau Pohon kapuk yang berada tepat di depan dua air terjun, berdiri kokoh dan menjulang tinggi dan Sari berasal dari nama dusun Rejosari.

ada Dua buah pohon kelapa yang mempercantik view dari air terjun setinggi lebih dari 10 meter ini, di pohon inilah wisatawan bisa mengaitkan hamhocknya untuk bersantai dan menikmati kesegaran percikan air yang berasal dari kedua air terjun. kamipun mencoba berhemhock ria di antara pohon kelapa tersebut. sungguh keindahan yang tak terkira karena hamhock kami langsung menghadap kedepan air terjun Randu Sari jadi kami bisamenikmati pesona air terjun tersebut secara maksimal.



Di bawah air terjun randu sari terdapat muara berbentuk kolam yang aman untuk berenang untuk anak-anak, debit air yang tak terlalu deras dan cenderung tenang serta kedalaman yang tak melebihi 2 meter menjadikan muara ini sebagai tempat paforit untuk memanjakan diri sambil menikmati ksegaran serta keelokan air terjun tersebut. saya pun mencoba berenang dan menyatu dengan kesegaran air, jika pengunjung mau menguji adrenalin naiklah ke tebing air terjun, tak begitu licin dan ada beberapa ruang-ruang di bawah air terjun untuk duduk sehingga kita bisa merasakan sensasi guyuran dan jika beruntung pelangi akan mengitari kita saat kita berada tepat di bawah air terjun randu sari. 

 

Jika kita perhatikan ada dua air terjun yang kita dapat nikmati air terjun yang pertama lebih lebar dan deras di banding air terjun yang satunya tetapi bentuknya mirip, sehingga tak heran air terjun randu sari dsebut juga air terjun kembar.


Ada beberapa fasilitas di sekitar air terjun randu sari, adanya beberapa gazebo yang berada di sekitar air terjun membuat nyaman wisatawan. pasalnya sambil melepas lelah di gazebo tersebut pengunjung dapat menikmati pesona dua air terjun kembar dan segarnya udara sekitar, selain Gazebo di sebelah kanan air terjun terdapat kamar bilas yang di sediakan airnya segar dan terus mengalir, nah pengunjung yang habis berenang bisa bilas di sini secara gratis tetapi tetp dingat yaa jangan pernah mengotori atau meninggalkan sisa-sisa di dalam kamar bilas.


Tak terasa lebih dari 1 jam kami disini, keindahan air terjun randu sari tak mungkin kami lupakan. dan akan kami bagi kepada traveller lain yang menyukai curug atau air terjun. mudah-mudahan suatu saat kam. bisa menikmati keindahanmu kembali. ahirnya kamipun meninggalkan randu Sari dengan puji Syukur atas kenikmatai keindahan Yang Allah SWT berikan di hari ini. kamipun melanjutkan perjalanan ke pantai Gunung Kidul setalah sebelumnya menunaikan sholat Dhuhur dan menikmati makanan khas Gunung kidul.

Thursday, December 29, 2016

Jurang Tembelan "Spot Kece di atas Sungai Oya"


Yogyakarta merupakan salah satu Daerah Unggulan Destinasi Wisatawan di Indonesia sebagai tempat untuk berlibur, banyak hal yang kita dapatkan saat mengunjungi daerah tersebut, dari kebudayaanya, Kuliner maupun keindahan alamnya yang sangat menarik, ada saja hal baru yang di peroleh saat mengunjungi daerah tersebut. Salah satunya adalah Jurang Tembelan Kanigoro yang masih satu wilayah dengan Mangunan yang lagi ngehits.

Minggu 18 Desember saya bersama erdi dan Keluarga Mas apripun berkesempatan menyambangi daerah tersebut, setelah menikmati gugusan awan pagi di Watu amben dan Puncak Becici,  Mas Azis membawa keami ke spot terbaru untuk menikmati pesona alam Mangunan. perjalanan pagi yang sangat berkesanpun kami lanjutkan, menembus hutan pinus melewati kebun buah Mangunan.


Lokasi Spot untuk menikmati keindahan sungai oya dari ketinggian ini masih terbilang baru di banding dengan Tempat lain seperti Bukit Pangkuk Kediwung dan Bukit Mojo, hal tersebutlah yang membuat kami penasaran akan pesona yang di tawarkan. selain tentunya dari beberapa medsos yang Picnya bikin ngiler. Berada tak jauh dari kebon buah Mangunan menjadikan spot keren ini di buru wisatawan baik local maupun internasional, Sebelah timur dari Taman Buah Mangunan sebelah bawah area masuk gardu pandang mangunan kami di arahkan menuju ke Jurang tembelan sampai ahirnya kami berada di area parker Jurang Tembelan Kanigoro.
    

Tepat pukul 09.00 Wib kami sampai di area ini, banyak pengunjung yang kami jumpai sedang bersantai di beberapa warung yang berada di sekitar area parker, tak ada retribusi untuk dapat menikmati pesona Jurang Tembalan hanya bayar seiklasnya saja di kotakj yang di sediakan dan tentunya bayar parkir untuk mobil Rp.5000 dan kendaraan roda dua Rp.3000. Tempat yang tak begitu luas pikirku, tapi pesonan yang di tawarkan sungguh menakjubkan.

Ada dua spot unik yang di tawarkan diJurang Tembelan kanigoro tentunya selain gardu pandang, spot pertama berada tak jauh dari parkiran dan tepat di depan sebelah kanan warung, Panggung Bambu yang menjorok ke jurang berbentuk segitiga sama kaki menjadi spot pertama yang wisatawan buru. pesona aliran sungai oya yang unik membelah bukit dan perbukitan yang menghijau di tambah langit yang membiru menambah keindahan tempat ini. Walau kami tak melihat sunrise dan deretan awan diatara bukit dan berjalan menyusuri sungai oya tapi kepuasana tetap kami dapatkan.  



Spot yang kedua tak kalah uniknya spot yang sangat instragamabel dan super keren ini paling banyak di dapat di beberapa akun Instragram. anyaman bamboo yang berbentuk perahu menjorok ke jurang mendekati Bukit. spot ini terletak tepat di bawah gardu pandang yang mengarah ke mnagunan. untuk dapat menikmati sensasi menaiki perahu saya harus bersabar, pasalnya perahu ini hanya bias di naiki 2 orang saja dan harus mengantri dengan wisata lain yang ingin menikmati keindahan lukisan alam yang maha sempurna ini..


Mentaripun mulai meninggi dan teriknya menyengat langsung kekuli, keindahan Jurang Tembelan telah kami dapatkan, walau kami tak dapat menikmati semburat cahaya sunrise dan gugusan awan tetapi kami rasa cukup puas dengan pesona yang kami dapatkan di pagi ini, mudah-mudaham suatu saat kami dapat menikmati cahaya matahari terbit menembus awan putih di antara perbikuta dan kabut yang mengambang.


Setelah puas dengan keindahna Jurang tembelan Kanigoro Mangunan kamipun berlalu dan melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Kembar Randu Sari.